GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Tentang Risa


__ADS_3

Hhmmm.. Seperti yang ku jelaskan pada episode sebelumnya, Risa itu seperti apa. Perempuan itu mengaku berkenalan dengan wawan via BC, belum jelas aku mengais informasi tentang risa namun karena pengakuannya mengenal wawan dr BC'an BB* rasanya ... hahhaa ingin ku tertawa terbahak di depannya. Lalu risa mengatakan, bahwa awal berkenala wawan mengaku pada nya bahwa dia sudah duda sejak tahun lalu, dari pengakuannya dalam agamaku itu adalah salah satu talak meskipun tak terucap.

__ADS_1


Wawan mengaku duda kepada risa, namun tak mempunya anak katanya anaknya sudah meninggal karena sakit. Betapa sakitnya hati ku mendengar semua ini, dia boleh memperlakukan aku dengan tidak adil tapi rasanya aku tak rela jika anakku pun merasakannya. Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku "anaknya meninggal" hhhm jadi selama ini dia tidak pernah menganggap anaknya hidup, oh tuhan inginku melakukan sesuatu agar dia sadar namun apa?? akupun tak tahu harus bagaimana. Nanti jika anakku dewasa dan ku ceritakan semua tentang ayahnya apakah itu baik, ah... pikiranku kemana-mana. Sungguh tak akan pernah iklas aku mempertemukannya dengan anakku, tak akan pernah.

__ADS_1


Pikiranku melayang, hancur, kecewa campur aduk rasanya, namun aku mencoba mengontrol diriku. Agar tak sedikitpun aku menyakiti risa baik fisik atau batinnya, ya.. aku yakin risa pasti ada sisi baiknya, mungkin. Aku sibuk dengan angan-anganku sendiri sampai tak sadar aku mendiamkan risa di hadapanku, wajahnya memandang serius ke arahku. Aku tersenyum dan mempersilahkan dia untuk melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Ya gak mungkinlah aku meneruskannya" jawabnya singkat, ku simpan kata-kata itu dalam ingatanku. Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, rika berpamitan pulang. Sembari utu ku kemasi semua pakaian dan barang-barang wawan, ku minta dia meninggalkan kami setelah itu aku bersiap untuk bekerja seperti biasa. Saat berada di kantor telfonku berdering, ternyata mertuaku. Beliau menanyakan mengapa anak kesayangannya itu di usir, hhhh menjelaskan juga percuma menurutku, karena beliau selalu membela anaknya apapun yang terjadi. Tanpa ku jawab aku mematikan telfonnya.

__ADS_1


Masih tak percaya rasanya, Rumah tanggaku yang seumur jagung ini sudah di ujung tanduk.Tapi aku lega, aku mendapatkan bukti yang lebih dari cukup untuk bekal menggugat cerai wawan. Ini yang ku mau, bebas dari lelaki yang sungguh tak bertanggung jawab. Entah bagaimana nantinya menjelaskan kepada semua orang itu tidak penting bagiku, malu pasti tapi aku lebih bahagia hidup seperti ini. Menikah pun aku menjalani hidupku seakan sendirian, membiayai hudupku juga sendirian. Sungguh tak ada yang berbeda sama sekali, namun hanya lega yang ku rasakan dan aku bahagia atas semua ini. Terimakasih atas semua petunjuk mu ini Tuhan, hingga aku tak berlama-lama hidup dengan penghianat itu.

__ADS_1


__ADS_2