GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Saatnya LDR lagi!!?


__ADS_3

Tak terasa cepat sekali waktu ini, hari ini 7 januari 2018 eza sudah harus kembali lagi bekerja. Entah kenapa aku tiba-tiba menangis dan rasa sedihku tak terbendung, aneh rasanya yang biasanya aku baik-baik saja dan terbiasa menjalani LDR namun hari ini aku menjadi sangat sedih. Eza berusaha menenangkan ku, terlihat sekali dia pun berat harus meninggalkan kami.


Ah kesedihan ku berlarut-larut.. sampai aku telat menyadari kalau bulan ini aku belum mendapat kan menstruasi selama, dan setelah ku sadari aku segera cek dan memeriksakan ke dokter. Hhmmm ... terjawab sudah mengapa aku sangat sedih saat eza balik ke luar pulau kemarin. Ternyata aku hamil, dengan semangat aku menghubungi eza tujuanku untuk mengabarkannya bahwa aku sedang mengandung anakknya.

__ADS_1


Namun, tak seperti yang aku bayangkan.. Jawaban dari mulut eza sangat melukai hatiku. Entah aku yang sensitif atau dia yang keterlaluan, dia meragukan anak yang ku kandung. "Bagaimana bisa kau hamil, sementara saya hanya pulang beberapa hari dan kita melakukannya hanya sekali. apakah itu memang anakku?" katanya. Hancur sekali rasanya, ketakutanku selama ini mulai muncul dan semakin ku takut nanti nya akan ada hal-hal tak menyenangkan terjadi.


Setelah mendengar kata-kata eza aku sangat sedih, kecewa, marah, semua terasa berputar di kepalaku. Lelah ku memikir kan semua ini, ku coba menghindari eza setelah itu. Telfon, Video call, atau bahkan Chat nya pun tak ku respon, bukan aku egois hanya saja rasa kecewa ini datang lagi dan aku pun tak akan bisa melupakan kata-kata eza. Sama saja dia merendahkan ku, menuduhku, dan tidak mempercayaiku.

__ADS_1


Mau tak mau aku menerimanya, ku coba meyakinkan hati ku.. mungkin saja saat itu dia hanya kaget karena terlalu cepat. Beberapa hari dia mengambil cuti katanya, hanya untuk meminta maaf kepadaku karena sikap diam ku membuatnya khawatir. Okke aku maafkan semua perkataanya padaku, dia mengantarku untuk kontrol kehamilan, mengajakku jalan-jalan agar supaya aku senang. Namun di hati ini masih saja tak bisa melupakan semua itu, sangat membekas dan tak mungkin bisa hilang.


Ternyata dia mengambil cuti cukup lama, hampir dua minggu. Bertepatan dengan hari raya di agama kami dia pun masih berada di kota kami, kami merayakan hari raya bersama. Setelah dua hari, dan hari raya berlalu dia berpamitan untuk kembali bekerja. Aku dengan sikap manjaku yang tiba-tiba muncul saat hamil, sempat membuat nya bimbang untuk kembali lagi meninggalkan aku.

__ADS_1


Dia berusaha mencari pekerjaan di kota kami, aftar saat melahirkan nanti kami bisa berkumpul. Sebulan selepas itu, dia di undang wawancara kerja di kota kami. Tanpa basa basi ia kembali pulang ke kota kami, dan menghadiri wawancara kerja tersebut. Katanya dia juga sudah berpamitan untuk resighn dari tempat kerja yang berada di luar pulau itu. Rasanya senang kami bisa berkumpul lagi tanpa harus LDR, namun eza masih pengangguran, karena keputusan wawancara kerja itu terhitung lambat.


__ADS_2