GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Pengintaian


__ADS_3

Dalam diam Fani masih berdiri di taman sambil menangis, dia begitu sakit dan sedih melihat perlakuan Sean pada nya.


Fani menatap kepergian Sean yang berlari mengelilingi taman tersebut,ia tak mengedip kan padangan,mata nya tertuju pada Sean.


Setiap Sean bergerak dan berlari tidak luput dari pandangan nya.


Diam-diam Fani mengikuti kemana Sean pergi, ia mengendap-ngendap agar Sean tidak menge tahui keberadaan nya.


Seketika Sean berhenti sejenak dan menelfon seseorang,Fani terus memeperhatikan dari balik pohon cemara yang berada tak jauh dari tempat Sean berada.


Ia melihat perubahan raut wajah Sean yang terlihat jelas di wajah nya menandakan bahwa Sean tengah menghawatir kan sesuatu setelah tidak ada respon dari panggilan teleponnya.


Fani terus mengikuti langkah kaki Sean kemana pun ia berjalan sampai akhir nya ia melihat Sean masuk dalam mobil nya lalu melaju dengan kecepatan tinggi.


Dengan gerak cepat Fani berlari ke arah mobil nya yang terparki di tepi jalan lalu masuk dan menyalakan mesin mobil.ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi mengikuti kemana arah mobil yang Sean kendarai.


Padat nya aktifitas jalanan ibu kota sudah menjadi makanan nya sehari-hari bagi Fani,yang sering kali kerap keluar rumah atau kantor untuk menggatikan pekerjaan Ayah nya jika ada rapat.


Jadi ia terbiasa dengan jalan yang macet, seperti saat ini.


Fani terus melajukan mobil nya mengikuti kemana arah mobil Sean melaju.


"Ada apa dengan nya?? Mengapa terlihat terburu-buru sekali membawa mobil nya??


Apa ada sesuatu terjadi pada Paman atau bibi?


Tapi dia jalan ke arah yang berbeda?? ini bukan jalan arah pulang kerumah nya??


Fikiran Fani terus berputar-putar dan bertanya pada diri nya dendiri


ia memper tanya kan kemana Sean akan pergi dengan terburu-buru hingga melajukan mobil dengan kecepatan tinggi tidak seperti biasa nya.


Di sebuah rumah yang terbilang sederhana tapi memiliki halaman yang cukup luas untuk menampung 5 mobil sekaligus pun cukup.


Fani mengamati sekeliling rumah itu dan bedialog sendiri"


"Rumah siapa ini? seperti nya aku tidak pernah tau?


Fani melihat Sean turun dari mobil dari kejauhan,karena saat ini Fani telah memarkirkan mobil nya di tepi jalan persis di depan gerbang rumah itu.

__ADS_1


Tatapan mata Fani tak lepas dari pandangan nya terus mengamati gerak-gerik Sean yang berjalan menuju rumah itu lalu mengetuk pintu.


Dari penglihatan mata nya, Fani melihat seorang gadis telah membukakan pintu.


Melihat dari kejauhan membuat Fani tidak bisa mendengar jelas percakapan apa yang mereka bicarakan. Fani mendengus kesal tapi dari gerakan tubuh Sean,Fani bisa membawmca nya bahwa ada masalah di antara meraka.


Gadis itu menangis dalam dekapan Sean membuat hati Fani meradang,ia panas dalam jiwa nya merasakan terbakar akan api kecemburuan yang tak beralasan.


Entah mengapa diri nya belum bisa menerima jika diri nya telah di tolak akan cinta nya dan akan bertekad mengejar nya sampai dapat.


Walaupun di pertemuan waktu itu mulut nya mengatan akan menerima tapi tidak dengan hati nya yang menahan sakit dan sesak menerima kenyataan pahit.


Waktu terus berjalan takpa di sadari Fani telah menunggu hingga 2 jam di dalam mobil.


🌷🌷🌷🌷🌷


Didalam ruan tamu Sean masih mendekap Jean dalam pelukan kan nya ia mencium kening lalu turun ke hidung dan ber akhir di bibir.


Ciuman yang berawal hanya ciuman biasa kini menjadi *******.


Bibir mereka saling bertautan tidak ada penolakan dari Jean hingga akhirnya Sean menciun dengan rakus nya dan memasukan lidah nya untuk mengapsen yang ada di dalam mulut Jean dengan lidah nya.


Ciuman itu semakin panas hingga membuat nafsu seornag pria tergugah dan di bawah sanah tengah menegang dengan keras nya, tapi ia mencoba mengontrol nya agar tidak menodai gadis yang ia dambakan selama ini.


Jean merasakan akan hal aneh yang ganjal di bawah bokong nya tapi ia memilih tidak menanyakan nya dan masih berlangsung dengan ******* nya.


Hari sudah siang,denting jam yang terdapat di pojok ruang tamu berdiri satu jam yang sangat bersar.sepertinya Jam jaman kuno?Tapi masih di rawat dengan baik seperti barang antik.Jam pun berbunyi menunjukan pukul 12 siang.


Sean tersadar akan alarm jam yang berbunyi begitu keras di samping nya.


ia melepaskan pagutan bibir nya dari bibir Jeane dan mencoba mengatur nafas dan mengontrol yang di bawa sana yang sudah mengeras agar tertidur kembali.


Suasana sangat cangkuh di antara mereka,


Sean mengecup pucuk kepala Jean dengan lembut, tapi Jean masih diam menundukan kepalanya karena malu.ini hal pertama kali nya ia mendapat ciuman dari seorang pria apa lagi pria itu belahan jiwa nya.


Sean segera menggeser Jean ke sofa dan berpamitan untuk segera pulang karena sudah siang.


"Jean....

__ADS_1


Masih terdiam tidak ada jawaban dari nya


"Jean apa kau marah??


Sean mengangkat dagu Jean lalu menatap mata nya mencari jawaban di dalam manik matanya.


"Ti-tidak Sean!?


Jean memalingkan wajah nya karena malu ia merasa bergetar dalam hati nya jika bertatapan mata dengan Sean apalagi mereka habis melalukan itu.


"Baik lah kalau kau tidak marah dan sampaikan salam ku pada Paman dan Bibi juga Keluarga Nisa, aku pamit pulang dulu.


"Ehem...


Hanya gumaman dan anggukan kepala saja atas jawaban nya.


Meraka bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar dan Sean pun berpamitan kepada Jean lalu berjalan masuk kedalan mobil dan melajukan nya.


Jean masuk dan menutup pintu baru saja ia melangkah sudah mendengar ketukan pintu.


Di sabrang jalan ada sepadang dua mata yang terus memperhatikan nya. ia adalah Fani yang membuntuti Sean hingga sampai saat ini.


Setelah menunggu lama akhir nya ada kesempatan buat Fani,untuk menanyakan apa hubungannya Sean dengan gadis itu.


Fani pun turun dari mobil setelah melihat kepergian Sean dan berjalan masuk kehalam rumah lalu dia berdiri dan mengetuk pintu rumah itu.


tok.... tok.... tok....


"Siapa??


Jean membuka pintu nya kembali dan melihat sosok seorang gadis yang seumuran dengan nya.


"Siapa aku tidak perlu tau!!


Ada hubungan apa kamu dengan Sean?


Fani langsung bertanya tude poin tanpa basa basi atau memberi salam.


"Kamu siapa dan ada apa?

__ADS_1


Tanya Jean


__ADS_2