
" Andini, nanti kamu temani saya, kita akan ke pesta pernikahan anak pak Herman ." suruh gio , Karna dia akan pergi ke pesta rekan bisnis nya, karna tak mungkin pergi tanpa pendamping, sebelum mengenal Andini gio selalu pergi sendiri, entah mengapa hati nya ingin pergi mengajak nya.
" Baik pak, tapi saya mau ke butik dulu karna baju saya sudah gak Bagus."
" Tidak usah, semuanya telah di siapkan dan pulang lah, sebentar lagi sudah jam 8 kita akan pergi ." Andini pun segera pulang dan hati nya sangat bahagia, karna setelah 3 bulan dia bekerja semakin hari gio semakin baik dan dia pun belum pernah pergi ke pesta besar jadi Andini sangat senang.
Andini telah sampai di rumah nya, dan benar sekali sudah ada orang dari salon di depan kosan nya .
" Wah ini gak , Kebagusan mbak." ucap Andini takjub melihat gaun yang begitu cantik dan mewah.
" Tidak mbak jadi ayolah, bersiap sebelum pak gio, marah karna kita terlambat."
Andini pun telah, berpenampilan sangat cantik, gio pun telah datang bersamaan dengan bintang karna mereka akan pergi ber tiga, layak nya sebuah keluarga.
" Kamu cantik sekali Kania." ucap gio pelan, untung saja Andini tak mendengar kan nya.
" Ayo " ajak gio mereka pun berangkat ke pesta.
" Hay Tante, Tante sangat cantik." ucap bintang memuji.
" Kau juga sangat tampan sayang." Andini pun mencium pipi gembul bintang.
Mereka telah sampai, dan banyak pandangan takjub dari orang lain, karna melihat mereka ber tiga seperti keluarga yang sangat bahagia.
" Istri anda sangat cantik pak." puji pak Herman Andini pun mau menjawab namun gio telah dulu menjawab nya.
" Terimakasih pak, istri saya memang selalu cantik." jawab gio sambil tersenyum.
Sedangkan Andini pipi nya merona merah, karna tersipu malu.
Mereka pun melanjutkan acaranya dan bintang telah pergi bersama nenek dan kakek nya, karna mereka juga di undang .
Karna gio memiliki suara yang bagus, pak Herman menyuruh nya untuk menyumbangkan lagu untuk pesta anak nya ini, gio pun tak menolak dan pergi menaiki panggung.
" Ya selamat malam semua nya, " Semua orang pun menjawab nya, dan bertepuk tangan sangat riuh, karna jarang sekali melihat seorang gio Antariksa mau bernyanyi dan tersenyum manis seperti malam ini.
" Saya akan menyumbangkan lagu, untuk keluar pak Herman selaku rekan bisnis saya, dan lagu ini saya persembahkan untuk wanita yang sangat saya cintai."
Gio pun mulai, memetik gitar secara perlahan, semua orang pun hanyut dalam lagu yang di bawakan oleh gio.
SAAT TERAKHIR
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun kubayangkan
__ADS_1
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Di bawah batu nisan kini
Kau telah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh 'ku tak sanggup ini terjadi
Karena 'ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan, kasih
Satu jam saja 'ku telah bisa
..
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja 'ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Di nantiku
Inilah saat terakhirku melihat kamu
__ADS_1
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan, kasih
Satu jam saja 'ku telah bisa
cintai kamu, kamu, kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja 'ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Gio pun bernyanyi dengan sangat menghayati lagu, mereka yang menonton pun ada yang telah menangis karna gio, bernyanyi sangat indah.
Gio pun tak sengaja meneteskan air mata, nya karna lagu ini sangat menyakitkan untuk nya.
Gio pun telah selesai bernyanyi dan semua pun bertepuk tangan, Andini pun menangis haru mendengar bait demi bait lagu yang gio nyanyikan, dia tau bagaimana sakit nya menjadi gio.
Gio pun turun dan langsung berjalan mendekati Andini, dan memegang erat tangan nya.
" Bapak, pasti kuat." ucap Andini sambil mengusap lengan gio.
Gio pun memeluk Andini dan Andini pun membalas pelukan itu.
Dan acara selanjutnya adalah berdansa bersamaan dengan pengantin gio dan Andini pun ikut berdansa.
" Kau sangat cantik malam ini ." ucap gio sambil berdansa.
" makasih pak, kau juga sangat tampan." ucap nya balik.
Mereka pun berdansa dengan sangat romantis, gio mungkin telah jatuh cinta dengan Andini karna, mereka juga sudah lama mengenal, walau gio masih saja bersikap dingin kepada nya, dan selalu membayangkan bahwa Andini adalah Kania.
Acara di lakukan dengan sangat baik Andini pun telah pulang ke rumah di saat di depan rumah entah Kenapa gio mengecup pipi nya, Andin pun tersenyum, tersipu malu.
"Kok gue jadi baperan sih, pak gio lagi, kok malam ini dia manis banget kan jadi baper aaa hati gue kok jadi gini ."
__ADS_1
Andini pun terus tersenyum malu " lama-lama gue bisa gila ni hahha" tawa Andini dan bersiap untuk tidur.