GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
bertemu?


__ADS_3

" agam kita duduk dulu di sini , bunda capek , kamu dari tadi ajak bunda keliling terus " ucap angel sambil duduk di kursi yang berada di sebuah taman bermain .


" iyaaa bun" jawab agam sambil ikut menyusul duduk di samping bunda nya.


" kamu kenapa sih, dari tadi kayak nyariin orang aja " ucap angel menatap putra nya . karna sedari tadi seperti nya agam berkeliling bukan menikmati tapi lebih le mencari sesuatu.


" hehe iyaa bun, agam lagi nyari teman agam , soal nya tadi dia bilang mau ke sini juga " ucap agam


" kaka kelas kamu itu" tanya angel, agam mengangguk sambil tersenyum.


agam dan angel sekarang berada di sebuah taman yang lumayan besar yang berada di tengah kota . taman yang besar menampil kan pemandangan pemandangan yang indah, bunga tertanam subur , danau nampak jernih dan biru yang berada di tengah tengah taman tersebut.


" agammm"teriak seorang gadis belia sambil berlari mendekati agam dan angel. agam dan angel menoleh ke belakang mencari sumbed suara .


" kk sheila " ucap agam . angel mengerut kan kening nya melihat gadis itu, wajah nya sangat familiar diingatan nya dan nama nya seperti nya sangat sagat tak asing.


" maaf agak lama " ucap gadis yang ternyata sheila setelah sampai di hadapan agam dan angel.


"iyaaa gak papa kak" ucap agam.


sheila menatap wanita di samping agam , mata nya berkaca kaca melihat angel , angel mengerut kan kening nya melihat gadis itu menatap nya dengan mata hampir basah.


" kamu kenapa sayang, kok liatin tante kayak gitu" tanya angel menyentuh pundak sheila.


sheila langsung memeluk angel sambil terisak. angel sedikit bingung, tapi angel tak melepaskan pelukan sheila angel malah membalas pelukan nya dan mengelus punggung sheila.


" sheila " terdengar suara bariton dari araj belakang mereka , mengagetkan .


semua nya berbalik dan menatap ke arah pemilik suara . angel membulat kan mata nya kala melihat pria yang sangat di benci nya berada tepat di hadapan nya , pria yang di takut kan nya akan muncul, pria ayng menjadi alasan nya pergi dari kota maju ini ,pria yang membuat nya takut berada di kota kelahiran nya.

__ADS_1


sama hal nya dengan angel, pria tersebut yang ternyata adalah mark pun ikut terkejut melihat wanita yang selama ini dia cari , wanita yang membuat nya hampir bunuh diri, wanita yang membuat dunia nya hancur, wanita yang membuat nya hampir bahkan sudah menelantarkan putri kecil nya dan sekarang wanita itu ada di hadapan nya.


" bunda?" panggil Agam yang melihat bunda nya termenung.


perhatian kedua nya terpecah kala mendengar suara agam, kedua nya menoleh ke agam secara bersamaan. mark membulat kan mata nya , menatap pria kecil yang sangat sangat mirip dengan nya , dari mata , hidung, bibir dan mungkin hampir semua nya.


mark berjalan mendekati agam dengan perlahan , mark seperti menatap masa lalu saat diri nya masih kecil, persis seperyi ini . ada rasa haru melihat agam , tangan mark terulur hendak menyentuh agam , mata nya berkabut , air mata terbendung di pelupuk mata .


" jangan dekat dan sentuh putra ku" ucap angel lantang , membuat agam dan mark menoleh ke arah angel. muka angel merah, nampak kemarahan dan ketakutan di mata nya.


" angel, dia , dia pasti , dia" ucap mark tergagap.


" dia anak ku kan?" ucap mark tergagap, air mata yang sempat di bendung sejuat tenaga akhir nya runtuh juga .


angel berjala mendekati agam, lalu menarik agam kedalam pelukannya , isakan terdengar dari mulut angel .


" dia putra ku, bukan putra mu, sampai kapan pun itu " ucap angel memeluk erat agam . agam masih diam begitu juga sheila menatap kedua manusia dewasa itu..


" tidakk, dia putra ku sendiri , bukan putra mu apalagi putra kita" ucap sarkas angel


" bundaa" panggil agam di dalan pelukan bunda nya. angel mengurai pelukan nya , menatap putra nya dengan sayang.


" kenapa sayang" tanya angel lembut.


" seperti nya bunda harus menyelesaikan masalah bunda dengan om ini " ucap agam . mendengar itu angel benar benat melepaskan peluka nya dan menatao putra nya.


" gak ada yang perlu di selesaikan sayang, bunda gak kenal sama dia , ayo kita pulang aja bunda capek" ucap angel.


" bunda, meskipun agam gak tau masa lalu bunda, agam gak tau apa apa tentang masalah bunda dan gak tau ada hubungan apa bunda sama om ini, tapi agam rasa ada sebuah kesalahpahaman" ucap agam tak berani menatap mata bunda nya.

__ADS_1


air mata angel semakin deras mengalir.


isak tangis nya pun terdengar semakin jelas.


" benar apa yang di katakan nya , kita harus melurus kan masalah ini" ucap mark menatap sedih pada angel dan agam.


" bunda , agam dan kak sheila ingin berkeliling karna niat awal kami ingin bersenang senang, bunda dan om ini silahkan berbicara" ucap agam . angel enggan melepaskan agam .


" agam hanya berkeliling, agam tidak akan meninggal kan bunda , kalau ada apa telpon saja agam" ucap agam . Mark menatap takjub pada putra kecil yang dia yakini adalah putra nya itu.


" om aku titip bunda, selesai kan kesalahpahaman itu. aku tidaj ingin melihat bunda ku menangis lagi" kata agam terdengar seperti lelaki dewasa .


.............


" angel, sebelum nya aku minta maaf atas kejadian masa lalu kita , atas apa yang telah ku perbuat aku rasa tidak ada kata maaf lagi tapi aku benar benar minta maaf, aku tidaj tau lagi harus bagaimana" ucap mark menatap angel yang duduk di hadapan nya sambil menggenggam cangkir green tea.


sekarang mereka berdua tengah ada di cafe sekitar taman.


" awal nya aku menyesal karna telah bertemu dengan mu , aku sempat merutuki nasib buruk ku kala itu , tapi beriring jalan nya waktu aku mulai mengikhlaskan nya dan apalagi setelah putra ku lahir " ucap angel dengan suara dingin nya


" jadi benar dia adalah anak ku" ucap mark senang.


" tidak, sampai kapan pun dia bukan putra mu . dia adalah putra ku seorang, hanya aku " ucap angel penuh penekanan.


" angel aku mohon maaf kan aku, aku dulu ingin mempertanggung jawabkan semua nya tapi kamu telah pergi saat itu juga . aku sudah mencari mu kemana mana tapi tak ku temukan juga. sampai akhir nya aku teringat tentang tempat magang mu yang berada di sebuah pedesaan terpencil, aku sempat kesana tapi mereka bilang kamu telah pindah kekota beberapa minggu lalu , aku sempat putus asa kala itu . dan sekarang aku telah menemukan mu, aku akan mempertanggung jawabkan semua nya angel, ku mohon" tanpa di ingin kan air mata mark mengalir di pipi nya.


" maaf aku tak bisa " ucap angel.


" angel ku mohon, demi putra kita " bujuk mark.

__ADS_1


" aku tetap tak bisa " kekeh angel


__ADS_2