GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Eza


__ADS_3

Akta cerai ku telah terbit, rasanya aku sangat lega. Status ku berubah menjadi janda, namun aku tak perlu mencemaskannya. Apapun itu yang terpenting aku bisa membuat anakku bahagia. Semakin lama aku dan eza rekan kerjaku itu semakin akrab, tak pernah terbayangkan eza tertarik padaku dan aku sama sekali tak pernah mengharapkannya. Menurutku dia adalah teman yang baik, selalu membuatku senang.

__ADS_1


Setelah satu bulan resmi aku menjadi janda, banyak surat tagihan dari beberapa Bank yang ku terima. Astaga.. Limit kartu kreditku kandas, padahal aku tak pernah memakainya, selama ini memang aku punya beberapa kartu kredit namun hanya ku simpan dalam lemari bajuku. Atas tagihan ini dengan terpaksa aku menghubungi wawan untuk menanyakan apakah dia yang telah melakukan semua ini, belum tuntas aku membicarakan kartu kredit via telfon dengan wawan pintu rumahku terketuk. Dari satu bank lagi, menanyakan iuran BPKB motorku yang telah tergadai.

__ADS_1


Rasanya dunia ku runtuh, mengapa wawan masih membuatku susah. Pecah tangisanku malam itu, memikirkan bagaimana aku bisa membayar semua itu sementara kebutuhan untuk anakku saja sudah tak menyisakan banyak upah kerjaku. Aku bingung, cerita kepada siapa. Tak mungkin aku membuat ibuku berfikir lagi setelah perceraianku. Bercerai juga sudah termasuk mencoreng nama baik nya, apakah harus ku bebani lagi dengan seluruh hutang atas nama ku yang di lakukan wawan. Sungguh bingung aku Tuhan...

__ADS_1


Wajah bingungku terbaca oleh eza, karena katanya sikapku tak seperti biasa. Dia bertanya dengan sedikit memaksa agar aku menceritakan semuanya, ku fikir akan sedikit lega bercerita dengannya. Mulai ku ceritakan semuanya pada eza, ku lihat dia sangat serius mendengar kan ceritaku. Seusai aku bercerita aku sedikit lega, setidaknya aku melepaskan beban yang ku simpan padanya. Saat jam istirahat eza mengajakku makan siang di luar, namun ku menolaknya. Bagaimana tidak.. aku harus sangat berhemat agar upahku cukup untuk menanggung beban yang d tinggalkan wawan. Namun eza tetap memaksaku, dia bilang dia yang akan mentraktir setiap hari.

__ADS_1


Saat kami makan siang di luar tiba-tiba eza menyodorkan kartu atm nya padaku, "ini, bayarlah Lunas BPKB motormu dulu. Tak usah berpikir bagaimana mengembalikannya, aku iklas membantumu". Ha?? ga salah nih, batinku. Aku senang, namun apa aku pantas menerima ini. Ku tolak dia dengan halus, namun dia terus memaksaku untuk menerima bantuannya. Sejenak ku berpikir, apa mungkin eza perduli seperti ini karena menyukaiku?. Ah... Ya sudah lah ku terima bantuan darinya, namun aku memintanya untuk menemaniku datang ke Bank dimana BPKB motorku d gadaikan oleh wawan agar eza tau detile pelunasan yang di lakukan dengan menggunakannuangnya. Bebanku hilang satu rasanya, namun masih ada beberapa tagihan kartu kredit yang harus ku bayar.

__ADS_1


__ADS_2