GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Aku mulai bahagia..


__ADS_3

September 2013, sudah satu tahun berlalu.. ferdi tetap mencariku, entah kenapa dia tidak memikirkan anak dan istrinya sampai ku berfikir apa dia sudah gila.. menelantarkan anak dan istrinya demi aku, demi mencariku.


Sampai pada suatu hari ada nomor yang tak di kenal menelfon ke HP ku, hhhmmm memang dari aku putuskan hubungan dengan ferdi nomor HP ku tak pernah ku ganti. Aku angkat panggilan dari nomor tak di kenal itu, di seberang sana ada suara perempuan yang tidak di kenal. Dia marah-marah, mengatai ku, mencemooh ku... Dia istri ferdi, dia berfikir aku yang menggoda ferdi. Padahal kenyataannya ferdi yang mengejar-ngejar aku, tak berhenti sampai di situ beberapa hari selanjutnya aku terus di teror di cemooh pada pesan singkat... semua kata-kata buruk di tujukan padaku.


Kenapa... kenapa perempuan itu tak bisa berfikir jernih dan mengerti akan penjelasanku. Sampai pada akhir nya aku lelah.. lelah menanggung tuduhan yang di arahkan padaku. Aku mengajaknya bertemu, kebetulan saat itu aku mengunjungi saudaraku di Kediri. Kota yang sama dengan tempat tinggal perempuan itu, ku berniat untuk memberi penjelasan sekaligus membela diriku yang jelas-jelas tidak bersalah.

__ADS_1


Deg... kenapa ada ferdi ikut serta bersamanya... Weni nama wanita itu.


Aku mencium aroma tidak baik saat ini, benar saja ferdi mengaku aku yang menggodanya 🄓hhhhh.. yang benar saja, dia yang terlihat seperti orang gila mengemis untuk bertemu denganku, tapi di depan weni istrinya dia bilang aku menggodanya.. benar-benar gila. Seperti apapun aku menjelaskan pada weni, ya.. tetap saja weni membela suaminya, dia type perempuan yang hanya percaya pada ferdi tidak mendengar apapun penjelasanku, sia-sia lah semua.. aku menjelaskan sperti apapun tak akan di terima olehnya.


Cara terakhirku lepas dari semua itu , aku memutuskan menghilang. Resighn dari tempatku bekerja dan mencari pekerjaan baru, tak lupa ku ganti nomor HP ku yang suda terkontaminasi oleh hal-hal buruk hehehe. Ini semua demi ketenangan hidupku.

__ADS_1


Beberapa bulan pun berlalu, Tahun baru... Ya.. tahun baru... Aku pergi ke suatu acara di cafe dekat dengan rumah, Dan itu awal dari pertemuanku dengan Wawan.


Wawan bekerja di Cafe tersebut, menurutku wawan baik, pekerja keras, ibadahnya juga ok!. Kami menjalin hubungan pertemanan, sampai pada suatu saat wawan ke rumahku dan menyatakan perasaannya padaku. Tapi entah mengapa malah aku berkata "maaf, aku tak ingin pacaran. buang-buang waktu, aku ingin seseorang yang serius dan meminta aku pada kedua orang tuaku". Ah... entah mengapa ak berkata sedemikian... wawan terdiam, tak lama kemudian wawan pamit pulang.


Aku tak menyangka, wawan datang pada bapakku keesokan harinya. Yang benar saja.. dia melamarku, memintaku pada bapaku.

__ADS_1


Sebenarnya aku masih trauma pada apa yang terjadi padaku beberapa waktu lalu, tapi itu salah ku sendiri kenapa bilang ke wawan seperti itu. Kenapa saat wawan berniat serius aku malah takut ... ah... payah aku ini.


Seminggu kemudian keluarga wawan datang untuk melamarku, membawa beberapa seserahan sederhana. Baru saat itu pula aku mengenal keluarganya, Ibunya, Bapak beserta paman dan bibi nya.


__ADS_2