
Setelah aku berbicara dengan Fahri beberapa hari lalu, aku lega sekali. Semakin dekat hari pernikahan ku dengan eza semakin ku berusaha memantapkan pula hatiku agar nantinya tak ada seorang pun yang kecewa di antara kami, baik aku maupun eza sama-sama berharap pernikahan yang indah. Ragu kadang kurasakan, karena masih terngiang ucapan ibu eza saat pertama kali kami bertemu, sepertinya memang tak akan bisa ku lupakan.
Aku memutuskan untuk menghapus semua kontak atau semua hal tentang fahri, agar perasaanku pun bisa terbiasa melupakannya.
__ADS_1
Seminggu lagi akan datang waktu ku menikah... aku sangat berusaha untuk menghilangkan bayangan fahri yang terlanjur masuk ke hatiku walaupun untuk waktu yang sebentar. Rasanya... berdosa sekali jika nantinya saat aku menikah dengan eza, namun nyatanya di hatiku masih ada lelaki lain...
Ya Tuhan... entah mengapa pemikiran ku ini sangat kacau. Serasa hari berjalan cepat, Tiba hari dimana aku harus menjemput eza ke bandara, dan kurang beberapa hari lagi kami akan menikah. Aku masih saja tak menyangka, keluarga eza berubah pikiran dengan merestui kami. Ah... Mungkin saja ini jodoh dari Tuhan. Di bandara kami melepas rindu, aku dan anakku menyambut kedatangan eza. Hangat sekali seperti sebuah keluarga sebenarnya.
__ADS_1
Harapanku kedepannya tak akan ada yang berubah setelah ini, dan tetap seperti ini. Aku hanya takut nantinya eza akan berubah, berubah sikap pada anakku, ataupun ibunya kembali tak menerimaku... ah entah lah .. banyak sekali yang ku takutkan .. hingga terkadang aku larut dalam ketakutan ku dan membuat kami sering kali berselisih paham.
Setelah beberapa waktu kami melakukan acara sakral itu, kami kembali ke kediaman ku. Karena di sana aku mengadakan resepsi kecil-kecilan dengan mengundang teman terdekat dan sanak saudara. Acara berlangsung begitu khidmat dan lancar, cukup bahagia hari itu. Tak terasa hari pun sudah mulai sore, acara kami lalui dengan sempurna menurutku. Saatnya kami beristirahat karena esok hari akan mengadakan acara unduh mantu di kediaman eza.
__ADS_1
Eza anak pertama, dan untuk pertama kalinya orang tua eza mengadakan Acara unduh mantu, secara sederhana kami mengadakan acaranya. Namun rasanya cukup meriah, banyak tamu yang datang di acara unduh mantu kami. Dari pagi hingga malam tiba tak henti-hentinya tamu datang. Lelah memang, namun aku bahagia. Setelah acara selesai, kami berencana tinggal di sana untuk beberapa waktu agar eza juga bisa melepas rindu dengan orang tuanya.
Kurasa sedikit kaku suasana di rumah eza, mengingat perlakuan ibunya yang sedikit tak menyenangkan saat kami pertama kali bertemu. Aku hanya takut salah ngomong dan takut berdampak tak baik, canggung sekali... jadi di sana tiba-tiba aku yang biasanya cerewet jadi berubah diam seketika. Hahaha.. aneh rasanya, tapi aku pun harus menyesuaikan diri dengan keadaan di sana.
__ADS_1