GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
49.


__ADS_3

Hari telah malam Kania dan gio pun sudah berada di kamar nya.


Gio memeluk kania walaupun rasa nya sangat besar .


PASTI BESAR DONG KAN HAMIL DASAR AUTHOR GAK JELAS WKWK.


Gio mencium bibir Kania lembut, Kania pun tak menolak nya.


" Sayang minta jatah boleh?" tanya gio dengan senyuman nya.


" Ha ngadi-ngadi lu Bambang, anak gue mati entar." omel Kania terkejut, pasal nya gio tak jelas.


" Engggak kok, pelan-pelan aja ya ." rengek gio memelas.


" Tapi .... yaudah deh iya." jawab Kania tak mungkin juga dia akan menang berdebat dengan gio.


Gio pun langsung bersorak gembira, dia memulai dari bibir turun ke leher Kania pun geli-geli sendiri atas ulah gio .


Gio pun memulai kegiatan nya perlahan namun pasti , ya begitulah seterusnya.


Pagi telah memancarkan sinar nya , namun Kania kunjung untuk bangun karna kelelahan akibat ulah gio.


Gio pun tersenyum jahil, " dunia serasa milik berdua anjayy." ujar gio dalam hati.


Gio pun meninggalkan Kania dan langsung pergi Tampa membangun kan nya gio pergi ke Transmart untuk berbelanja perlengkapan bayi, karna tak lama lagi Kania akan melahirkan, gio sudah memiliki uang sendiri karna telah menjadi CEO di kantor Daddy nya cabang ke dua .


" ahhh anak gue ni cowok apa Cwek ya, nanti di beliin barang serba pink anak ny cowok, kayak bencong anak gue ." omel gio dalam hati karna bingung sendiri.


SOK-SOK AN MAU BELANJA SENDIRI LO SIH GIO.omel author ni.


Gio pun memilih untuk membelikan warna biru, karna jika warna biru cewek ataupun cowok pasti suka.


Gio sangat gembira melihat baju-baju kecil ini, " pasti imut banget ni." girang gio melihat baju beserta kaos-kaos kaki nya.


Gio pun segera pulang sambil tersenyum puas." assalamualaikum" salam gio dari luar.


" waalaikumsalam." sinis Kania ," pergi kok gak bilang-bilang itu apa ?" tanya Kania heran melihat gio penuh dengan keresek belanja.


" Heheh maaf ya, gak tega mau bangunin, istri tercinta." ucap gio sambil terkekeh.


" Ini baju-baju untuk debay, "


" semua nya wihh banyak banget, memang suami idaman." girang Kania.

__ADS_1


Gio pun tersenyum, usaha nya membuahkan hasil, melihat istrinya Tersenyum gembira pun, sudah lebih dari cukup .


Sembilan bulan Kania mengandung, tak terasa tinggal menunggu hari kebahagiaan yang mereka tunggu-tunggu akan datang, begitu pun dengan Erik dan Dinda yang sudah sibuk, menyiapkan barang-barang untuk kehadiran cucu nya.


Sedangkan di sisi lain Adiba merasa sangat prustasi, mendengar semua kenyataan, yang di alami nya.


" Aku bodoh aku bodoh ." Teriak Adiba kencang.


" Kamu dasar wanita murahan, aku kurang apa Sinta aku kurang apa sampai kamu tega mengkhianati aku Sinta." teriak Adiba murka di depan wajah Sinta, Sinta pun terdiam kaku dengan wajah pucat nya, melihat Adiba semurka ini.


" Maaf." cicit Sinta pelan.


" Maaf kamu bilang maaf Sinta, wanita kayak kamu gak pantas untuk aku maafkan." tegas Adiba sambil menunjuk Sinta.


" Kamu tau alasan aku berhianat ha, aku di paksa oleh perjodohan ini Adiba aku lelah, aku sudah memiliki pacar Adiba karna perjodohan ini aku kehilangan orang yang aku cintai Adiba hiks hiks." ucap Sinta sambil menangis.


" Kalau kamu gak setuju, kamu bisa batal kan, gak usah seolah-olah kamu menerima perjodohan ini Sinta." bentak Adiba.


" aku lelah Adiba sama kepura-puraan aku Adiba aku lelah, aku di tuntut untuk selalu mengikuti keinginan papa dan mama aku tanpa mereka tau aku tersiksa Adiba aku tersiksa menikah tanpa rasa cinta Adiba."


" Ah sudah lah, seharusnya kau jelas kan pada ku kalau kau tidak mau di jodohkan, 16 tahun Sinta 16 tahun kau berhianat dan membohongi ku aku benci Sinta aku benci kebohongan, penghianat." teriak Adiba prustasi.


" Apa kamu tau Adiba aku benci berpura-pura mencintai kamu aku benci dan aku enggan untuk berbohong lagi dengan mu Adiba aku akan jujur, aku akan jujur kalau bela bukan anak kandung kamu, tapi melainkan anak dari pacar ku maafkan aku Adiba maafkan aku." ucap Sinta meneteskan air mata sambil meminta maaf.


Dunia Adiba seakan runtuh, anak yang selama ini iya sayang-sayang kan anak yang selama ini dia banggakan dia rawat sebaik mungkin ternyata hanyalah anak dari seorang penghianat.


Plak.....


Adiba menampar Sinta kuat " Sinta katakan pada ku aku salah apa pada mu Sinta, kau tau bertapa sayang nya aku kepada bela dan ternyata dia hanyalah anak haram dari perselingkuhan kalian , aghhh aku bodoh aku bodoh ." teriak Adiba kencang.


Sedangkan bela dari tadi menangis, maratapi kenyataan pahit ini , bela pun pergi mendekati ibu nya , bela juga tak tega melihat ibu nya menangis kesakitan akibat tamparan dari Adiba.


" Stop" teriak bela berlari mendekati mereka, " Cukup yah, Bu." hiks hiks.


" Kamu gak usah ikut campur, kamu hanyalah anak haram yang sangat saya benci." ucap Adiba tegas.


" Yah , tolong yah jangan seperti ini hiks hiks Imel tetap anak ayah yah." ucap bela sambil menangis memeluk Adiba.


Adiba sebenarnya juga tak tega melihat bela menangis karna jujur saja Adiba sangat menyayangi bela namun karna kebencian nya Adiba mendorong tubuh Imel.


" Kau minta saja penjelasan dari ibu mu dan mulai sekarang jangan panggil saya ayah." ucap Adiba penuh penekanan dan pergi menjauh dari mereka.


" Tania aku hancur Tania, penghianat itu kembali Tania aku lelah Tania , aku rindu diri mu aku minta maaf hiks hiks Tania maaf kan aku kembali lah Tania." Adiba pun terduduk sambil menangis menatap langit malam." apa ini yang di namakan karma Tania ahh dunia tidak adil Tania dunia tidak adil." teriak Adiba kencang.

__ADS_1


before the incident🌝


Sebelum kejadian 🌝


Adiba pulang cepat tidak seperti biasa nya, namun tak ada jawaban dari salam nya Adiba pun masuk dan dia mendengar suara orang seperti menelpon sambil tertawa-tawa Adiba penasaran dan dia mendengar kan sampai mereka menyudahi.


ADIBA KEPO GYS DASAR TUKANG NGUPING


" Oh ternyata seperti itu kamu di belakang saya." ucap Adiba takjub mendengar istri nya bermesraan -mesraan menelpon lelaki lain, dengan diri nya saja Sinta tak pernah seromantis itu.


" Aku aku bisa jelasin." ucap Sinta gugup.


" Sudah tak ada yang perlu di jelaskan Sinta." bentak Adiba.


Dan terjadilah adu mulut di antara suami istri itu.


back to the beginning🌝


kembali ke awal🌝


Adiba pun kembali ke rumah papa nya dengan ke adaan sangat kacau.


" Kamu kenapa nak?" tanya mama Adiba cemas.


" Aaggh dunia aku hancur ma hancur, penghianat itu kembali lagi ma aku hancur ma hancur." teriak Adiba prustasi.


" bela bukan anak aku ma, Sinta berhianat, aku hancur rapuh ma rasa nya sangat sakit aghh."


" sabar nak sabar hiks hiks maafkan mama dan papa nak , maaf kan kami kami telah menghancurkan kebahagiaan mu nak maaf." lirih mama Adiba menangis.


Papa Adiba pun ikut bergabung dan sangat prihatin melihat ke adaan anak nya, ini semua karna ulah nya karna dendam nya dan anak nya, yang menanggung karma nya dia menyakiti cucu nya sendiri jujur papa Adiba sangat menyesal.


" maafkan papa nak maafkan papa, " papa Adiba pun ikut menangis.


" kalian gak usah minta maaf ini salah Adiba pa ma hiks kalian gak salah."


" ini salah kami nak salah kami, papa egois nak papa egois maaf kan papa."


" Karna ke egoisan papa kamu jadi seperti ini nak maafkan papa, "


Pram papa Adiba pun menceritakan semua nya, Adiba pun diam lemah tak berdaya, mendengar semua nya betapa terkejutnya dia mendengar semua nya , dunia Adiba seakan terhenti, marah kesal benci kecewa semua nya ada dalam diri nya, semua orang membohongi nya, semuanya semuanya penghianat, hal yang paling di benci oleh Adiba ternyata kebohongan lah yang menghancurkan semua nya kepercayaan, kehormatan Adiba sangat menyesal.


lanjut part berikutnya ya 🎉

__ADS_1


__ADS_2