GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Isi Chat Suamiku


__ADS_3

Ku ambil HP suami ku yanga ada di sampingnya, HP Android dari Smartfr** milikku yang dia minta saat awal kami menika, dengan alasan agar bisa lancar komunikasi dengan rekan kerjanya. HP nya di sandi, cukup menghabiskan waktu ubtuk berfikir apa sandinya. Setelah beberapa kali memasukan rangkaian angka, akhirnya terbuka juga. Ku buka aplikasi BB* nya yang saat itu lagi booming, benar saja chat terakhir dengan seseorang bernama Laila.


Laila adalah perempuan yang ku lihat bersamanya tadi, di chat itu mereka membahas pertemuan selanjutnya. Setelah ku baca semua isi BB* nya, bukan hanya Laila perempuan yang di gandeng suamiku. Tapi masih ada beberapa lagi, isi Chat nya masih merencanakan pertemuan pertama. Segera ku salin nomor HP laila ke HP ku, agar kudah untukku merencanakan pertemuan dengan laila.

__ADS_1


Menyakitkan? Ah.. tidak, sudah terlalu sering mungkin. Jadi saat ku baca semua isi chatnya dengan perempuan-perempuan itu sama sekali hatiku tak ada perasaan sakit, mati rasa mungkin lebih tepatnya. Yang terpenting di benakku, aku harus jaga diriku jangan dampai suamiku menyentuhku. Aku sudah tak sudi lagi, hanya perlu beberapa bukti yang kuat agar ak bisa mengusir'nya dari rumahku dan menceraikannya. Soal anak sepertinya aku mampu membesarkannya sendiri, toh selama ini aku sendiri juga yang membiayai anakku dengan kerja serabutan yang bisa di bawa pulang dan ku kerjakan di rumah.


Ku telpon Laila, Ku jelaskan padanya tentangku. Dia tak percaya wawan sudah beristri, dia mau bertemu denganku hanya saja aku harus membawa wawan agar dia percaya. Aku menyetujuinya, Kami atur rencana bertemu beberapa hari mendatang. Seketika itu ku coba bicara pada wawan, untuk bisa mengantarku ke tempat temanku Padahal sebenarnya untuk mengantarku menemui kekasihnya.

__ADS_1


Begitu pucat ku lihat wajah wawan, di sebrang jalan laila terlihat sedang membuka pintu pagar lalu berjalan menuju tempat kami berdiri. Kami bersalaman, dia memohon maaf padaku atas ketidak tahuannya bahwa wawan sudah beristri. Dia berkata padaku "wawan mengaku single padaku, maka dari itu aku mau di ajak jalan olehnya. Jujur saja kami menjalin hubungan kasih 2bulan ini, tetapi kenapa kau tak menampar atau menjambak rambutku,seperti kebanyakan seorang istri yang memperlakukan perempuan simpanan suaminya?". Ah... aku bukan orang yang seperti itu, Kalau kau ambil suamiku mah aku iklas haha itu isi hatiku sih.


"Bukan kamu yang salah mbak, tapi suamiku yang kelewat batas, tidak memikirkan anak dan istrinya di rumah. Kamu cantik, lelaki seperti suamiku bisa kau dapatkan sebanyak yang kau mau, jadi pikirkanlah kembali" kataku padanya. Selepas itu aku dan wawan pulang, sudah puas ku dapat pengakuan dari laila. Sesampai di rumah wawan diam membisu, entah malu atau merasa bersalah. Tak sepatah katapun ia keluarkan dr mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2