GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Satu kesalahan yang membuatku hancur, namun indah.


__ADS_3

Ya... awalnya kami hanya saling balas cium kening, selanjutnya ferdi berani mencium bibir ku.. aku menikmatinya karna saat itu kami saling jatuh cinta menurutku... dari saling berpaut bibir mulailah ferdi memainkan tangannya.. membuat ku ingin meledak rasanya... menikmati semua perasaan cinta kami tanpa berpikir apakah di masa depan kami akan tetap bersama.


Semakin hari kami terlihat semakin romantis di mata teman-teman... tanpa mereka tahu dosa yang kami perbuat dari hari ke hari.


Nana sudah memperingatkan ku agar aku tak larut semakin dalam dengan perasaan ini, namun aku mengabaikan nya dan masih terus melakukannya dengan ferdi.

__ADS_1


Sampai lah pada suatu hari di mana aku merayakan kelulusan dan di barengi dengan hari ulang tahunku, ibu dan bapakku membuat pesta syukuran kecil-kecilan dengan mengundang teman-temanku. Hari itu dimana pertama kali nya ferdi tidak ikut serta, dia menghilang tak ada kabar... entah kesibukan apa yang sedang dia kerjakan, tidak biasanya dia seperti ini. Aku menanti nya, hingga tak ada seorang temanku pun yang tersisa di pesta syukuran yang di buat orang tuaku.. Aku mulai khawatir, tanpa tahu apa yang ku khawatirkan sebenarnya.


Baru ke esokan harinya ferdi muncul dengan membawa kado, kesal memang rasanya.. tapi aku tak bisa berlama-lama mengabaikan nya, rasanya aku sangat merindukannya. Dia memberi suatu alasan dan aku percaya, entah lah.. aku sangat takut kehilangannya.


Kado dari ferdi ku buka pada saat itu juga, Woow.. handpone keluaran terbaru pada masa itu, saking larutnya aku dalam kebahagiaan ini, hingga aku tidak pernah menanyakan uang dari mana dia dapatkan untuk memberikanku kado yang mewah itu.

__ADS_1


Ya... Ternyata sudah tiga bulan kami tak bertukar kabar. sampai pada suatu malam ferdi mengunjungiku di tempat kerja... aku senang sekali.. ferdi bilang dia kangen.


Aku dengan manjanya minta ini itu seperti anak-anak yang sudah lama tidak ketemu bapaknya.. hehehe. Kami duduk di sebuah restoran... mengobrol, bertukar cerita.


Ferdi menyampaikan niat seriusnya pada saat itu, yang rencananya nanti ketika dia lulus dia akan segera melamarku. Dari pertemuan malam itu kami kembali seperti dulu, hampir setiap hari... Aku juga sering menginap di rumahnya, karena jarak tempat kerjaku dengan rumah dia lah yang terdekat. Orang tuanya mengizinkan aku tidur di kamarnya, mereka tidak pernah berfikir buruk tentang kami. Tentang apa yang akan kami lakukan bila ada di satu kamar yang sama saat hanya ada kami berdua.

__ADS_1


Cukup lama aku menjalani semua itu, sudah seperti seorang istri di bagian keluarga mereka. Aku memasak, mencuci kan pakaian ferdi, bercengkrama dengan adik-adik nya. Ahh... bahagia sekali saat itu, hingga aku lupa diri sebenarnya aku bukan siapa-siapa dan hanya seorang kekasih yang tak tahu nantinya akan jadi menikah dengan dia atau tidak.


__ADS_2