GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Abi Abimana


__ADS_3

Semilir angin malam menambah kesan dinginnya malam ini, meski kami larut dengan pikiran masing-masing, aku tahu mungkin Abi sibuk memikirkan sesuatu yang terjadi dimasa lalunya. Bagaimana Abi kecil bisa melewati semuanya seorang diri.


" Sekarang aku tahu apa yang Ayahku rasakan?. Menyakitkan sekali, bukan? Kamu terus memikirkan mengapa Ia tega melakukannya? Dengan siapa? Apakah orang itu lebih baik dari pada Ayah dan lebih hebat? Atau bahkan meski ia hebat, kau tidak boleh melakukannya, meski orang lain mengingkannya. Aku ingin menjadi egois beberapa saat, tapi setelah aku tahu kebenarannya, aku paham sekarang ."


" Ini salahku, Abi, aku terlalu sibuk dengan urusanku dan masalahku, aku membiarkan mereka merasakan keterpurukanku, hingga tidak ada jalan bagi mereka dan mereka menjauh. Aku jahat sekali bukan, aku sangat jahat Abi ." Tanpa terasa bulir bening itu jatuh membasahi pipiku, aku menangis dengan sejadi-jadinya. Aku melepaskan semua perasaanku, aku harus melepaskan semua beban masalahku hingga aku bisa berpikir jernih.


" Aku minta maaf Abi, aku juga membuatmu jauh dengan Langit. Aku mengancammu dengan hal gila. Lalu saat aku dengar Langit telah bertunangan, aku memutuskan untuk ke Jepang, tapi aku kembali lagi, karena kupikir aku hanya melarikan diri. Aku minta maaf! ."


" Tidak, Sarah, kau sudah memutuskannya dengan tepat. Kau benar, kau mungkin membuatku berpisah dengan Langit, dan ia sudah bertunangan sekarang, tapi semua ada hikmahnya, Langit bertemu seseorang yang lebih baik baginya dan tepat. Aku senang mengetahui itu ." Jelas Abi menatapku.


Ya, Abi bilang, Tuhan tidak mengatur semuanya dengan sia-sia. Semua selalu ada porsinya masing-masing. Baik buruk akan bertemu dengan jalannya masing-masing. Bahkan ketika kita membuat kesalahan, Tuhan masih mau mengarahkan kita agar kembali pada hati yang bersih, memaafkan dan memberi pelajaran dari semua hikmah yang telah terjadi.


Aku adalah salah seorang dari banyaknya orang yang beruntung karena telah bertemu Abi. Sekali lagi ia benar, aku membuat kesalahan dan Tuhan masih mau mengarahkanku. Abi tersenyum dengan tulusnya memandang ke arahku. Aku tidak tahu, jika tidak bertemu wanita yang bernama Maya itu, juga jika Abi tidak menemuiku malam ini, mungkin sekarang aku masih gelap pikiran.


" Terima kasih Abi ."


" Untuk apa? ."  tanyanya menautkan alis.


" Untuk menemuiku dan juga memberi maaf ." Terangku dan Abi membalasnya dengan senyum yang begitu menenangkan.


Setelah bertemu dengan Abi, mungkin aku harus harus menemui Mama sekali lagi. Aku harus tahu mengapa Mama melakukannya. Aku kembali ke rumah sendirian setelah menolak tawaran Abi untuk  mengantarku. Menyelesaikan kesalahpahaman dan kembali menajadi teman adalah hal yang lebih dari cukup.

__ADS_1


Terlihat Mama yang sedang duduk di ruang tamu dalam keadaan gelap karena Mama tidak menyalakan lampu. Aku menghamirinya dan segera menekan lampu ruang tamu. Mama tampak terkejut melihat kehadiranku. Aku tahu, Mama sepertinya habis menangis terlihat dari matanya yang sembap.


" Ma, sekarang tolong jelasin ke Sarah, kenapa Mama lakuin semua ini? Apa ini ada kaitannya dengan Sarah? ."


" Enggak, Sar. Ini gak ada kaitannya sama kamu. Ini semua murni kesalahan Mama ."


" Tapi kenapa, Ma? ." Tanyaku sekali lagi.


" Yah, mungkin memang seharusnya Mama tidak menyembunyikan semuanya dari kamu. Mama merasa ini konyol jika Mama bilang Mama mencintai pria itu ."


" Dan Bay* itu ? ." Tanyaku kali ini. Mama menjelaskan jika Bayi itu sudah tidak ada karena kecelakaan dan Mama tidak sengaja menyingkirkannya.


" Mama nyesal Sarah, tapi mama sadar mama ngelakuin kesalahan fatal, dan Papa, dia gak berhak maafin mama dan mama gak layak untuk itu ."


Abi memberitahuku banyak hal. Agar selalu memiliki hati yang lapang dan bisa menerima. Sebab setiap orang pasti bisa melakukan kesalahan.


" Sarah juga minta maaf, Ma, udah gak pernah tanyain perasaan Mama, tapi Mama harus berhenti sama semua ini, Ma. Kita harus mulai awal baru buat semuanya, ya! ."


" Iya, Mama janji, Sayang ." Ucap Mama makin mengeratkan pelukannya. Ada perasaan lega setelah kita memaafkan seseorang, selalu tersedia ruang kosong dihati kita untuk menerima orang itu lagi ."


Aku berjanji setelah ini, akan lebih banyak waktu untuk Mama.

__ADS_1


Aku akan selalu menyempatkan jadwal kosong untuk menemaninya agar Mama tidak kesepian. Ia atau tidak, aku juga ikut bertanggung jawab untuk semua ini.


Aku tidak mempermasalahkan jika kami harus pergi dari rumah, kami hanya harus menjalani kehidupan kami dengan baik, dan Papa, aku tetap mendukung apapun yang ingin Papa lakukan. Bahkan jika Papa ingin menikahi Tante Maya, aku sekarang tidak mempermasalahkannya. Sebab, aku tahu Papa pun berhak bahagia dan harus.


Aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaanku sebagai seorang desainer karena aku mengajak Mama untuk pergi dari sini. Mama juga sudah resign dari kerjaannya. Kami akan memulai hidup yang baru biasa saja di tempat baru.


Aku bahagia ketika mengetahui semua orang bahagia. Langit dengan Rey, bahkan Abi bercerita jika Jackson sekarang sudah mulai berpacaran dengan Kamila. Juga aku dan Abi, kami kembali berteman sekarang dan kami baik-baik saja. Meksi kami tidak mengulang semua hal yang pernah kami lakukan dimasa lalu.


Aku sudah cukup bahagia dengan ini. Sebelum pergi aku memutuskan untuk mengunjungi Abi di rumahnya. Tidak, lebih tepatnya aku hanya mengunjungi rumah Abi. Aku tidak memberitahu ia tentang kepergianku. Meski kami sudah berteman, tapi akan lebih baik jika kami menjalani semuanya sendiri-sendiri dan saling melupakan semuanya.


***


Aku dan Mama memasukan sendiri semua barang yang bisa kami bawa ke dalam Mobil. Karena semua Art Mama sudah keluar dari pekerjaannya maka sekarang kami harus melakukan semuanya sendiri. Aku dan Mama memutuskan untuk pindah ke sebuah Kota kecil yang jauh dari keramaian. Kami sudah mereview tempat itu dan sudah membeli sebuah rumah kecil disana.


Rumah yang tidak terlalu luas dan dipenuhi dengan pepohonan disekelilingnya. Mungkin Mama butuh rumah yang seperti itu, agar bisa memulai semuanya dari awal dan melupakan semuanya.


Papa akan segera menikah dengan Tante Maya. Mama mengetahui itu dan tidak mengatakan apa-apa. Sepanjang perjalanan Mama terus menggenggam tanganku dan tidak hentinya mengucapkan terimakasih karena aku bersedia menemaninya dan meninggalkan semuanya.


" Maaf Sayang, kali ini mama merepotkanmu sekali lagi ." Ujar Mama dengan tatapan tulus. Aku hanya membalas dengan memberi Mama senyum yang tidak kalah tulusnya.


Kami sampai ditempat yang kami tuju dengan selamat, Rumah yang tidak terlalu luas tapi memiliki spot yang menenangkan, adalah Rumah paling menenangkan sebagai tempat untuk pulang.

__ADS_1


Tamat.


Terimakasih buat semua yang udah nyempatin waktunya buat baca! 🥰 Sayang kalian, muach😅🥰


__ADS_2