
Dalam kehidupan Sean ini yang ke dua kali ia terpuruk dalam kehancuran.
Dulu waktu Jean meninggal kan nya hingga ia bertemu kembali dan baru saja ia bersatu ada saja cobaan yang menimpanya dia harus rela melepaskan Jean kembali untuk membalas budi kedua orang tua nya yang di ambang kebangkrutan.
cinta yang datang setelah ujian dan kesedihan;setelah hidup seolah redup, kemudian terang kembali dan kini rasa terang itu telah sirna dengan di gantikan rasa yang hampa di dalam jiwaku.
Memang kesedihan dan derita adalah fitrah bagi manusia, tetapi pada dasarnya; kepura-puraanlah yang menjadi penyebab keterpurukan.
Aku mencoba mensyukuri dan mendamaikan diri ku sendiri.
inilah garis takdir yang tuhan berikan padaku.
Aku akan mencoba bertahan walau sangat menyakitkan,dan akan mencoba hidup walau di ambang kehancuran.
Dalam lamunan Sean di dalam kamar nya mencoba berdamai dalam fikiran dan hati nya.
Ia mulai memejamkan mata nya mencoba mendamaikan diri nya sendiri untuk berjumpa hari esok.
Seperti yang di lakukan Hari-hari biasa nya Sean berpakaian rapih untuk berangkat ke kantor ia akan mencoba mencari siapa dalang di balik semua kebangkrutan yang di alami keluarga nya dan ia akan mengecek semua dokumen.
Dengan langkah jenjang nya Sean menghampiri Ayah dan Ibu nya yang berada di ruangan meja makan. Lalu ia pun menyapa nya dan mencoba memberi seulas senyuman walau hati nya masih terasa perih menerima kenyataan jika dia harus merelakan kepergian Jean dan akan melepaskan nya untuk selamanya.Karena ia harus menerima kenyataan jika ia akan menikah dengan Fani adalah sebuah keputusan yang tepat.
"Pagi Ayah, Ibu"
Sean memeluk bergantian dari Ayah berpindah ke ibu nya lalu mencium kening nya.
"Pagi Sean,ayo kita sarapan dulu sebelum kau berangkat Nak?!
Jawab Anita ibu Sean lalu mengambil kan dua poto Roti tawah beserta selai coklat dan mengoleskan nya lalu di berikan kepada Sean.
"Terimakasih Ibu, tidak usah repot-repot Sean bisa mengambil sendiri?!
"Tak apa Nak, sekali-kaki kan boleh ga setiap hari Ibu bisa seperti ini kecuali dulu waktu kamu masih sekolah"
Anita tersenyum getir mengingat masalalu yang begitu singkat dan sepertinya waktu berjalan dengan begitu cepat nya hingga tak terasa sekarang Sean sudah tumbuh besar dan menjadi seorang pemuda yang tampan dan menjadi penerus perusahaan Ayah nya.
__ADS_1
"Sudahla Bu jangan kau ingat-ingat lagi?!
Sean memegang telapak tangan Ibu nya dan mengelus dengan rasa sayang.
Mata Anita mulai berkaca-kaca ingin rasa nya ia menangis dan memeluk Sean, ingin rasa nya seperti dulu saat Sean kecil selalu minta di suapin dan di manja tapi kini tidak mungkin lagi karena Sean sudah tumbuh dewasa.Anita memalingkan wajah nya agar tidak meneteskan air mata nya di depan mata kepala Sean.Lalu ia mencoba menghilangkan rasa itu kemudian bertanya kembali pada Sean.
"Nak apa kau ingin minum jus atau Ibu bikinin kopi saja?!
Anita mengalihkan perhatian nya sendiri agar menghilangkan rasa sedih nya.
"Tidak Bu, terima kasih.
Ini sudah ada air puti dan susu ini sudah lebih dari cukup "
Prakas hanya diam mendengar kan pembicaraan antara Ibu dan Anak kemudian ia berpamitan untuk menemui sahabat nya di Cafe karena tadi malam Johan telah mengirimkan pesan singkat kepadanya. Bahwa ia akan menunggu di Cafe sesuai janji nya pukul 10 pagi.
"Aku akan pergi dulu ke kantor lalu menemui Johan"
Sela prakas di antara pembicaraan Sean dan Anita.
"Iya"
🌷🌷🌷🌷
Waktu menunjukan pukul 7:45 menit.Sean tiba di kantor dan melangkahkan kaki nya hendak menuju keruangan Ayah nya.Baru saja ia melangkah dan hendak masuk lift deringan Phonsel menghentikan langkahnya,lalu ia mengambil Phonsel itu dari dalam saku celana nya.Terdapat 1pesan masuk di layar phonsel nya.
✉️Jeaneca
Sean Maaf aku tak bisa menunggu mu,jam terbang pesawat ternyata pukul 8:15 Papa baru saja memberi tahu ku?!
Maaf kan aku jangan pernah berubah datang lah pada kedua orang tua ku dan lamar lah aku jika nanti aku selesai pendidikan S 2 ku di sini.
Sean menghembuskan Nafas nya dengan kasar apa yang harus dia lakukan??
Pesan yang di kirim kan Jean membuat hati nya bimbang.
__ADS_1
Ini sangat di luar dugaan dan kendali nya.
Tidak mungkin ia meninggal kan kantor saat ini perusahaan sedang membutuhkan nya.Jika ia tidak menemui Jean ia akan kehilangan untuk selamanya.
Di tengah kebingungan nya dari arah belakang terdengar seseorang memanggil nya yang tak lain ialah asisten Andi.
"Tuan anda mau kemana??
Suara asisten Andi memanggil Sean yang tengah berdiri di ambang pintu hendak keluar.
"Tolong sampai kan kepada Ayah aku pergi ada urusan sebentar?!
"Tapi Tuan Besar menunggu anda di dal-
Belum selasai asisten Andi berucap Sean telah pergi meninggal kan nya dan berlalu pergi menggunakan mobil nya yang masih terparkir cantik di depan gedung perusaahan.
Sean melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata karena sekarang sudah sangat sempit waktu nya untuk bertemu dengan Gadis belahan jiwa nya yang sekarang berada di bandara dan akan terbang menggunakan pesawat yang berlambangkan Macan merah.
*******
Di bandara internasional Jean beserta keluarga nya akan menaiki pesawat yang akan terbang 15 menit lagi.
Dipojok sudut bandara terlihat seorang gadis yang sedang mangikuti keluarga Jean beserta Keluarga sabahat nya Nisa, ia mengikuti dari keluar nya rumah Nisa hingga sampai di bandara tapi tidak ada satu pun di antara keluarga Jean maupun Nisa yang merasa curi jika diri nya telah di intai oleh seseorang.
Semua keluarga Jean mau pun Nisa saling berpelukan dan berpamitan satu sama lain.
"Nis, tolong sampaikan kan salam ku pada nya?!
Di ambang keraguan Jean mencoba menguatkan hati nya agar tidak meneteskan air mata dihadapan keluarga nya.
"Pasti ku sampaikan tenang saja pasti dia mengerti?!
Nisa memberi semangat dan dukungan untuk Jean lalu mereka berpisah karena Jean harus segera menaiki pesawat yang sebentar lagi akan segeraga Take off.
Jean pun melambaikan tangan nya lalu berjalan masuk untuk check-in terlebih dulu sebelum berangkat.
__ADS_1
Dari belakang Nis berdiri ada seorang Gadis yang tengah tersenyum penuh kemenangan lalu pergi meninggal kan bandara.
Sean baru saja tiba.