GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
51.


__ADS_3

" Lo ." ucap gio terkejut melihat Imel tertawa puas.


" Kenapa kaget, ternyata Lo lagi peduli juga sama gue dan gue ucapin makasih, tapi maaf gua akan buat Lo hancur GI akan gue buat Lo merasakan apa yang gue rasakan hahaha."


" Mel, Lo tega sama gue Mel, gue sahabat Lo Mel sahabat Lo."


" Apa Lo bilang sahabat, Lo udah ngehancurin hati gue gio, Lo udah gak peduli sama gue hiks hiks lo itu jahat gio, Lo aghhh ingat satu hal, Lo bukan sahabat gue sejak Lo, bilang jangan pernah anggap gue sebagai sahabat, hahah kita lihat, seberapa tangguh nya Lo dalam permainan gue, " ucap Imel dan dia pun menyalakan tv besar di depan mereka, yang semua nya adalah rekaman yang telah di siapakan berupa sisi TV di baju penculik Kania.


" Lo jangan pernah, berani-berani nya Nyentuh istri gue Imel." teriak gio murka, melihat Vidio, yang melihat kan bahwa Kania di tarik paksa oleh dua orang bertubuh besar itu.


" Bela, " panggil Imel.


" iya kak, semua nya akan berjalan sesuai rencana." ucap bela tersenyum sinis.


" sangat bagus dan Lo ton, kita akan saksikan bagaimana, hancurnya seorang gio antariksa hahaha."


mereka semua pun tertawa puas sedangkan gio berusaha untuk melepaskan diri namun ikatan nya sangat kuat dengan rantai.


Mereka pun melanjutkan menonton dengan gio yang menggeram kesal.


" Bunuh gue Mel bunuh, asal Lo jangan pernah sakitin istri gue."


" hahah gak ada guna nya bunuh Lo, tapi gue akan bunuh Lo secara perlahan dan melihat seberapa hancur nya Lo, sampai Lo merasakan apa yang gue rasa. gue lebih baik membusuk di penjara dari pada melihat Lo bahagai gio." ucap Imel tegas.

__ADS_1


Sedangkan yang ada di pikiran gio adalah Imel sudah gila ya mungkin saja.


Terlihat dari sisi TV itu, lelaki bertubuh besar itu, menampar Kania karna Kania tak mau diam .


" Stop tolong stop, gue gak sanggup, him hiks" gio menangis melihat, bertapa tersiksa nya Kania.


" Lo nangis cuma gara-gara ini Lo lemah, ternyata sebegitu sayang ny Lo sama dia, tapi sayang nya, dia akan mati dan Lo akan menderita."


" bel , suruh mereka lebih kejam dari itu." perintah Imel kepada bela dan di anggukan oleh bela.


" Sakit tolong lepasin aku gio tolong aku gio , gio tolong sakit gio sakit." ucap Kania dan gio pun mendengar kan , setiap tangis Kania.


" Lepasin Kania lepasin, Lo semua siksa gue siksa jangan dia, gue yang salah jadi Lo bunuh gue jangan Kania gue mohon, gue mahon jangan sakitin dia jangan hiks jangan." lirih gio memberontak namun semua tetap sama rantai nya terlalu kuat .


" Hahhaa, selama ini, Lo sayang banget sama gue, dan karna wanita murahan itu, Lo ngelupain gue GI Lo gak tau bertapa sakit nya, di hindari Semua orang hanya karna wanita itu gio Lo gak tau , dan Imel sehabat Lo udah lenyap bersamaan saat Lo, udah berhenti untuk peduli sama gue dan gue pasti in, Lo menderita." Ucap Imel tegas, sambil menunjuk gio.


" ya Allah bantu Kania ya Allah, baru saja Kania, merasakan apa itu kebahagiaan, tapi kenapa rasa sakit kembali hadir Kenapa." lirih Kania di dalam hati.


Pria bertubuh besar itu pun langsung pergi mendekati arah jurang dan mereka turun sambil tersenyum puas.


Di keluarkan pisau kecil, dan di arahkan ke wajah Kania.


" Ayo menjerit, ayo aku senang melihat mu kesakitan, gadis kecil, lihat lah pasti suami mu sedang menggila melihat ini." Pria itu, menggoreskan sedikit demi sedikit, kepada wajah Kania, dan terdengar rintihan kesakitan dari Kania.

__ADS_1


" Lepasin Kania Mel , gue mohon lepasin, gue akan turuti semua kemauan Lo Mel gue mohon." Gio pun menutup mata nya, tak tega melihat wanita yang sangat dia sayangi, merintih ke sakitan, namun dia tak bisa menolong nya.


" BODOH LO BODOH GIO LO BODOH, KENAPA LO MAU NGEBANTU ORANG JAHAT SEPERTI DIA AGHHHH YA ALLAH LEPASIN KANIA LEPASIN." maki gio, sambil berusaha melepaskan ikatan namun tetap sama tidak terjadi apa-apa.


" Hahhaa, lihat lah GI, Kania sangat menikmati permainan ini, ayolah kau juga harus menikmati ini, dan lihat lah detik demi detik kepergian istri mu hahha."


" Lo emang gak punya hati Mel, gue benci Lo gue benci." teriak gio kencang, dengan air mata yang tak dapat ia bendung lagi.


" Katakan selamat tinggal pada dunia dan kepada suami mu, karna mungkin dia menonton nya." ucap pria itu dan langsung mendorong mobil nya ke jurang, " selamat tinggal"


Mobil yang Kania naiki itu jatuh ke jurang yang sangat dalam dan tepat berada di dekat tubuh manusia, yang mungkin juga mereka pelaku pembunuh itu .


" Kania" teriak gio kencang.


" Bagus gak filem nya, gue harap sih bagus dan dia sudah lenyap gio susah lenyap." ucap Imel tertawa.


Dan terdengar suara ledakan keras, yang mungkin berasal dari mobil yang meledak.


" aghhhh kalian jahat kalian jahat, gue nyesel pernah ketemu sama iblis kayak Lo." ucap gio emosi.


" aaa Kania, Kania maafin aku Kania, kamu gak boleh ninggalin aku Kania." teriak gio kencang.


" Kalian semua jahat, Lo udah ngehancurin hidup gue dan Lo udah bikin orang yang gue sayang meninggal gue gak akan segan-segan untuk ngebunuh Lo dengan tangan gue sendiri Imel." ucap gio keras, terlihat rahang nya menegas dan urat-urat sambil mengepalkan tangannya kuat.

__ADS_1


" Aghhhhh Lo semua aghhh, ***** gue *****."


__ADS_2