GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
60.


__ADS_3

Gio tengah tersipu malu akan ingatan semalam bersama dengan Andini " kok aneh, kayak bocah baru kenal cinta aja ." omel nya kepada diri nya sendiri.


" Tapi lucu juga, mulai sekarang gue akan buka hati untuk Andini ." ucap nya tersenyum dan membuka handphone nya " Maaf sayang, kau akan tetap menjadi yang pertama di hati ku." gio pun mengecup Poto Kania dan , segera pergi ke kantor , karna tak sabar mau bertemu dengan Andini.


Gio dan Andini pun bertemu di kantor, biasa nya hanya ada aura dingin dari gio, namun tidak untuk hari ini, mereka sama-sama malu dan tersenyum canggung satu sama lain.


Gio pun cepat-cepat, masuk ke ruangan nya karna malu sendiri melihat Andini.


" Kok, gue jadi malu-malu gini ya ketemu pak gio, apalagi senyum nya ya Allah meleleh hati adek bang." ujar Andini girang sendiri.


Andini pun telah menyiapkan berkas, untuk gio bertemu dengan Vano untuk membahas, proyek mereka yang baru.


" Apakah bapak sudah siap, karna bapak Vano telah menunggu di cafe Gayo." ucap Andini canggung, namun bagaimana pun dia harus menjalani tugas nya sebagai sekretaris.


" Baik kita akan pergi sekarang, dan siap kan semua nya." Gio pun langsung melangkah pergi, dan bernapas lega karena tak melihat Andini lagi, karna jantung nya ini tidak mau di ajak bekerja sama, selalu saja berdetak kencang.


Mereka pun, pergi berdua sedangkan di dalam mobil hening itulah yang mereka rasakan.


" Tumben sekali pak gio, hanya diam apakah gue ngelakuin kesalahan?" tanya Andini Kepada diri nya sendiri.


" Andini apakah kau sudah memiliki kekasih?" tanya gio gugup.


" APA-APAAN INI GIO , DASAR BODOH DI MANA JATI DIRI MU KENAPA KAU MENANYAKAN HAL KONYOL SEPERTI ITU." Gio pun tak henti-henti nya merutuki diri nya sendiri.


" Emang nya Kenapa pak? "


" Ah tidak saya hanya bertanya saja." Gio pun berusaha bersikap biasa saja, karna malu dan gengsi nya yang sangat tinggi.


" Belum pak, saya tidak mau pacaran karna jika ada yang telah serius maka saya pun akan serius dengan status yang sah." Jawab Andini, gio pun mengukir senyum di wajah nya malu.

__ADS_1


" APAKAH DIA MEMBERI KODE, DASAR WANITA, KALAU SUKA ITU BILANG TAK USAH, MAIN KODE-KODE AN EMANG NYA ANAK SMA." Ucap gio PD , bahwa Andini sedang memberikan kode untuk di halal kan.


" Oh seperti itu, ya sudah saya hanya bertanya jangan ke GR an kamu." ucap nya dingin meskipun hati nya sangat bahagia.


" Dasar bos aneh, dia Yang nanya, gue yang kena." umpat Andini kesal.


" Iya pak." Jawab nya hormat.


Mereka pun telah sampai di cafe Gayo dan melakukan meeting dengan, lancar dan proyek nya akan segera berjalan dengan lancar.


" Kenapa kau tersenyum." ucap gio ketus, melihat Vano dan Andini saling senyum.


Andini pun membulat kan mata nya, apakah salah jika dia senyum bos nya ini memang sangat aneh.


" Maaf pak." Andini pun menghilangkan senyum nya .


" Baiklah anda boleh pergi sekarang." suruh gio Vano pun pergi dan melambaikan tangan kepada Andini.


Karna tak ada lagi kegiatan di kantor, gio pun mengajak Andini untuk menjemput bintang untuk pergi bersama ke taman bermain.


Mereka pun telah sampai di taman bermain, lihat lah wajah bintang, tak henti-henti nya tersenyum bahagia .


" Tante aku mau main itu." Bintang pun menarik tangan Andini untuk bermain ayunan.


Andini pun tersenyum, sambil bercerita lawakan yang membuat bintang tertawa Andini pun mendorong ayunan itu pelan -pelan .


Gio pun tersenyum melihat mereka berdua dan ikut mendorong ayunan di belakang Andini sambil memeluk pinggang nya dengan sebelah tangan nya.


Andini pun melihat ke belakang dan tampak wajah tampan gio yang tengah tersenyum.

__ADS_1


Gio pun menggangguk kepala nya memberikan kode untuk Andini melanjutkan ayunan nya tanpa memperdulikan nya.


" Papa, bintang mau es krim." Rengek nya , namun dengan cepat gio menggeleng kan kepalanya.


" Tante hiks hiks papa jahat." Bintang pun memeluk Andini , Andini pun segera menggendong bintang dan mencubit hidung nya, " Biar Tante yang membujuk nya, asal bintang gak nangis lagi." Bintang pun langsung terdiam sambil Tersenyum.


" Pak sekali saja." pujuk Andini gio pun akhirnya mengiyakan, dan mereka membeli es krim, yang langsung ada tempat duduk lesehan di tepi danau.


" Sangat indah." ucap Andini melihat danau tersebut.


" Apakah kau suka?" tanya gio kepada Andini, Andini pun menggangguk.


Bintang pun memakan es krim nya, begitu pun dengan gio dan Andini mereka juga memakan es krim.


" Hahaha papa lucu sekali." tawa bintang, karna berhasil mengenai es krim di pipi papa nya atas suruhan Andini.


" Hahaha papa mu lucu ya sayang." sambung Andini tertawa.


Gio pun mengoles es krim nya kepada bintang dan Andini, lihat lah , mereka seperti keluarga yang sangat bahagia, hanya dengan hal sepele mereka tertawa, puas dan tersenyum bahagia.


" Sudah lama aku tak tertawa sepuas ini, dan sudah lama juga aku tak melihat senyum tulus, seperti mu Kania, aku bersyukur karna bertemu dengan Andini dan bintang menyukai nya, semoga kau merestui jalan ku, aku akan selalu menjadi cinta mu." ucap gio dalam hati nya, sambil memikirkan Kania.


" Dasar ya anak nakal." gio menggelitiki bintang, terlihat tawa bintang sangat bahagia , seandainya Kania masih hidup mungkin tawa ini akan gio lihat setiap hari.


..." *Sederhana namun indah, senyum tulus ...


yang sudah sekian lama hilang kini kembali, mewarnai hitam putih nya hidup ini."


-GARIS TAKDIR*-

__ADS_1


__ADS_2