GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Risa Datang


__ADS_3

Dalam masa aku menunggu surat ceraiku terbit, suatu waktu wawan datang ke rumah. Entah apa yang membuatnya datang kesini, aku masih belum tahu. Dia mendatangiku "aku sungguh menyesal, aku ingin kembali kepada anak dan istriku" katanya. Heran aku melihatnya, ada angin apa.. apakah dia sudah benar-benar sadar atau hanya sandiwara. "sudah lupakan, setelah ini akta cerai kita terbit dan aku sudah tak punya hubungan apa-apa lagi dengan mu, sudah lupakan saja tak usah kesini-kesini lagi".

__ADS_1


Setelah wawan mengunjungiku malam itu, dia sering menelfonku. Katanya dia rindu.. haha rindu apa, rindu menyakiti ku??. Semakin sering wawan menghubungiku, baik telfon ataupun chat namun ku abaikan saja. Sampai suatu malam dia kembali mengunjungi ku, namun ku usir dia untuk meninggalkan kediamanku. Karena sudah larut aku istirahatkan diriku, karena besok aku harus kembali bekerja. Malam pun berlalu, pagi itu saat aku sedang bekerja tiba-tiba security memanggilku katanya ada yang ingin bertemu aku di luar sana, dia menunggu di pintu karyawan tempat aku bekerja. Aku langsung mengenalinya, ternyata risa.

__ADS_1


Dia datang dengan marah-marah, mengataiku munafik karena aku akan kembali dengan wawan. Aduh... apa lagi sih ini, aku kan ingin tenang menjalani hari-hari ku. Kenapa perempuan ini bicara ngelantur!.

__ADS_1


Terlihat lega raut wajah nya risa dengan semua jawaban dariku, lalu dia bergegas pamit untuk kembali pulang. Tanpa meminta maaf dia pun pergi meninggalkan ku yang masih tercengang. Bagaimana tidak Apa tidak keliru? pikirku. Dalam perjalanan kembali ke office tempatku bekerja aku sibuk dengan anganku, mengingat hal konyol yang baru terjadi. Hahaha kenapa aku yang di labrak sedangkan yang status nya istri itu aku, bukan dia. Bergumam dan tertawa kecil tak terasa ku lakukan. Di tengah lamunan, dan gumaman ku, datang eza mengagetkan ku.

__ADS_1


Eza adalah rekan kerjaku, posisi nya sebagai IT staff, dan aku saat ini sudah di angkat sebagai admin finance, yang awalnya aku hanya seorang kasir namun karena prestasiku bagus perusahaan menawarkan jenjang karir. Eza berasal dari sebuah desa di jawa timur, Eza berkulit sawo matang badannya sedikit berisi, aku baru saja mengenalnya. Sekilas dia orang yang baik. Eza baru satu bulan ini bekerja di perusahaan yang sama denganku, dia sedikit pendiam namun jika sudah mengenalnya dia orang yang asik. Eza menanyakan mengapa aku melamun sepanjang jalan kembali ke office, aku hanya menggelengkan kepala. Kami sering bertemu karena Supervisor bagian Kasir memang membuat schedule kami sama persis, entah mengapa seperti itu aku pun tak pernah menanyakan. Karena bagiku yang terpenting saat ini adalah aku harus rajin bekerja untuk memenuhi kebutuhan anakku.

__ADS_1


__ADS_2