GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Gugatan


__ADS_3

Sudah tiga minggu sejak aku pisah ranjang dengan wawan, aku bergegas mengurus gugatan cerai di pengadilan agama wilayah Jawa Timur. Saat libur bekerja aku berkunjung ke pengadilan agama untuk menanyakan soal gugatan, setelah semua persyaratan yang di minta terpenuhi aku daftarkan gugatan cerai. Awalnya aku bingung karena wawan membawa pergi salah satu buku nikah, namun itu tak jadi penghalang. Aku tetap bisa mengajukannya kata pegawai di sana.


Di anjurkannya aku ke loket pendaftaran gugatan, sesampainya di sana aku bertanya apakah bisa bercerai tanpa menghadirkan pihak laki-laki. Lalu pegawai penjaga loket menanyakan, alasan ku tidak mau mendatangkan pihak laki-laki dan ku bilang suamiku sudah lama tidak pulang dan sudah cari kemana-mana namun tak pernah menemukannya. Di sodorkannya surat pernyataan, yang isinya menerangkan bahwa memang suamiku tidak pulang untuk beberapa waktu dan harus di ketahui oleh RT, RW, dan lurah setempat.

__ADS_1


Segera ku tancap gas motorku, menuju RT, RW, dan Kelurahan di tempat ku tinggal. Setelah dapat Tanda tangan dari beberapa pejabat kampung yang di maksut aku kembali ke loket pendaftaran yang ada di pengadilan agama, aku menyodorkan semua persyaratan yang di minta. Syukurlah meskipun dengan waktu yang mepet sekali aku berhasil daftar, dan pegawai menyarankan aku untuk melakukan pembayaran daftar gugatan di kasir. Selesai ku membayar administrasi pendaftaran pihak kasir meminta ku kembali ke loket pendaftaran. Di situ pegawai kenuliskan jadwal mediasi satu minggu yang akan datang.


Satu minggu telah berlalu, tiba saatnya aku mendatangi jadwal mediasi di pengadilan agama. Suasana di Ruang mediasi sangat menegangkan, mereka berusaha memberi solusi agar pasangan yang akan bercerai itu rujuk. Ah.. akhirnya namaku di panggil, di dalam ruangan aku di minta untuk menceritakan semua kejadian sehingga aku memutuskan bercerai. Dan mereka meminta bukti foto atau apapun untuk membuktikan bahwa semua pengakuanku benar, untung saja aku masih menyimpan foto-foto lebam di badanku akibat perlakuan wawan.

__ADS_1


Tiga bulan berlalu, tiba saatnya aku menghadiri sidang perceraian ku. Tak pernah terbayangkan aku akan bercerai, namun semua ini benar-benar terjadi padaku. Aku datang dengan di temani dua orang saksi, yaitu ibuku sebagai saksi pertama dan om sekaligus tetanggaku sebagai saksi kedua. Selain itu Bapak dan anakku juga ikut serta. Kami menunggu cukup lama, sekitar tiga atau 4jam sudah. Akhirnya nama ku di panggil.


Aku masuk dengan kedua orang saksi, bapak dan anakku sementara tetap menunggu di luar. Hakim membacakan sumpah untuk di ikuti oleh saksi, lalu menanyakan beberapa pertanyaan kepada ku dan dua saksi yang bersamaku. Setelah bermusyawarah hakim mengetuk palu, dan menyampaikan bahwa gugatanku di kabulkan. Syukurku dalam hati, lega rasanya hatiku. Akhirnya aku akan resmi bercerai, hanya tinggal menunggu Akta cerai yang dua bulan lagi akan terbit.

__ADS_1


__ADS_2