
Pagi itu ku putuskan ke rumah ferdi bersama kedua orang tua ku, mengembalikan semua barang-barang yang akan menjadi seserahan tunangan. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh kami pun tiba, tapi sepertinya kami kemari di waktu yang tidak tepat.. Karena saat itu rumah ferdi penuh, di penuhi keluarga perempuan yang telah di hamili ferdi.
Sesaat kami terdiam di ujung pintu rumah ferdi, semua pasang mata melihat ke arah kami... yah tapi bagaimana lagi, tidak mungkin juga kami meninggalkan tempat itu.
Ferdi terlihat murung di sudut ruangan, menatapku dengan wajah memelas seakan sangat ingin ku maaf kan. Ibu ferdi datang menjemput kami di ujung pintu dan mempersilahkan kami masuk.
__ADS_1
Setelah semua perbincangan itu kami dengar, dan sudah di putus kan awal bulan depan mereka menikah mereka pun pamit. Tinggal Ibu ferdi, aku Bapak dan Ibuku yang ada di kediaman ferdi, ferdi ikut serta mengantar rombongan perempuan itu ke terminal untuk pulang. Kebetulan perempuan itu berasal dari Kediri, satu desa yang berada di jawa timur.
Kami berbincang dengan ibu ferdi, beliau menangis memohon maaf pada kami atas kesalahan anaknya itu.
Ya... siapa yang bilang hati ku tak hancur... jujur saja pikiranku kemana-mana, hatiku rasanya remuk, tapi apalagi yang bisa ku lakukan. Aku hanya bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau aku di posisi perempuan itu dan ferdi tak mau tanggung jawab, pasti susah juga kan. Itulah alasanku lebih baik aku melepaskan ferdi untuk bertanggung jawab pada perempuan itu.
__ADS_1
Tak terasa satu bulan berlalu, tibalah dimana hari pernikahan ferdi terjadi. Doa ku dalam hati semoga ferdi berbahagia walaupun tak bersamaku, pasti semua orang bertanya apakah doaku tulus. Ya.. memang sakit, sesakit apa rasanya pun ak tak bisa memberi kiasannya. Tapi apa lagi yang bisa ku lakukan selain mendoakan nya.. Doa baik akan kembali kepada sang pendoa, begitu ibuku mengajarkan.
Siang itu di hari dan tanggal pernikan ferdi di langsungkan, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. Ternyata ferdi, dia malah kabur kesini setelah menjalan kan akad.. Aku pun kaget melihatnya, apa yang di pikir kan nya. Aku tak berani bertemu dia, bertemu seorang suami dari perempuan yang sedang mengandung. Akan terasa menyakitkan bila perempuan itu tau bapak dari anaknya menemui mantan kekasihnya.
Aku minta kepada ibuku untuk menemui ferdi yang beberapa menit sudah berdiri di depan pintu, dan mengatakan bahwa aku ada tugas kerja ke luar kota.
__ADS_1
Ibuku mengabulkannya, dia mengatakan persis seperti yang aku minta. Tujuannya agar ferdi tak mengecewakan istrinya, karena pikirankku tetap membayangkan jadi istri nya yang lagi hamil lalu di tinggal nyatronin mantannya. Duhhh.... aku benar-benar ada pada ketakutanku sendiri.
Tak kehilangan cara, Ferdi pun mengunjungi tempat ku bekerja. Aku melihatnya, dia bertanya pada rekan kerjaku. Untung saja aku sudah mengatakan pada rekan kerjaku, bila ada yang nencariku bilang saja aku sudah tidak bekerja di sini. Hmmmmhh... Semua itu demi kebaikan rumah tangga ferdi.🍃