
Gio dan Andini pun telah selesai, bertemu dengan , pak Dirga selaku, rekan bisnis nya yang di Bali, semua berjalan lancar Tanpa ada kendala.
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke area pantai , karna belum bisa pulang hari ini, karna masih ada pertemuan lain jadi mereka akan pulang siang besok.
" Wah indah banget." girang Andini sambil, bermain-main di air .
" Lebay." Sindir gio , Andini pun memancung kan bibir nya, kebahagiaan nya lenyap begitu saja hanya mendengar, ucapan dari gio.
" Aww." Ringis Andini, karna kaki nya tak sengaja menendang batu di dalam air.
" Dasar ceroboh." Gio pun langsung menggendong Andini , keluar dari air, dan langsung menduduki nya.
" Kau ini selalu saja, bertingkah seperti bocah." ucap gio sambil, mengelapi darah di kaki Andini.
" Maaf pak, " cicit Andini pelan.
" Apakah tak ada kata selain dari kata maaf, saya bosan mendengar nya." ucap gio ketus.
" Masih sakit?" Tanya gio dingin Andini pun menggelengkan kepalanya.
" KOK LIAT PAK GIO KHAWATIR, JANTUNG GUE SEAKAN MAU COPOT NI, ADUH." gumam Andini dalam hati.
__ADS_1
Andini pun berdiri dan langsung pergi, ber Poto-poto " Oh iya, makasih pak, " ucap Andini tersenyum.
" Gak usah senyum, makin jelek." maki gio, yang membuat Andini merutuk kesal dan pergi bermain air , karna malas melihat bos nya , yang sangat dingin dan menyebalkan.
Gio pun berjalan mendekati Andini" Sudah lama, aku tak merasakan kehangatan seperti ini, berada di samping perempuan, ayolah gio sadar dia itu bukan Kania." omel gio kepada hati nya, entah mengapa hati nya sedikit menghangat melihat Andini walaupun wanita itu sangat ceroboh.
" Kau mengingatkan ku kepada kania, di mana di saat kami bermain di tepi pantai sambil tersenyum bahagia, aku sangat merindukanmu Kania, aku tak mau jatuh hati, hanya karna dia memiliki sifat seperti mu andai waktu bisa berputar, sudah lah ikhlas kan." Ucap gio sambil menghayal tersenyum, mengingat gadis cantik nya itu, siapa lagi kalau bukan Kania.
Byurr....
Air telah mengguyur, gio karna Andini yang menyiramnya, tanpa arah gio pun menggeram kesal, karna baju nya sudah basah akibat Andini.
" Maaf pak, gak sengaja', bapak sih datangnya tiba-tiba." omel Andini, gio pun membulatkan mata nya, seharusnya dia yang marah bukan sebaliknya.
" Harus adil." ucap gio enteng.
Andini pun tersenyum puas dan menyiram gio lagi sambil berlari " Wek.." ejek Andini menjulur kan lidah nya.
" Berani-beraninya kau, " ucap gio mengejar Andini, gio pun berhasil menangkap Andini .
Tak habis akan gio menggelitiki Andini, di dalam pelukan nya.
__ADS_1
" Hahhaa udah pak gio berhenti hahaha berhenti pak gio jelek hahhaa cukup." tawa Andini pun pecah karna di gelitiki gio , sedangkan gio tersenyum puas, yang ada di hayalan nya saat ini adalah Kania padahal ini bukan Kania.
Karena tak seimbang pun mereka jatuh bersamaan di air , dengan ke adaan gio di bawah, entah apa yang ada di pikiran gio, sehingga dia mencium bibir Andini, bukan hanya sekedar ciuman, melainkan *******, Andini pun terkejut dan ingin melepaskan diri namun gio menahan nya.
" Aku merindukan mu Kania." lirih gio saat ciuman nya telah sudah.
Hati Andini seakan di tusuk seribu duri, " Ah kau tak, perlu berharap lebih Andini pak gio tak akan pernah menyukai gadis, bodoh seperti mu." omel Andini dalam hati nya.
" Maaf saya hilap." ucap gio berdiri dan langsung meninggalkan Andini.
Andini pun merasa malu sendiri, dah hanya bisa berdiam diri .
" Kania, ternyata pak gio sangat mencintai mu, pasti kau sangat cantik sehingga pak gio sampai tergila-gila karna mu." ujar Andini melamun.
Andini pun langsung pergi ke hotel, karena hari sudah mulai gelap.
Andini pun melihat gio yang, tengah memeluk baju perempuan, sambil meneteskan air mata nya.
" Aku merindukan mu Kania, sangat merindukan mu, hati ini gelisah, rindu aku sangat rindu." gio pun menghapus air mata nya, dan memeluk nya, Andini yang melihat itu pun mengurungi niat nya untuk memberitahu jadwal besok pagi dan langsung pergi ke kamar nya.
" Kenapa hati ini, seakan aneh, apakah aku cemburu, hayolah Andini kau itu hanya sekretaris, sadar diri Andini dasar diri." Ucap Andini mengomeli diri nya, sendiri takut memiliki perasaan yang lebih, karna dia tak mau sakit hati.
__ADS_1
Andini pun tertidur , begitu pun dengan gio, yang telah terlelap, gio tak bisa tidur kalau tak memeluk baju kania, omel Karna itulah dia selalu membawa baju Kania kemanapun dia pergi.