GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
50.hancur


__ADS_3

" Aghh papa tau semua yang papa lakukan, Adiba menyakiti anak Adiba sendiri pa, cucu papa Adiba menjadi iblis yang selalu menyakiti dia pa, Tania selalu terluka, apa kalian gak pernah merasakan jadi mereka kalian egois."


" seandainya mama yang di perlukan seperti Tania ma, apa mama sanggup, setabah dan sekuat Tania Tania gak salah pa ma kalian jahat Adiba kecewa ma pa Adiba kecewa." teriak Adiba prustasi, Sungguh hati nya sangat sakit.


" Maaf kan kami nak." lirih mereka berdua.


" Kalian jahat, aku menyakiti orang yang sangat aku sayang, Tania udah gak ada Tania udah pergi untuk selamanya kalian puas iya, itu yang kalian mau ha ." bentak Adiba kencang.


" Nak maafkan kami." lirih mereka sekali lagi.


" Cukup pa ma cukup, maaf kalian gak akan membalikkan ke adaan, Adiba kecewa sama kalian, kalian egois hiks hiks Adiba kecewa Adiba kecewa, maaf kan ayah Kania maafkan ayah mu ini." Adiba pun keluar rumah membanting pintu dengan sekuat-kuat nya, hari ini seakan TAKDIR dan kenyataan sedangan mempermainkan nya, TADIR sangat kejam itulah yang Adiba rasakan.


Sedangkan bela menangis, di taman tak henti-henti, mendengar semua kenyataan, yang sangat menyakitkan hati nya, mendengar ayah yang selalu memuji dan memperlakukan nya sebagai tuan putri dan sekarang hanya menggap nya sebagai anak haram Sungguh hati nya tak sanggup.


" Dunia Lo kejam dunia Lo kejam, Lo jahat dunia, takdir gue benci Lo gue benci" terika Imel prustasi.


" Ternyata Lo lemah juga." ucap seseorang menghampiri Imel.


" Lo." ucap Imel terkejut.


" iya ini gue, Imel." jawab nya.


Bela pun langsung memeluk Imel kuat, menceritakan semua nya, karna jujur bela, sangat butuh seseorang, untuk mendengarkan semua isi hati nya, Imel pun tersenyum sinis, "akan kita mulai rencana nya sebentar lagi, " bela pun mengangguk mengerti.


Hari ini, Kania telah berada di rumah sakit untuk melahirkan, sedangkan gio, entah lah kondisi nya sangat kacau, karna cemas akan kelahiran Kania.


Mereka semua ada untuk menemani Kania melahirkan, hanya saja Galang dan manda tidak bisa hadir, karna ada ujian, di kampusnya, karna mereka berdua berkualiah di luar negri sedangkan Dion, dia sedang memulai membuka bisnis kuliner nya, bersama Aleta kekasih nya, dengan tekat kuat akhirnya Dion berhasil juga menjinakkan Aleta.


" Lo tenang bos, semua akan baik-baik aja." ucap Dion menyemangati gio.


Siapa sangka, mereka melihat Adiba yang hadir dengan wajah berantakan' dan napas memburu akibat berlari.


" Apakah anak saya sudah melahirkan?" tanya Adiba kepada mereka, mereka semua pun terkejut atas kedatangan Adiba.


" Hm belum, " jawab gio gugup.


Dokter pun keluar, sambil Tersenyum, "selamat anak anda laki-laki dan mereka berdua selamat."


Gio tak henti-hentinya, bersujud syukur, begitu pun dengan Adiba dan yang lainnya, mereka pun langsung memasuki ruangan Kania.


Kania sangat terkejut melihat ayah nya juga ada, sambil tersenyum, baru kali ini Kania melihat ayah nya tersenyum.

__ADS_1


" ayah." ucap Kania gugup.


" Iya sayang ini ayah ." jawab Adiba memegang tangan Kania.


Serasa mimpi, ayah nya menyebutkan kata sayang, Sungguh Kania sangat bahagia, kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan.


" Kata-kata sederhana, yang aku tunggu sekian lama akhirnya terucap, aku sangat senang mendengar nya, kata pertama yang mampu menghangatkan diri ku, kata sayang dari mu yah, aku bersyukur atas smua nya, terimakasih aku lebih menyayangi mu yah."ucap Kania dalam hati sambil Tersenyum.


Mereka semua mengerti dan memberikan ruang untuk mereka berdua, gio pun keluar dan langsung pergi melihat anak nya, yang baru selesai di mandikan.


" Maafkan ayah nak, maafkan ayah." ucap Adiba tertunduk lemah, " Ayah ini jahat nak, ayah jahat ayah menyesal atas smua sikap dan kata -kata ayah, maafkan ayah mu ini, kata maaf saja tak mampu untuk menebus semua kejahatan ayah nak maaf. " Adiba menangis sambil memegang tangan anak nya itu .


" Yah, apa ayah tau selama hidup Kania, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Kania, karna apa, kata sederhana yang terucap dari mu yah, Kania ingin sekali merasakan pelukan seorang ayah , namun itu hanya mimpi saja tapi terimakasih kata-kata sederhana mu mampu membuat Kania bahgaia yah." ucap Kania lembut sambil meneteskan air mata.


Adiba pun memeluk anak nya itu erat, pertama'kali nya Adiba memeluk anak nya itu, ada perasaan bahagia dan lega akhirnya semua nya terungkap.


" Maaf kan ayah sayang, ayah tau ayah sangat jahat kepada mu ayah tau hiks hiks maafkan ayah."


" Ayah gak usah minta maaf, karena ayah gak pernah salah." ucap kami tersenyum sangat bahagia dan ternyata begini rasa nya memiliki kasih sayang seorang ayah walaupun Kania bingung atas dasar apa ayah nya berubah seperti ini mendengar semua ketulusan dari ayah nya, seketika membuat Kania meneteskan air mata.


Adiba yang melihat Kania kebingungan pun menceritakan semua nya sambil menangis.


" Sudah lah yah, lupakan dan iklas kan, maafkan nenek dan kakek, karna semua ini sudah ada yang mengatur dan ayah tak boleh membenci mereka, Kania tak merasa sakit yah, Kania bahagia mendengar satu ucapan sayang dari ayah, hanya itu Kania sudah senang." ucap Kania menetes kan air mata nya.


" maaf kan ayah nak maaf ayah tau ayah jahat dan tak pantas untuk menerima maaf mu nak." Kania pun menggelengkan kepalanya, karna merasa bersalah Adiba pun langsung pergi meninggalkan Kania, Kania pun menangis haru bahagi mendengar ayah nya menggalakkan kata sederhana namun sangat berarti.


Adiba berlari dan pergi menuju taman" Kenapa aku menyakiti putri sebaik dirimu kanai, kau adalah malaikat kecil yang berhati sangat mulia, maafkan ayah mu ini yang telah menyakiti diri mu dan bunda mu ayah'menyesal ayah menyesal hiks hiks ayah menyesal."


" Rasa nya sangat sakit mendengar semua kenyataan pahit, dan jalan salah yang ku ambil, aku begitu jagat, aghh aku jahat, maafkan ayah nak maaf ayah menyesal." Adiba pun menangis sambil merutuki semua yang telah terjadi.


Sedangkan Erik dan Dinda setelah bertemu dengan cucu dan menantu nya itu langsung pulang, untuk menyiapkan kebutuhan di rumah dan langsung mengadakan selamatan atas kelahiran dan keselamatan cucu nya itu.


Dion pun ikut dengan mereka.


Gio pun menggendong anak nya hati-hati dan langsung meng azan kan anak nya itu.


Setelah itu gio langsung duduk di dekat Kania." Terimakasih sayang kau telah melahirkan, malaikat pembawa kebahagiaan untuk ku." ucap gio sambil mengecup kening kania lama.


" Nama nya siapa?" tanya Kania tersenyum geram melihat anak nya yang sangat tampan ini.


" Aku nurut pawang nya aja." goda gio.

__ADS_1


" aku sih mau bikin nama nya bintang Pratama." ucap Kania tersenyum.


" alasan nya?"


" ya karena bintang itu indah, karna bintang merupakan anak pertama yang memiliki ke indahan."


Gio pun tersenyum mengangguk.


" sayang pasangin tolong kalung ini ke bintang." suruh Kania sambil melepaskan kalung yang di berikan gio dulu.


" Gak usah itukan untuk kamu sayang, besok kita beli lagi yang sama." ucap gio namun Kania tetap menolak.


" aku udah janji sayang, kalau anak kita lahir kalung itu untuk dia." ucap Kania tersenyum.


" baiklah." gio pun memasangkan ke leher bintang.


" sayang aku mau minta sesuatu, yok aku pengen kita Poto ber tiga, " mereka pun ber Poto, dengan pose , saling mencium bintang .


" lucu ya , uuu tayang mama." Kania pun mencium pipi putra nya itu.


setelah itu , Gio pun mengantar kembali anak nya bintang ke ruang lain, karna masih perlu perawatan lain.


Setelah itu dia kembali lagi ke ruangan Kania.


" Sayang aku sangat bahagia, hari ini adalah hari paling bahagia di hidup aku." ucap Kania tersenyum dan mengecup pipi suami nya itu.


" aku melebihi perasaan mu." jawab gio dan balik mengecup pipi Kania.


Gio pun melihat handphone nya sebentar karna sejak tadi tak kunjung diam dia melihat notifikasi, bahwa Imel di culik dan gio melihat Imel kesakitan dan ada pistol di kepalanya, jika dia tak datang membantu Imel , Imel pasti akan mati, karena gio juga sangat menyayangi Imel, walaupun ke adaan mereka agak kurang baik, tapi bagiamana pun Imel tetap lah adik kecil nya, yang selalu akan dia lindungi.


Gio pun meminta izin ke Kania untuk pergi sebentar karna ada urusan penting, Kania pun membolehkan nya dengan secepat kilat gio pergi ke tempat itu.


" GI tolong aku GI hiks hiks." tangis Imel.


" Lo , tolong ton, masalah Lo sama gue bukan dia ton lepasin ton gue mohon."


ujar gio memohon .


" Ternyata Lo berani juga, lepasin dia, kata Lo, Lo harus duduk di sini dan akan gue lepasin dia." ucap Anton musuh bebuyutan gio yang ikut serta dalam rencana Imel.


Gio pun menuruti perintah gio, demi keselamatan Imel .

__ADS_1


Gio pun di ikat kuat di sebuah kursi, imel pun tertawa kencang.


" Hahahahhaa ternyata Lo ***** juga GI." tawa Imel sambil Tersenyum sinis.


__ADS_2