GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
54.


__ADS_3

Gio telah rapi dengan jas nya, dan segera berangkat ke kantor, karna ada urusan, penting tentang proyek nya yang di Bali karna ada sedikit kendala.


" Sayang papa berangkat ya, main sama Abang bian , jangan nakal nurut sama nenek ya." ucap gio sambil mengecup pipi putra nya itu dan mencubit hidup nya.


" Siap bos."


" Bian." panggil gio kepada adik nya itu, namun bian hanya diam seolah tak dengar, karna adik nya yang satu ini memang memiliki kelainan , bukan penyakit namun sikap yang kelampau pintar apalagi kalau soal nge bacot dia paling ahli.


" Bian." panggil gio sekali lagi." Gak kesini Abang doain budeg beneran." ancam gio bian pun menyengir tanpa dosa ke arah gio, kelihatan nya sipat gio menurun ke adik nya ini.


" Jaga bintang ya, Abang pergi dulu."


" wokeh ada uang jalan nya gak ni." ucap bian tanpa dosa tak lupa senyum nya.


Gio pun memberikan uang 50.000 dan senyum bian pun mengembang .


Gio pun berangkat dengan sedikit terburu-buru, dan langsung memasuki kantor nya.


" Andini , urus penerbangan saya ke Bali siang ini, " ucap gio memerintah namun dengan suara yang dingin.


" Baik pak." Andini pun mengangguk.


" Kamu juga harus ikut." ucapan gio pun membuat Andini terkejut .


"Ha gue pergi berduaan sama pak gio, mimpi apa gue semalam , biar pun duda, tapi ganteng, " gumam Andini dalam hati .


" Gak usah senyum, saya gak suka lihat senyum kamu, kamu jelek." ucap gio santai , Andini pun langsung menghilangkan senyum nya, bahagia nya pun hilang sekejap hanya karna kata-kata laknat gio.

__ADS_1


" Maaf pak." lirih Andini pelan dan langsung pergi untuk menyiapkan keberangkatan gio dan diri nya.


" Saya tidak menyuruh mu untuk pergi." Andini pun tak henti-henti nya mengumpah sarapan, bos nya itu.


" Tadi kan , bapak nyuruh saya untuk, menyiapkan ." ucapan Andini terpotong " iya kamu kesini dulu saya belum selai berbicara." ucap gio enteng, Andini pun pergi menuju gio dengan hati yang sangat kesal.


" Ya kamu boleh pergi sekarang." ucap gio, Andini pun membulat kan , mata nya jengah, apa apaan bos nya ini entahlah, Andini sudah tak mengerti dengan sikap bos nya yang seperti bunglon ini.


Mereka pun telah mempersiapkan, untuk pergi ke Bali, gio pun telah meminta izin kepada anak nya itu, karna mereka tak lama, hanya dua hari saja , jika telah selesai besok pagi pun akan segera pulang.


Mereka berdua pun duduk bersebelahan, tak ada percakapan, di antara kedua nya, hanya hening yang mereka rasakan.


" Kok aneh ya, lama-lama gue liat Andini, kayak Kania hidup kembali." gumam gio dalam hati, namun segera dia tepis perasaan aneh itu, dia tak mau jatuh cinta lagi, karna bagi nya hanya Kania, hidup dan mati nya.


" Kamu kenapa?" tanya gio heran melihat Andini yang mau muntah, namun masih dengan suara yang dingin.


" Kepala saya pusing pak, mungkin mabuk udara." ucap Andini pelan sungguh kepalanya sangat pusing.


" Kenapa rasa nya beda, Kania diri ku ini kenapa, aku tidak akan mengkhianati mu , hanya kamu." ucap gio memandangi wajah Andini.


" Ternyata kamu, mirip dengan wanita kesayangan ku, kamu manis namun terlihat bodoh , apalagi di saat kau tertidur, kau seakan Kania ku hidup kembali." ucap gio mengelus rambut Andini.


Mereka pun telah sampai ke Bali " Bangun, atau saya tinggal." ucap gio ketus , namun Andini tak kunjung bangun.


Gio yang geram pun menggendong nya, dan tak lupa tatapan kagum dari penumpang lain.


" menyusahkan." omel gio , tapi dia tetap menggendong Andini dan sampai ke mobil.

__ADS_1


" Aku di mana." tanya Andini heran Karna kepala nya masih terasa sangat pusing.


" Kamu sudah saya jual ke om-om perut buncit." ucap gio santai, Andini pun langsung duduk,dan melihat ke sekitar, ternyata sudah di mobil.


" Kok bisa saya di mobil, kenapa bapak tak membangun kan saya?" tanya Andini sedikit kesal, namun masih dengan nada hormat.


" Sudah untung saya mau, membantu kamu, dan saya sudah membangunkan kamu tapi, kamu sudah seperti mayat hidup tak kunjung bangun." ucap gio dingin.


Mereka pun telah sampai di hotel " bapak Kenapa ngikutin saya, gak mungkin kan kita satu kamar?" tanya Andini gugup.


" siapa juga, yang mau sekamar dengan kamu, saya hanya ingin mengambil berkas yang ada di kamu jangan ke PD an ." ucap gio ketus, rasa nya sangat malu, tenggelam kan saja aku di danau aku ikan, aku ikan oceh Andini dalam hati.


Andini pun menyerahkan berkas yang diminta gio, namun kaki nya tergelincir, sehingga gio menangkap nya namun gio juga ikut terjatuh sehingga gio berada di atas Andini, mereka pun bertatapan cukup lama dan gio pun segera menyudahi nya.


" kalau jalan hati-hati, " ketus gio langsung melangkah pergi.


Andini pun terdiam kaku rasanya entah lah, cukup aneh " Jantung diam Napa, gue gak mau mati muda." oceh Andini kesal kepada jantung nya.


Hayo di tim siapa ni 😂


gio Kania


atau gio Andini


visual Andini


__ADS_1


Duda muda gio



__ADS_2