GEA

GEA
Pertemuan Jihan dan Jonathan


__ADS_3

setelah kelas Gea selesai ia ingin segera pergi ke tempat kerjanya karna tadi siang ia sudah melamar di sebuah kafe dan ia langsung di terima dan bekerja dari sore hingga malam.


saat ia keluar dari gerbang ia melihat Jihan sudah menunggu nya dengan tersenyum ke arah nya,namun ia melihat sosok pria paruh baya yang ia temui di ruang rektor tadi tampak berdiri tidak jauh dari belakang Jihan sedang memperhatikan nya juga.


Ia menundukkan kepalanya dan berjalan ke arah Jihan yang tampak tersenyum lebar padanya,"hai sayang!",ucapnya langsung memeluk Gea ia ingin memperlakukan Gea seperti putrinya sendiri.


"hari ini Tante akan mengajak mu makan bersama!"ucapnya.


"maafkan aku tante bukan nya aku ingin menolak tapi hari ini aku masih ada hal penting yang Harus ku lakukan"ucapnya benar-benar tak enak menolak wanita paruh baya yang begitu baik padanya.


Jihan tersenyum kecut tapi kemudian menghela nafas dan mengusap rambut Gea lembut,"ya sudah tidak apa-apa"ucapnya.


Gea begitu terharu wanita itu seperti seorang ibu baginya,"terimakasih tante!"ucapnya memeluk wanita itu dengan perasaan senang.


saaIa melihat pria paruh baya itu masih memperhatikan nya membuat nya cukup takut.


Ia melepaskan pelukan nya dan pergi meninggalkan Jihan yang masih berdiri memperhatikan nya.


"aku tidak tahu bagaimana aku harus menebus kesalahan ku padamu Qan!tapi aku janji akan memperlakukan Putri mu dengan baik!aku kan memperlakukan nya seperti putri ku sendiri"gumam nya dengan mata merah, hatinya selalu sakiti setiap kali melihat Gea,karna dirinya lah Gea lahir dari hubungan yang salah dan membuat teman nya hancur.


Ia menghapus air matanya yang jatuh kemudian berbalik untuk menuju mobilnya,tapi tanpa sengaja matanya menangkap sosok pria tinggi yang tak asing baginya hal itu tentu saja membuat nya syok.


pria itu yang memang memperhatikan nya dari tadi karena berfikir wanita itu adalah ibu dari Gea,tapi pada saat ia melihat wajah Jihan ia sama terkejut nya.


"Jihan?"ucapnya dan dengan cepat ia berjalan ke arah Jihan yang masih bengong karna terkejut.


Jihan baru tersadar saat Jonathan sudah berdiri di depannya,"aku tidak salah kan?kau adalah Jihan sahabat Qanaya Zenith bukan?", tanya nya.


Jihan tidak tahu apa yang harus ia lakukan,ia diam seribu bahasa dengan tubuh yang seketika lemas pria di depan nya itu adalah pria yang menghabiskan satu malam bersama dengan Qanaya sahabatnya dulu.


***

__ADS_1


Kafe


"jangan katakan kau tidak mengingat ku lagi"ucap jonathan pada Jihan yang duduk di depan nya.


Jihan dengan menahan tangisnya menatap Jonathan,"aku tidak lupa padamu!"ucapnya dengan suara gemetar.


Jonathan yang mendengar nya langsung merasa lega,"Baguslah,oh iya aku sudah lama tidak mendengar kabar Qanaya,dimana dia sekarang dan bagaimana kabar nya?", tanyanya menyeruput kopinya.


"Aku...aku juga tidak tahu bagaimana kabarnya,bahkan aku tidak tahu dimana dia sekarang"ucapnya.


Jonathan menaikkan sebelah alisnya dan meletakkan kopinya,"setau ku kalian adalah sahabat dulunya, bagaimana bisa kau tidak tahu dimana di sekarang?"


Jihan memejamkan matanya dan menarik nafas panjang,"sejak kejadian di klub itu aku kehilangan nya!dia menghilang seperti ditelan bumi tidak ada yang tahu keberadaan nya bahkan keluarga nya sendiri"ucapnya dengan mata merah menahan tangisnya.


Jonathan yang mendengar nya sangat terkejut dan tidak percaya,"kau sedang menyembunyikan nya dari ku bukan?",tanyanya mencoba untuk tidak percaya.


"terserah kau mau percaya atau tidak!"ucapnya langsung berdiri dan mengambil tasnya.


"kehidupan nya hancur karena mu dan...aku!", ucapnya tak kuasa menahan tangis lagi sehingga ia langsung pergi dari sana, tapi Jonathan langsung mengejar nya karena tidak mengerti maksud ucapan Jihan.


tapi Jihan dengan cepat menepis nya dan keluar dari kafe itu,tapi Jonathan tidak menyerah ia mengejar Jihan sampai keluar kafe.


semua itu tak hilang dari pandangan Gea yang memang bekerja di kafe itu namun ia tidak mendengar apa yang mereka katakan.


"bukan kah itu pria yang tadi,jadi dia kenal dengan tante Jihan",gumam nya sedikit tenang setidaknya ia tidak perlu khawatir lagi kalau pria itu adalah orang asing yang ingin berniat jahat padanya.


Ia di tegur oleh seorang pegawai lain karna sedari tadi bengong membuat nya kembali bekerja.


sedangkan di luar kafe Jonathan kembali menahan tangan Jihan bahkan ia memegang tangan Jihan kuat.


"katakan pada ku apa yang terjadi pada Qanaya sejak hari itu?!!", tanya nya dengan suara menekan.

__ADS_1


Jihan mengatupkan giginya,"kehidupan nya hancur dia hamil,karirnya hancur keluarga besar nya mengusir nya dan membuangnya!!", ucapnya tak bisa menyimpan lebih lama lagi karena bagaimanapun Jonathan harus tahu itu.


Mendengar itu Jonathan langsung mematung cekalan nya pada tangan Jihan mengendur,"di..dia Qanaya hamil karena malam itu?!",tanyanya dengan bibir yang bergetar dan hati yang seketika ngilu.


"lalu dimana dia sekarang?",tanya nya.


"aku sudah mengatakan nya!kalau aku tidak tahu!!dia menghilang sejak saat itu dan tak pernah tahu kabarnya lagi"Ucapnya dengan tubuh gemetar.


"Aku akan mencarinya dan bertanggung jawab padanya!"ucap Jonathan dengan wajah serius dan tatapan tajam dan tegas, langkah nya terhenti saat mendengar suara yang begitu manis.


"Tante"ucap Gea berdiri tidak jauh dari mereka.


"Gea"Jihan terkejut melihat Gea dan langsung menghapus air matanya,Jonathan berbalik melihat siapa yang di maksud Jihan.


Gea berjalan ke arah Jihan dan sangat khawatir,ia keluar karna melihat dari dalam Jihan yang menangis.


"Tante tidak apa-apa?",tanyanya.


"tidak apa-apa sayang"ucapnya menggenggam tangan Gea yang juga menggenggam tangan nya.


Gea mengalihkan pandangannya pada pria asing itu yang menatap nya dengan tatapan yang sulit di jelaskan,"apa Tante mengenal tuan ini?", tanyanya.


Jihan mengangguk kan kepalanya,"iya... Tante mengenali nya"


"kau sendiri kenapa ada di sini?dan...dan kenapa kau memakai seragam ini",tanyanya.


"akh sebenarnya aku bekerja di sini tante"ucapnya tak bisa menutupi lagi.


Jihan yang mendengar nya terkejut,"bagaimana bisa kau bekerja?jika kau butuh uang kau bisa memintanya pada Tante"ucapnya.


"tidak Tante,aku tidak ingin menyusahkan Tante!",ucapnya dengan tersenyum.

__ADS_1


saat Jihan akan berbicara tiba-tiba seseorang memanggil Gea, membuat Gea segera pergi,"aku harus bekerja Tante"ucapnya berlari kembali masuk ke kafe tanpa sedikitpun memandang Jonathan yang sedari tadi terdiam di sana dengan memperhatikan nya.


bersambung....


__ADS_2