
Gea yang sudah berada di dalam ruangan tepat nya di balik pintu tak sengaja ia mendengar seseorang memanggil nama Zenith,ia menghentikan langkahnya.
"Zenith?"ucapnya berfikir kemudian teringat kalau ibunya pernah mengatakan nama aslinya sebelum ia berangkat ke kota.
"Qanaya Zenith"ucapnya lagi ingin berbalik kembali keluar tapi dengan cepat dosen yang berada di ruangan itu menyuruh nya duduk.
Hani langsung menarik tangan Gea untuk segera duduk,di kursi ketiga karna hanya itu yang tersisa.
"mungkin namanya hanya kebetulan sama"gumam nya kemudian fokus mendengarkan dosen yang menerangkan di depan.
***
setelah selesai kelas pertama Gea ingin pergi mencari pekerjaan di sekitaran kampus sebelum masuk kelas selanjutnya.
karena Hani yang masih mempunyai satu kelas lagi terpaksa Gea pergi sendirian,tapi tiba-tiba seorang Dosen menghampiri nya dan memberikan nya setumpuk dokumen dan meminta tolong pada nya untuk membantu membawakan ke ruang rektor.
Gea membawakan dokumen itu sembari mengikuti Bu dosen yang juga membawa setumpuk dokumen.
Karna ruang rektor yang memang tidak begitu jauh,mereka akhirnya sampai dosen itu menyuruh nya untuk masuk.
namun saat masuk ternyata rektor sedang kedatangan tamu,Gea dengan perlahan dan hati-hati masuk agar tidak menganggu tapi setelah ia meletakkan setumpuk dokumen itu ia berbalik dan melihat ternyata Pria paruh baya yang saat pertama kali mengantar kan putri nya saat pertama kali masuk kuliah duduk bersama seorang wanita yang cantik.
Ia merasakan perasaan aneh lagi saat melihat pria paruh baya itu bahkan kini ia melihat dengan jelas wajah pria paruh baya yang penuh dengan kharisma itu.
__ADS_1
"jika kau tidak ada kelas tolong bantu aku membereskan dokumen ini sebentar"ucap dosen itu meminta tolong pada Gea.
"akh ia baiklah!",ucap Gea membereskan dokumen itu sembari mendengarkan percakapan rektor dan dua tamu itu,bukan maksud nya menguping tapi karna mereka berada tidak jauh darinya.
"Putri kami mengalami gagal ginjal sejak lahir!kami memasukkan nya kuliah di sini memang karna ingin membuat nya merasa baik-baik saja karna ia tidak tahu sama sekali dengan kondisi nya!jadi kami minta tolong pak untuk tidak perlu membuat nya merasa tertekan dengan tugas-tugas!"
"ya dia adalah anak yang rajin,jika ia mempunyai tugas maka ia akan mengerjakan sesulit apapun itu dan kami takut itu akan membuat kondisi nya semakin cepat memburuk!"
"tolong beri dia kenyamanan!"
jelas pria paruh baya itu dengan sedih sedang kan wanita yang di sebelah nya tampak terus menangis.
"baiklah pak,saya akan mengatur semuanya kami akan membuat putri bapak nyaman di sini!",ucap rektor itu.
"terimakasih"ucap pria paruh baya itu kemudian keluar dari sana bersama istrinya yang menangis.
"dia pasti istrinya?"gumam nya memperhatikan pasangan itu yang tampak sangat sedih.
"Pa aku gak sanggup jika harus kehilangan putri kita!"ucap wanita itu.
"ssst jangan berbicara seperti itu!kita pasti akan menemukan pendonor ginjal sehingga putri kita bisa sehat sepenuhnya!jangan berfikir yang tidak-tidak"ucap Pria paruh baya itu membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.
Semuanya tak lepas dari pendengaran Gea,ia cukup prihatin dengan kondisi putri kedua orang itu.
__ADS_1
setelah menutup pintu untuk istrinya pria paruh baya itu berbalik dan tanpa sengaja ia melihat sosok Gea yang berdiri di depan ruang rektor tidak jauh dari tempat nya berdiri sekarang,ia tampak terkejut dan langsung menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas wajah gadis itu.
Ia menjadi sangat terkejut saat melihat jelas wajah Gea,"dia?!!"gumam nya dengan tak percaya dan langsung berlari menghampiri Gea.
Gea bingung pria paruh baya itu kenapa tiba-tiba berlari ke arahnya,tapi ia sadar kalau ia berada di depan ruang rektor jadi mungkin pria paruh baya itu ingin kembali ke ruang rektor pikir nya jadi ia berjalan meninggalkan ruangan itu.
tapi tiba-tiba sebuah tangan besar menahan nya membuatnya terkejut dan langsung menoleh ke belakang.
seperti sebuah sengatan listrik di tangan nya saat pria paruh baya itu memegang tangan nya, tapi ia Segera bisa mengendalikan dirinya,"ada apa ya pak?",tanyanya sopan hingga membuat pria paruh baya itu tersadar dan mengalihkan pandangannya dari wajah Gea dan melepaskan tangan nya.
"ya tuhan!kenapa gadis kecil ini begitu mirip dengannya?"gumam nya hampir tak percaya dan matanya berkaca-kaca.
"nak boleh aku tahu siapa nama ibumu?",tanyanya dengan sedikit gugup karna takut jika ia salah mengira lagi.
"nama ibuku?", ulang Gea bertanya karena bingung untuk apa pria paruh baya itu tiba-tiba ingin tahu nama ibunya.
"maaf tuan tapi saya tidak tahu siapa anda,dan saya juga tidak tahu kenapa anda tiba-tiba ingin tahu siapa nama ibu saya"ucap Gea dengan tatapan datar dan sedikit tajam kemudian dengan cepat berbalik dan pergi dari sana secepat nya.
pria paruh baya bernama lengkap jonathan Wilson itu tiba-tiba mengeluarkan air mata nya bahkan ia bingung kenapa tiba-tiba air matanya keluar.
bahkan dada nya sakit dan merasakan sesuatu dari dirinya tiba-tiba pergi,ia memegang dadanya yang sesak dengan tak melepaskan pandangannya dari sosok Gea yang berjalan dengan langkah tegas dan lurus itu.
"ya tuhan apa yang terjadi!siapa gadis itu kenapa aku merasakan hal yang aneh?kenapa aku merasa mempunyai hubungan dengan nya?",tanya nya dengan perasaan yang sakit.
__ADS_1
***
bersambung.....