
di sisi lain seorang wanita yang sudah hampir berusia 60 tahun duduk di kafe tepat di jendela dengan memperhatikan sekeliling mencari keberadaan seseorang yang tak lain adalah Gea,tapi setelah lama bahkan sudah dua jam lebih ia duduk di sana tapi tak melihat keberadaan Gea.
akhirnya ia bertanya pada seorang pelayan,"saya mau tanya gadis yang kemarin bernama Gea yang melayani saya apakah dia belum datang?"tanyanya.
"oh karyawan baru itu,saya juga tidak tahu nyonya dia mungkin masih kuliah karna itu belum datang"ucap pelayan itu sopan.
"oh begitu ya terimakasih"ucap nya.
"baik nyonya saya permisi dulu"ucapnya kemudian berlalu pergi.
wanita tua itu menunggu sampai malam hari tapi gadis yang ia tunggu-tunggu tak muncul juga, akhirnya ia pergi dengan perasaan sedih padahal ia begitu merindukan putrinya dan ingin sekali memeluk gadis yang ia temui semalam yang begitu mirip dengan putrinya yang mungkin bisa mengobati perasaan rindunya.
***
di sisi lain Gea sudah berbaring di kamarnya ia bertanya-tanya pada diri sendiri apa yang terjadi antara Jihan dan pria asing itu.
"sebenarnya siapa paman asing itu,dia tahu nama asli ibu bahkan saat pertama kali bertemu dengan ku dia juga bertanya nama ibu?Tante jihan juga seperti takut jika mendekatinya"gumam nya dengan melamun sampai ponselnya berbunyi ia baru tersadar dan langsung menjawabnya saat melihat itu dari Jihan.
"selamat malam Tante ada apa ya?"
"Gea Tante sudah menemukan pekerjaan untuk mu,besok kamu sudah bisa bekerja disana tidak jauh dari kampus mu"ucap Jihan.
Gea terkejut mendengar nya ia pikir Jihan bercanda tadinya mengenai akan mencari pekerjaan untuk nya tapi ternyata Jihan begitu serius bahkan sudah mendapatkan pekerjaan untuk nya.
"akan ada yang menjemput mu setelah kau selesai kampus"
"benarkah? apakah mereka begitu baik sampai menjemput ku untuk bekerja?"tanya Gea dengan polosnya membuat Jihan yang di seberang tersenyum mendengar nya.
"sudah cepat lah tidur ini sudah sangat larut malam"ucapnya berbicara dengan begitu lembut.
"baik Tante"jawabnya tapi pada saat ia akan memutuskan telfon Jihan menghentikan nya.
"Gea tunggu sebentar,Tante hampir lupa mmm...itu...."
Gea diam menunggu apa yang ingin di katakan Jihan lagi.
"Gea boleh kah kau memberikan nomor ponsel ibu mu untuk Tante?"
__ADS_1
"nomor ibu?"tanya Gea.
"benar sebenarnya tadi kartu Tante rusak jadi semua nomor telepon terhapus termasuk nomor ibumu"ucap Jihan buru-buru menjelaskan.
tanpa berfikir apapun Gea langsung mengirimkan nya pada Jihan melalui pesan,"sudah Tante aku sudah mengirimkan Kontak ibu"ucapnya.
seperti air dingin yang di siram ke dadanya saat melihat nomor ponsel Sahabat nya yang tak pernah ia dengar lagi suaranya, rasanya ia bergetar melihat Kontak nya saja bahkan air matanya menetes.
"Tante baik-baik saja?"tanya Gea karna Jihan tak mengatakan apa-apa dan mendengar Isak tangis yang di tahan.
"ya Tante baik-baik saja,Tante akan tutup telfon nya,oh iya besok Tante akan menjemput mu jangan kemana-mana"ucapnya kemudian langsung memutuskan telfon.
setelah telfon terputus Jihan dengan Tangan yang bergetar mengklik kontak itu dengan perasaan ragu ia menekan tombol panggilan suara rasanya ia tidak akan sanggup jika Qanaya melihat wajah munafik nya.
ia menunggu panggilan nya di angkat dengan jantung yang berdebar.
tapi panggilan nya tak di jawab, mungkin sudah tidur pikir nya jadi ia tidak ingin mengganggu dan tidak lagi menelfon ia mengusap air matanya.
***
Tampak pria paruh baya yang berwajah tampan dan tubuh yang tegap dengan setelan jas yang membungkus tubuh nya dengan begitu rapi,pria itu diam di pinggir jalan dengan mobil mewahnya ia berdiri dengan tetap memperhatikan sosok Gea.
Gea bingung kenapa pria itu memperhatikan nya begitu, bahkan bukan hanya sekali ini setiap ia pergi ke kampus ia selalu melihat pria paruh baya itu selalu berdiri di sana dan memperhatikan nya.
tapi karna Jihan sudah berpesan padanya untuk tidak lagi bertemu dan dekat-dekat dengan pria bernama lengkap Jonathan Wilson itu,ia langsung pergi.
Sedangkan di pinggir jalan Jonathan tak bisa menahan air matanya, sebenarnya semalam saat ia bertemu dengan Gea ia mengambil rambut Gea yang rontok dan sudah Melakukan tes DNA dan hasilnya 99%kalau Dirinya adalah ayah biologis Gea.
"Gea dia adalah putriku dan Qanaya"ucapnya dengan sesak dan sakit di hatinya,ia membuat Qanaya hamil tapi ia sama sekali tak bertanggung jawab dan sekarang ia membutuhkan ginjal untuk putrinya dari wanita lain apakah ia akan mengambil ginjal gadis itu betapa jahat nya dirinya.
"jika aku memaksa mengambil salah satu ginjal mu nak apakah selama nya kau akan membenciku dan tidak akan pernah menerima ku sebagai ayah?"tanyanya seolah Gea berada di depannya,tak kuat ia segera masuk kedalam mobilnya dan pergi dari sana.
Gea sekilas menoleh ke belakang lagi dan melihat mobil itu sudah tak lagi berada di sana,karna tak melihat jalan ia menabrak Seorang pria tampan berkacamata yang tak lain adalah dosen Robert.
ia memegang dahinya yang seperti menabrak batu,saat ia menaikkan pandangan nya ia langsung terkejut melihat dosen Robert yang begitu berwajah menyeramkan.
"maafkan saya pak!saya tidak sengaja"ucapnya dengan cepat minta maaf.
__ADS_1
tanpa mempedulikan permintaan maaf Gea, dosen tampan bernama Robert itu berlalu pergi begitu saja dengan wajah dingin dan datar nya tapi ia meninggal sepatah kata untuk Gea.
"Bodoh!"
Gea bernafas lega ia tidak peduli dengan ucapan dosen itu,ia juga langsung pergi ke kelas yang sudah akan mulai sebentar lagi.
***
di sisi lain
Jonathan sampai di perusahaan nya,saat ia masuk ke ruangan nya terlihat istrinya sudah duduk di sofa menunggu nya.
ia tidak mempedulikan nya ia begitu malas meladeni istrinya yang sangat menyebalkan itu,ia duduk di kursi kebesaran nya tanpa menoleh sedikit pun tidak.
Tania yang tidak senang menghampiri meja nya dan memukul mejanya dengan selembar kertas.
"Apa ini!!!?"tanyanya dengan keras menunjukkan kertas itu di depan mata Jonathan.
"darimana kau mendapatkan nya!"Jonathan terkejut melihat hasil tes DNA nya dan Gea berada di tangan Tania istrinya itu.
"tidak peduli aku mendapat nya darimana,jawab aku apakah kau diam-diam punya anak di luar sana!!kau anggap aku dan Putri ku apa!?kau selingkuh di belakang ku bahkan sampai mempunyai anak!aku mengerti Sekarang karna kau mempunyai anak lain jadi kau tidak begitu peduli dengan keadaan putri ku meskipun dia akan mati..."
"Diam!!!!!"bentak Jonathan dengan suara menggema membuat Tania langsung diam dengan ketakutan.
"tutup mulut mu Tania!!kau pikir aku tidak berusaha selama ini mencari ginjal untuk putri kita bahkan aku mati-matian mencari nya apakah itu yang kau katakan tidak peduli!! justru kau yang tidak ada usaha sama sekali!!"
"lagi pula dia adalah anak dari wanita yang 20 tahun lalu sudah ku sukai dan aku lebih dulu mencintai nya dan ingin menikahi nya!!tapi kau datang dan menahan ku untuk mendapatkan nya!!"Jonathan berbicara dengan lantang dan menggema membuat Tania tertekan.
"apakah maksud mu wanita bernama Qanaya itu?"tanyanya dengan air mata yang menetes.
"benar!"jawab Jonathan dengan tegas dan langsung berbalik tidak ingin melihat wajah Tania yang menangis.
"Jika kau mempunyai anak lain bukankah kemungkinan besar ginjalnya akan cocok dengan Putri kita,aku akan memaafkan mu asalkan kau mengambil ginjal nya untuk putri kita"Tania berbicara dengan suara menangis.
"aku yakin kau mencari nya karna menginginkan ginjal nya juga kan"ucapnya dengan percaya diri dan suara Isak tangis.
bersambung.....
__ADS_1