GEA

GEA
GEA 66


__ADS_3

"terimakasih"ucap Gea setelah sampai di rumah nya.


"sama-sama tidur lah dengan nyenyak"ucap Alden setelah memikirkan kata-kata itu sepanjang jalan bahkan membuat dirinya sendiri merona.


Gea tersenyum dengan wajah yang juga merona kemudian mengangguk kan kepala nya, sehingga dengan cepat ia masuk ke dalam rumah nya.


begitupun dengan Alden yang segera kembali masuk ke dalam mobil nya dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.


Windi yang membukakan pintu tertegun melihat pria yang mengantarkan Gea,pria yang lebih muda dari pria sebelum nya namun juga sama-sama tampan.


"Terimakasih sudah membukakan pintu untuk ku"ucap Gea dengan tersenyum lebar terlihat sangat senang dan langsung masuk ke dalam melawati Windi yang masih berdiri mematung memperhatikan mobil yang mengantarkan Gea baru saja.


Ia kemudian menutup pintu setelah mobil itu berlalu pergi kemudian melihat Gea yang masih senyum-senyum tak jelas."apakah pria itu tadi pacar nya?"tanya nya pada diri sendiri.


"apa urusan ku"gumam nya kemudian masuk ke kamar untuk segera tidur.


***


Syella masih berada di bar sampai jam dua belas malam dengan kondisi yang sudah mabuk berat karna ia sudah minum bir sampai 5 botol.


"aku mau tambah lagi!!"ucapnya dalam kondisi yang sadar, sebenarnya ia adalah peminum yang sangat baik dan sangat sering mabuk-mabukan namun tak ada satupun yang mengetahui di antara keluarga nya karna itu adalah Aib bagi keluarga Wilson yang maha agung dan bersih di negara itu.


Ia juga ada di ruangan VIP dimana hanya ia Sendiri di sana dan beberapa orang kepercayaan nya.


Ia juga tak sepolos dan selembut yang orang-orang kira selama ini, bahkan seluruh keluarga nya benar-benar menganggap nya lemah lembut dan polos layaknya anak kecil.


Sebenarnya bukan hanya alasan Gea adalah anak dari perusak keharmonisan keluarga nya, melainkan ia tahu kalau Gea adalah anak haram Ayah nya dan ia jelas tahu kalau Qanaya adalah wanita masa lalu Ayahnya itu karna itu ia sangat membenci dan tak menyukai mereka.


Jika berfikir hanya itu alasan nya, orang-orang salah besar ada satu hal yang membuat nya berkeinginan membunuh Gea bersama ibunya.


Dret...dret...


ponsel Syella yang sedang asyik minum tiba-tiba berdering, dengan malas Syella merogoh sakunya dan mengambil nya,tapi saat ia melihat itu panggilan dan beberapa pesan dari Daddy,Opa dan Omanya seketika gelak tawa menghampiri nya.

__ADS_1


"hahahaha!! hahaha!!"


ia menjadi tertawa tak jelas sampai membuat beberapa orangnya di sana takut,ya mereka sangat takut pada Syella wanita yang begitu kejam pada mereka jika Melakukan kesalahan.


prak!!!!!


ia melempar ponsel nya ke dinding Hingga pecah.


"aku sudah sangat lelah dengan kebodohan semua orang!! khawatir padaku? sebaiknya kalian mengkhawatirkan diri sendiri saja"ucapnya kembali meneguk bir yang langsung dari botol nya.


"aku ada pekerjaan untuk kalian"ucapnya pada tiga orang di depannya itu sembari meneguk birnya dengan mata sayu khas orang mabuk.


"bunuh wanita ini dengan menabrak nya!"ucapnya menyodorkan foto ke depan tiga pria itu.


"...nyonya ingin wanita ini di tabrak hingga mati?",tanya salah seorang dari mereka mengambil foto wanita paruh baya yang di berikan oleh Syella.


"benar Dia harus mati dan kalian harus membuat kejadian itu seolah-olah unsur ketidak sengajaan"ucapnya dengan tatapan sayunya namun tajam.


"baik nyonya"ucap mereka bertiga mengangguk dengan cepat.


"oh satu lagi kalian tidak boleh salah orang! wanita ini setiap pagi akan datang bekerja di toko roti jalan Xy, terserah kalian menabraknya pagi atau malam tapi yang pasti jika kalian tertangkap kalian tidak boleh membawa-bawa nama ku! mengerti!!!!"ucapnya berteriak.


"mengerti nyonya!!"jawab ketiga pria itu dengan tegas.


"bagus,pergilah keluar jangan menganggu kesenangan ku"ucapnya kembali meminum bir nya lagi hingga tumpah ke pakaian dan wajah nya.


"Gea ya?kau akan menjadi urusan ku!!kau sudah membuat ku tak menyukai mu dan sekarang kau malah membuat ku semakin tidak menyukai mu dengan merebut pria yang ku suka"ucapnya terlihat jelas di sorot matanya kebencian.


***


ke esokan harinya seperti biasa Gea pergi ke kampus dan setelah Gea pergi ke kampus Qanaya juga pergi bekerja,Qanaya memang diam-diam bekerja karna Gea melarang nya untuk bekerja tapi ia tidak bisa tinggal diam di rumah.


Windi tinggal sendirian di rumah,ia hanya menonton tv dan sambil memakan cemilan.

__ADS_1


meskipun bosan di rumah ia juga tidak berani keluar berlalu lalang,jika di kampung dulu ia bisa bebas kemana-mana dengan teman-teman nya dengan menggunakan sepeda motor ke desa-desa sebelah dan nongkrong di kafe-kafe bersama teman-teman nya dan pacar mereka masing-masing hingga lupa pulang.


saat ia sedang asyik menonton tiba-tiba pintu di ketuk membuat nya langsung bergegas ke depan dan membuka nya.


"kamu siapa ya?"tanya nya setelah membuka pintu melihat seorang nenek yang tampak cantik dan awet muda dengan pakaian sederhana tapi terlihat elegan dan mahal.


"apa benar ini rumah Gea gadis yang ada di foto ini?"tanya wanita tua itu bertanya dengan ramah dan tersenyum menunjukkan foto Gea.


Windi dengan ragu menganggukkan kepalanya,"benar,itu adalah saudara saya"jawabnya.


"dia terlihat lebih baik daripada wanita tua yang beberapa waktu lalu datang kemari"gumamnya.


Wanita tua itu memegang dadanya,"jadi kau adalah saudara nya?"tanya nya menatap wajah Windi dengan lembut.


"iya"


"boleh saya bertanya sesuatu?"tanya wanita tua itu lagi.


Windi menatapnya nya dengan ragu.


"memang nya kamu siapa?"tanya Windi berbicara dengan sedikit tidak sopan membawa logat bahasa nya saat berada di kampung nya.


"saya bukan orang jahat nak,jangan khawatir"ucap wanita tua itu tersenyum.


Melihat kembali wajah wanita tua itu membuat Windi sedikit yakin,"akh kalau begitu duduklah di sini"ucapnya menyuruh wanita tua itu duduk di kursi yang berada di teras rumah nya.


kemudian ia juga ikut duduk tepat di depan wanita tua itu dengan meja sebagai jarak di antara mereka.


wanita tua itu menarik nafas nya untuk menenangkan dirinya yang sekarang begitu gugup,"semoga saja dugaan ku benar"ucap nya dalam hati memejamkan matanya.


melihat itu Windi mengerutkan keningnya bingung,"nenek katakan apa yang ingin kau tanyakan?"tanyanya.


"Apakah nama ibu kalian adalah Qanaya Zenith?"

__ADS_1


Windi mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya,"tidak,nama ibu ku adalah Henny"ucap Windi yang memang tidak tahu nama asli Sang ibu tiri.


bersambung.....


__ADS_2