
"benarkah?kenapa kau tidak pernah mengatakan nya"Wanita tua itu begitu senang mendengar nya.
"aku tidak tahu kalau mama mengenal nya"jawab Robert singkat.
Gea melihat jam tangan nya,"Maaf bi aku harus segera pergi"ucapnya dengan sopan karna ia memang harus pergi ke kampus.
"Tunggu sebentar nak,Bibi ingin sekali mengundang mu makan malam di rumah bibi,bibi sangat berharap kau setuju"ucapnya dengan penuh harap.
Gea tersenyum setelah beberapa saat memikirkan nya,"saya akan dengan senang hati menerima undangan bibi"ucapnya membuat wanita tua itu begitu terharu mendengar nya ia ingin sekali semakin dekat dengan Gea karena ia benar-benar merasa kan setiap kali melihat Gea ia akan sangat bahagia seperti bertemu putrinya yang telah lama hilang.
sedangkan Gea,itu adalah pertama kalinya ia merasakan sebuah perasaan keluarga wanita tua itu memberikan nya sebuah perasaan yang begitu hangat dan teduh seperti rumah meskipun Jihan begitu baik padanya tapi tak pernah ada perasaan seperti itu yang ia rasakan.
Robert yang melihat senyum Gea pada Ibunya menjadi mempunyai perasaan hangat di hatinya,ia mulai melihat sosok kakak yang tak pernah ia temui lagi berada pada gadis di depan ibunya itu.
"Gea!!"panggil seseorang membuat ketiga orang itu menoleh,tampak Jihan yang berlari ke arah mereka.
"Tante Jihan"ucap Gea setelah Jihan berada di dekat nya.
"Tante ingin menjemput mu... maksud Tante,Tante tadi datang ke rumah dan kau tidak ada di sana jadi Tante yakin kalau kau berada di sini jadi Tante menjemput mu untuk pergi ke kampus",jelas Jihan yang memang sengaja datang menjemput Gea karna ia tahu kalau Gea sudah keluar hari ini.
"terimakasih Tante"ucap Gea.
"Jihan"
wanita tua yang berada di kursi roda itu membuyarkan perhatian Jihan yang hanya pada Gea.
Begitu terkejut nya Jihan Melihat wanita tua yang duduk di kursi roda itu,"nyonya besar Zenith?"ucapnya dengan begitu terkejut.
"kau kah itu Jihan sahabat putri ku dulu?"tanya wanita tua itu memastikan.
Jihan dengan gugup mengangguk,"be-benar Tante"ucapnya sedikit menoleh Gea yang tak menunjukkan ekspresi apapun namun memperhatikan mereka.
"*apakah aku bisa mengatakan pada nyonya besar Zenith kalau Gea adalah putri kandung Qanaya? tidak-tidak aku tidak bisa mengatakan nya Qanaya pasti akan sangat marah padaku"
"dia sendiri tak mengatakan keberadaan nya dan Gea pada keluarga nya sendiri jadi mungkin saja Qanaya tidak ingin keluarga besar nya tahu,jadi aku juga tidak boleh memberitahu mereka*"gumam nya.
"Apakah kau pernah mendengar keberadaan Nya dimana?"tanya wanita tua itu dengan wajah sedih.
__ADS_1
Jihan dengan cepat menggeleng,"tidak,saya tidak pernah mendengar keberadaan Nya lagi"jawabnya.
"saya permisi nyonya,Gea harus pergi ke kampus"ucapnya kemudian menarik Gea dengan pelan.
Wanita tua itu menghela nafas ia masih begitu berharap putrinya masih hidup dan ia masih bisa bertemu dengan nya.
Robert menatap Jihan dengan tatapan yang sulit di jelaskan,ia bisa merasa Jihan menyembunyikan sesuatu hanya dengan melihat gerak geriknya.
"Robert Jika memang kakak mu tidak lagi di dunia ini mama ingin sekali secepatnya pergi bertemu dengan kakak mu di Dunia lain,tapi mama juga khawatir kalau kakak mu masih di dunia ini maka mama tidak akan bisa bertemu dengan nya lagi"ucap wanita tua itu terdengar lirih tampak ia menahan tangis.
Robert menghela nafas panjang mama selalu saja berkata seperti itu.
"jangan mengatakan itu ma"ucapnya.
***
"Gea sayang kau mengenal mereka?"tanya Jihan setelah berada di mobil.
Gea menjawabnya dengan anggukan kepala,dan diam-diam menatap Jihan sebenarnya ia curiga kalau Jihan mengetahui keadaan nya tapi ia tidak berani bertanya.
"ooh begitu"ucapnya.
"Gea sayang jaga dirimu baik-baik ya"ucap Jihan sebelum Gea keluar membuat Gea menjawabnya hanya dengan anggukan kepala.
Gea berjalan masuk ke gerbang kampus itu rasanya ia sangat rindu dengan Susana itu,dimana setiap pagi ia akan melewati gerbang itu.
"Gea!!!!!!"panggil Hani begitu keras hingga menarik perhatian semua orang di sekitar.
Gea menoleh dan melihat Hani yang berada di parkiran berlari dengan begitu kuat,ia khawatir Hani akan memeluk nya dengan kuat sehingga ia dengan cekatan menghindar saat Hani akan langsung memeluk nya.
Hani begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Gea,ia berbalik melihat Gea karna ia kelewatan Karna Gea yang menghindar secara spontan."Gea?"ucapnya menatap Gea tak percaya.
"maaf Hani"ucapnya kemudian langsung memeluk Hani.
Hani begitu saja langsung Luluh ia memeluk Gea dengan erat dan dengan air mata yang mengalir derasnya,"Gea kemana saja kau,kau menghilang dan tak ada kabar sama sekali membuat ku takut dan khawatir"ucapnya dengan terisak.
"itu tidak penting,yang penting aku sudah kembali"ucap Gea dengan begitu gampang nya kemudian menarik Hani untuk segera ke kelas mereka.
__ADS_1
sepanjang mereka jalan Hani terus bertanya kemana ia pergi tapi Gea sama sekali tidak memberitahu nya dan Terus mengatakan hal-hal lain.
***
"bukan kah kau akan kembali hari ini,lalu kenapa kau tidak bersiap?"tanya Deon yang datang ke apartemen Gerald dan melihat pria sedingin es itu hanya duduk di balkon dengan membaca beberapa dokumen dan masih mengenakan piyama tidur.
"aku masih ada pertemuan dengan presiden keluarga Wilson karna itu aku memintamu untuk datang"jawab Gerald tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen di tangan nya.
"benarkah?tapi aku rasa kalian tidak ada jalinan kerja sama bisnis lalu untuk apa kau bertemu dengan nya?apa kau akan memulai bekerja sama dengan perusahaan Wilson?"tanya Deon.
"Pria tua itu menyuruh ku untuk bertemu dengan keluarga besar Wilson,tidak ada urusan bisnis sama sekali"
"tunggu dulu,apa tuan besar ingin menjodohkan lagi mu dengan putri dari keluarga Wilson?"tebak Deon.
Gerald melepaskan kaca mata anti radiasi nya dan berdiri meletakkan dokumen yang tadi di baca,"mm itu benar"jawabnya berjalan masuk ke kamarnya.
"tunggu dulu,memang nya kau bisa menyentuh wanita itu nantinya?"tanya Deon yang begitu terkejut.
"Aku tidak tahu tapi pria tua itu berisi keras menjodohkan ku!!",jawab Gerald dengan datarnya.
"semoga saja dia memang jodoh mu dan kau bisa menyentuh nya"ucap Deon menepuk pundak nya.
"mm"jawab Deon kemudian masuk ke kamar nya untuk berganti pakaian.
***
setelah selesai kampus Gea kembali ke rumah sakit tapi Hani ingin ikut ia dengan tegas menolak,karna ia tidak ingin Hani tahu bagaimana hubungan nya dengan ibunya lagipula ia akan melakukan pemeriksaan dengan dokter yang menangani operasinya sebelum nya.
Ia membawa buah-buahan dan beberapa roti untuk Windi,sebelum masuk ia menarik nafas panjang dan mendorong pintu perlahan.
ia terkejut hanya melihat Ibunya sendiri di sana,ia langsung menghampiri ibunya yang ingin meraih gelas.
"Ibu kenapa ibu sendiri?dimana Windi?"tanya nya mengambil kan Ari putih itu dan membantu ibunya untuk minum.
"kenapa kau datang?"tanyanya dengan datar.
"aku ingin melihat ibu!aku sangat merindukanmu"jawabnya menyentuh tangan Sang ibu.
__ADS_1
"keluar,aku ingin istirahat"ucapnya langsung menarik tangannya.
bersambung....