
Gea perlahan-lahan membuka matanya dan terkejut saat melihat dirinya berada di tempat yang asing, dengan cepat ia bangun dan ingin turun dari ranjang itu.
Jihan yang ada di ruangan itu langsung menoleh saat mendengar pergerakan,"Gea Jangan bangun dulu"ucapnya langsung menghampiri Gea yang akan turun.
"Tante?aku ada dimana?"tanyanya.
Jihan langsung memeluk nya dengan menangis,"kau berada di rumah sakit!kau pingsan semalaman di rumah"ucapnya melepaskan pelukan nya dan mengusap-usap Wajah Gea.
Gea mengingat semalam setelah memutuskan telfon ia tidak ingat apapun lagi.
"kau membuat Tante takut dengan keadaan kamu!bagaimana jika kamu kenapa-napa tadi apa yang akan Tante katakan pada ibumu"ucap Jihan dengan lirih.
"Ibu?"Gea baru ingat apa yang terjadi pada ibunya.
"Iya ibu!!ibu dia harus segera operasi"gumam nya dengan bersuara kecil tapi Jihan masih mendengar nya samar-samar.
"Gea apa yang baru saja kau katakan?"tanya nya tidak yakin dengan apa yang ia dengar.
"ibu ku!dia harus operasi Tante!aku..-aku boleh kah aku meminjam uang dari Tante untuk biaya pengobatan ibu ku?"tanyanya dengan memohon.
Jihan tertegun,"Ada apa dengan Qanaya?"tanyanya.
"Ibu dia mengalami kerusakan beberapa organ tubuh nya dan harus segera di operasi Tante"ucapnya dengan terbata-bata karna tidak enak selalu menyusahkan Jihan.
Jihan menutup mulut tak percaya,air matanya kembali lolos begitu saja,"Berapa yang di butuhkan?"tanyanya.
"jumlah nya sangat banyak!"ucap Gea rasanya ia tidak tahu diri jika meminjam uang sebanyak itu.
"Katakan Gea,berapapun Tante pasti akan memberikan nya"Ucap Jihan meyakinkan dengan mata berkaca-kaca.
"150 juta Tante"ucapnya menatap Jihan menunggu reaksi Jihan,tapi Jihan bahkan tak terkejut dengan biayanya.
"baiklah kamu jangan khawatir Tante akan membayar nya! katakan saja segera lakukan operasi yang terbaik kalau perlu Tante akan kirim dokter terbaik"Ucap Jihan dengan begitu serius membuat Gea menangis melihat nya ternyata Jihan begitu baik.
"Berikan lokasi tempat tinggal ibu mu dan rumah sakit nya!Tante akan kesana hari ini juga dengan dokter terbaik"ucapnya.
"Di rumah sakit Z desa indah 1300km dari kota ini tante"ucapnya dengan jelas.
Jihan semakin terisak mendengar nya,entah karena setelah sekian lama akan bertemu dengan sahabat berhati malaikat yang ia khianati atau karna begitu pilu mendengar keadaan sahabat nya.
__ADS_1
Ia mencium kening Gea,"baiklah Tante akan pergi sekarang jaga dirimu baik-baik Selama Tante pergi,jika kau butuh apapun katakan saja pada Deon sebentar lagi dia akan datang"ucap Jihan memegang wajah Gea sembari mengusap pucuk kepalanya,setelah itu ia langsung pergi.
"Qanaya tunggu aku!!aku tidak ingin kehilanganmu lagi!! meskipun aku tidak bisa menebus kesalahan ku tapi ijinkan aku meminta maaf atau aku akan menyesal seumur hidup ku"gumam nya menghapus air matanya yang terus mengalir.
Gea menangis dengan perasaan campur aduk,tuhan mengirim kan nya bantuan melalui Jihan ia sangat bersyukur karena ibunya akan segera di operasi tapi dari mana ia akan mendapatkan 500 juta untuk membayar hutang yang di bebankan kakak tirinya pada ibunya.
Ia kemudian melepaskan infus yang di suntikkan di tangan nya yang rasanya begitu sakit,setelah itu ia langsung turun dari ranjang dan meninggalkan ruangan itu.
Ia terus berjalan di koridor rumah sakit yang begitu panjang seolah tak merasakan remuknya tubuh nya dan kepala nya yang masih begitu pusing karna efek obat,bahkan ia juga belum pulih total.
Ia berjalan dengan tubuh tegap dan wajah yang tak menunjukkan ekspresi apapun sehingga orang-orang yang lewat tidak tahu ia adalah seorang pasien yang kabur.
hingga sampai di lobby,ia semakin mempercepat langkahnya keluar dan masuk kedalam taxi yang terparkir di depan.
"pak, antaran saya ke alamat Xxx"ucapnya membuat Supir itu mengangguk dan langsung melaju kan taxi nya.
''bagaimana pun aku harus mendapatkan uang nya!jika tidak nyawa ibu dan**Windy akan tetap dalam bahaya", Gumamnya ia ingat bagaimana kejamnya perlakuan orang bank.
selang beberapa menit ia sampai di rumahnya,setelah membayar ongkos nya ia segera masuk dan bersiap untuk pergi ke kampus ia karena ia khawatir yang sudah ketinggalan dua mata kuliah hari ini.
ia menggunakan sepeda untuk ke kampus,rasa pusing di bawah sinar matahari seolah tak di rasakan nya ia mendayung sepeda dengan cepat.
sesampainya di kampus ia segera berlari menuju kelas nya hari ini,tapi kakinya yang terasa sakit karna jatuh semalam membuat nya sedikit kesusahan berlari namun ia berusaha cepat.
"kampus tidak melarang mahasiswa nya tidak hadir jika dalam keadaan tidak sehat"ucapnya masih begitu dingin.
"tapi saya akan ketinggalan banyak pelajaran pak"jawabnya sembari berjalan cepat dengan Robert yang mengawasinya di belakang.
"saya duluan pak!"ucapnya berlari dengan memegang pembatas tangga.
Robert menggelengkan kepalanya,"kehidupan nya terlihat tidak baik!"gumam nya setelah memperhatikan Gea sejak awal hingga kini bahkan ia masih ingat dimana Gea duduk di depan gerbang pukul 11 malam sehabis kerja,ia merasa iba melihat nya.
....
dikelas Hani terkejut melihat Gea yang datang, terlihat Gea yang masuk kemudian berjalan ke arahnya.
"Gea kau sudah sembuh!!"ucapnya langsung memeluk Gea dengan erat dengan menangis.
"kau membuat ku takut!aku tidak bisa fokus belajar memikirkan mu di rumah sakit"ucapnya setelah melepas pelukannya.
__ADS_1
"tidak apa-apa,sekarang aku sudah sembuh"ucapnya dengan tersenyum.
"Maafkan aku yang tidak ada di sisi mu selama beberapa hari!"tambah Hani lagi menggenggam tangan Gea.
"tidak apa-apa!"ucapnya lagi menepuk-nepuk punggung tangan Gea yang terus menggenggam tangan nya.
***
pukul dua siang
di CB perusahaan Luther,Deon yang baru saja keluar terkejut melihat Gea yang datang.
"Gea kenapa kau datang?bukan nya kau masih di rawat?",tanyanya dengan begitu khawatir melihat wajah Gea yang masih begitu pucat.
"aku sudah sembuh kak bahkan aku sudah kembali dari kampus"ucapnya sopan.
"lalu kenapa kau masih begitu pucat?"tanya nya.
"itu karna sedikit kelelahan di kampus"jawabnya dengan pasti.
"kalau begitu saya masuk dulu ya kak"lanjutnya kemudian lewat di dari depan Deon dengan menundukkan kepalanya.
Deon menghela nafas dan berbalik melihat Gea yang berjalan dengan begitu cepat namun tubuh nya begitu tegas saat berjalan,"bahkan dia masih sakit tapi kenapa terlihat berjalan dengan begitu fit", ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.
Setelah sampai di dapartemen nya,Gea langsung menghampiri seseorang yang menjadi bos di dapartemen itu.
"maafkan saya bu! boleh kah saya berbicara dengan ibu sebentar"ucapnya dengan serius membuat wanita rapi dan elegan itu mengangguk.
"silahkan duduk,apa yang ingin kau katakan?"tanyanya setelah mempersilahkan Gea duduk.
Gea menggenggam jemarinya ia sedikit khawatir meminjam uang dengan jumlah sebanyak itu.
"Bu boleh kah saya meminjam uang,ini sangat penting saya sangat membutuhkan nya saya tahu saya masih baru di sini tapi saya sangat minta tolong Bu"ucapnya setelah meyakinkan dirinya dengan menatap wanita itu serius dan lurus.
wanita itu menghela nafas panjang dan sekilas ia tersenyum sinis,"berapa yang kau butuhkan?"tanyanya.
"saya membutuhkan 500 juta Bu"ucapnya membuat wanita itu sedikit terkejut.
"500juta?kau sedang bercanda?gaji mu dalam 3 tahun pun tidak akan bisa membayar nya"ucapnya begitu tak percaya gadis di depan nya itu tidak tahu diri meminjam uang sebesar itu.
__ADS_1
Gea memejamkan matanya,ia tidak ingin menjual ginjalnya Hanya untuk mendapatkan uang.
bersambung....