GEA

GEA
Kembali ke kampus


__ADS_3

Syella terkejut saat melihat wajah Gea bahkan ia tak percaya.


"bukankah dia orang yang mendonorkan ginjalnya untuk ku?"ucap Syella dalam hati terkejut melihat Gea.


sebenarnya saat melihat wajah Syella beberapa menit yang lalu Gea juga terkejut karna ia ingat kalau dia adalah putri Jonathan yang ia donorkan Ginjalnya.


"kami selalu tinggal di perkampungan dan baru satu bulan lebih Kami berada di sini!dan ibu ku tidak pernah kemanapun!!kau hanya mengatakan omong kosong!!"teriak Gea begitu marah karna ibunya di hina terlebih di depan banyak orang.


"Gea sudah,ibu tidak apa-apa"ucap Qanaya memeluk Gea.


"kau...bukan kah kau..."Syella tak mampu melanjutkan ucapannya karna begitu syok.


melihat Syella yang terdiam Gea langsung membantu sang ibu berdiri, dengan melepaskan jaketnya dan memasang kan pada ibunya untuk menutupi wajahnya karna ia tahu beberapa orang di sana melakukan siaran langsung.


Ia berjalan melewati orang-orang berkerumun yang berusaha memvideokan Wajah sang ibu.


"minggir!!apa kalian tidak tahu sopan santun!jangan halangi jalan kami!"teriaknya dengan keras sampai memenuhi ruangan itu membuat orang-orang berhenti dan mundur dengan menutup telinga.


Gea langsung berlari membawa sang ibu keluar dari sana.


Anna sendiri begitu tertegun melihat putri Qanaya yang Sekali lihat ia bisa tahu kalau dia adalah gadis baik pemberani dan jenius sama seperti ibunya.


Gea membawa sang ibu masuk ke dalam taxi dan segera menyuruh supir taxi itu berjalan.


tidak jauh dari toko itu terlihat seorang wanita paruh baya berdiri di samping mobil nya dengan bersandar dan tersenyum puas,"Sekali mendayung dua pulau terlampaui"ucapnya sinis.


Ia memang sengaja menyuruh Syella untuk melabrak Qanaya yang menyebabkan Keluarga mereka berantakan dan membuat Jonathan menceraikan nya hingga Syella begitu marah dan mengikuti ucapannya.


dengan begitu ia bisa mempermalukan Qanaya yang sebelumnya sudah mempermalukan nya dan juga keluarga Wilson yang sudah menceraikan nya tanpa memberikan apapun terlebih juga telah merendahkan keluarga nya.


ia tentu saja sudah mengatur semuanya dengan mengirimkan ke sana reporter yang akan meliputi berita besar yang akan menggemparkan itu, namun setelah semua itu ia tidak akan disalahkan atau di curigai oleh keluarga Wilson yang sudah memberikan nya imbalan untuk tutup mulut akan hal itu,bisa di katakan membunuh tanpa menyentuh.


"Memang putri yang bisa ku andalkan"ucapnya lagi melihat Syella yang keluar dari toko roti itu tampak masih marah,ia tanpa perduli masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja.


***


"Ibu tidak apa-apa?"Tanya Gea begitu khawatir memeriksa keadaan ibunya.

__ADS_1


Qanaya menghentikan Gea yang terus memeriksa keadaan nya,"tidak apa-apa hanya sedikit bengkak saja"ucap Qanaya memegang kepalanya di bagian belakang karna terbentur di meja tadi saat di dorong Syella.


"Ibu...aku percaya kau tidak akan pernah melakukan hal itu"ucap Gea tiba-tiba membuat Qanaya terdiam sejenak kemudian menoleh ke arah Gea yang terlihat matanya merah.


Qanaya kemudian memegang wajah Gea dan menatap matanya dalam membuat Gea yang tadinya berkaca-kaca langsung memeluknya dan menangis begitu pun dengan Qanaya.


"terimakasih kau mempercayai ibu"ucapnya dengan terisak.


"Aku akan selalu percaya padamu Bu apapun yang terjadi"jawab Gea dengan memeluknya Qanaya semakin erat.


***


setelah sebulan penuh akhirnya Gea kembali masuk kuliah,ia cukup sibuk karena telah melewatkan banyak pelajaran jadi ia menambah kelas lebih banyak jadwal kelas nya hingga selesai sampai jam 9 malam.


Hani menyambut nya seperti biasanya,begitu bahagia dan riang seperti sudah setahun tidak bertemu.


"Gea aku merasa sejak kau pindah,kita semakin asing dan sangat jarang bersama"ucap Hani yang sekarang duduk bersama Gea sebelum kelas di mulai.


"begitukah?"tanya Gea sembari terus membaca beberapa buku yang ia beli tadi pagi tentang pelajaran yang ia ketinggalan.


"hmh.. memang nya kau pergi kemana selama satu bulan in"tanya Hani lagi.


"kenapa sampai begitu lama?",tanya Hani lagi,tapi sebelum Gea menjawabnya dosen sudah datang membuat mereka menghentikan pembicaraan mereka.


***


setelah kelas berakhir Gea segera pergi ke kelas lain yang mengajarkan pelajaran yang ia lewatkan.


dan setelah kelas itu selesai ia pergi ke kelas lain yang mengajarkan pelajaran yang ia lewatkan selama sebulan.


begitu lah seterusnya bahkan ia tidak ada istirahat sampai semua kelasnya hari itu selesai sampai jam sembilan malam,ia mengikuti 15 kelas.


setelah kelas berakhir ia memasukkan semua barang-barang nya kedalam tas sedang dan mengangkat buku-buku nya yang begitu tebal dan banyak.


dijam sembilan masih cukup banyak mahasiswa/mahasiswi dan juga dosen di sana,Gea dengan kelelahan berjalan menuruni tangga membawa buku-buku nya yang berat.


"Aku juga belum makan"gumam nya sembari terus berjalan cepat, rasanya ia ingin segera sampai di rumah makan dan tidur.

__ADS_1


sehingga karna to fokus dan juga lemas ia tiba-tiba menabrak Seseorang yang datang dari arah depan membuatnya hampir jatuh dan berguling dari tangga.


Untung saja pria yang di tabraknya itu refleks menarik tangannya.


Gea begitu terkejut bahkan jantung nya hampir copot karna tiba-tiba saja ingin jatuh.


"Terimakasih banyak!"ucapnya meskipun buku-buku nya sudah berserakan dan di tangga.


"Gea kau tidak apa-apa?"tanya pria itu,membuat Gea yang tadinya ingin langsung mengambil bukunya menoleh,ia sedikit terkejut kalau itu adalah Alden kembaran Hani.


"akh ternyata kau,aku tidak apa-apa terimakasih karna sudah menarik ku tadi"ucapnya berterima kasih dengan tulus.


"sebaiknya hati-hati berjalan,kau bisa saja cidera parah tadi"ucap Alden kemudian turun dan mengambil buku-buku Gea yang berserakan.


melihat itu Gea juga langsung mengambil nya.


"kenapa kau membawa begitu banyak buku,itu pasti sangat berat biar aku bantu bawa"ucapnya setelah selesai mengambil beberapa buku Gea.


"Tidak perlu terima kasih banyak,aku bisa membawa nya sendiri"ucap Gea kemudian meminta buku-buku nya dari tangan Alden.


Alden terdiam sejenak dengan memperhatikan wajah Gea,"akh baiklah kalau begitu"ucapnya kemudian memberikan nya pada Gea.


"mari"ucapnya kemudian berjalan melalui Alden.


"Bagaimana jika aku mengantar mu pulang,jam segini mungkin jarang ada taxi"tawar Alden.


Gea berhenti sejenak dan berfikir memang jam segini di sekitar kampus mereka pasti sangat sulit mendapat kan taxi,belum lagi bawaan nya sekarang yang sangat berat akan sangat melelahkan jika menunggu lebih lama.


"lagipula dia saudaranya Hani"gumam nya kemudian menoleh ke arah Alden yang masih berdiri pada posisi yang sama.


"memang nya tidak apa-apa?"tanyanya sedikit canggung.


Alden langsung tersenyum dan mengangguk,"Tentu saja tidak apa-apa, Hani mungkin akan marah pada ku jika membiarkan mu begini"ucap Alden kemudian langsung berjalan ke arah Gea dan mengambil semua buku-buku dari tangan Gea.


"biar aku saja yang membawanya"ucapnya membuat Gea yang tadinya ingin melarang langsung diam dan menghela nafas.


"kalau begitu terimakasih banyak"ucapnya kemudian langsung mengikuti Alden yang sudah lebih dulu berjalan.

__ADS_1


dari kejauhan Dosen dengan wajah balok es dan sangat datar memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.


bersambung.....


__ADS_2