GEA

GEA
perasaan aneh


__ADS_3

namun belum sempat mereka masuk kelas tiba-tiba sebuah rombongan mobil memasuki kawasan kampus itu membuat semua orang bertanya-tanya siapa pemilik mobil-mobil mewah itu.


Hani begitu terpukau melihat mobil-mobil mewah itu sedang kan Gea biasa saja karna ia tidak tahu kalau mobil-mobil itu semuanya berharga fantastis.


"itu adalah mobil-mobil berharga puluhan miliar!!ooh ya ampun orang kaya mana dia?",ucap Hani ingin menangis jiwa miskin nya meronta-ronta, padahal dia bukan orang miskin.


"puluhan miliar?!!"tanya Gea dengan terkejutnya hampir tak percaya.


"Dia pasti sangat kaya mempunyai mobil mewah yang sangat banyak!!"ucap Gea ikut terkagum-kagum.


seorang gadis turun dari dalam sebuah mobil itu dengan wajah cantik yang lucu,ia tampak menatap orang-orang di sana dan berubah menjadi kesal dan cemberut.


"Daddy kenapa aku harus bersekolah di sini?!",gadis itu tampak bertanya pada pria paruh baya yang baru saja turun dari dalam mobil itu.


Pria paruh baya yang tinggi tegap dan tampan itu mengusap-usap rambut putri nya itu dengan tersenyum lembut,"ini adalah kampus terbaik di negara kita, pendidikan di sini juga tidak kalah dari kampus di negara-negara lain,ada banyak siswa jenius yang bersekolah di sini!",ucap pria itu pada putrinya yang super manja.


"oh pantas saja ternyata keluarga Wilson"ucap Hani mengangguk-anggukan kepalanya.


"Keluarga Wilson?"tanya Gea tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua orang itu yang berjalan berdampingan.


"apa kau tidak tahu keluarga Wilson itu sangat terkenal,kekayaan mereka bahkan tidak habis tujuh turunan meskipun mereka semua tidak bekerja,terlebih lagi Perusahaan mereka juga sangat mendunia apalagi leluhur keluarga Wilson dulunya adalah raja saat negara kita masih dalam sistem kerajaan"jelas Hani membuat Gea mengangguk paham dan sangat takjub mendengar ucapan Hani.


"ya meskipun Keluarga Luther sekarang jauh di atas keluarga Wilson"ucap Hani.


"eh apakah ada yang lebih kaya dari keluarga Wilson di negara kita?",tanya Gea dengan serius.


"CK CK kau ini masa tidak tahu keluarga Luther bahkan mereka masuk ke lima besar orang terkaya di dunia!haish sudahlah kapan-kapan aku akan menceritakan keluarga Luther padamu!",ucap Hani begitu lucu melihat Gea yang tidak tahu keluarga-keluarga besar itu.


Gea kembali menoleh ke arah ayah anak yang begitu hebat itu tanpa sengaja tatapan nya bertemu dengan pria paruh baya itu hingga beberapa detik.

__ADS_1


deg....


jantung keduanya langsung berdetak bersamaan dan rasa aneh tiba-tiba muncul di hati Gea bahkan pria paruh baya itu.


sementara pria paruh baya itu menghentikan langkahnya dan sangat terkejut saat melihat wajah Gea dengan samar-samar karna jarak mereka yang memang tampak begitu jauh hingga gadis itu juga tiba-tiba menghilang.


"Gea!!itu saudara kembar ku ayo!!",Hani dengan bersemangat menarik tangan Gea pergi dari sana.


"apa yang ku pikirkan,kenapa masih memikirkan wanita itu?!",gumam pria paruh baya itu menghela nafas mengira ia melihat bayangan seorang wanita yang Sangat ia kenal dulu,ia kembali melanjutkan langkahnya.


Sementara Gea sangat bingung kenapa tadi tiba-tiba jantung berdetak aneh.


"Kak Al!!"panggil Hani membuat pria tampan cool dan tinggi yang sedang berbicara dengan beberapa temannya berbalik dan melihat adik kembarnya itu.


Hani bersemangat memperkenalkan Gea pada kakaknya,"Ini dia kak yang namanya Gea, yang ku ceritakan tinggal di sebelah rumah kita!"ucapnya memperkenalkan Gea.


Alden menghela nafas sangat malas meladeni kembaran nya itu apalagi ada banyak teman-teman nya di sana mengingat kembaran nya itu sangat heboh membuat nya tidak ingin lama-lama di sana,ia menoleh ke arah gadis yang di samping saudara nya itu.


Gea yang masih memutar wajahnya melihat sosok pria tadi seketika memalingkan wajahnya ke arah Hani,"apa?"tanya nya dengan terkejut.


"ini kembaran ku yang ku katakan itu!",ucap Hani membuat Gea menoleh ke arah pria itu.


"Oh?iya hai saya Gea!"ucapnya dengan tersenyum.


Alden cukup tertegun melihat wajah Gea bahkan ia sampai mematung tak mengalihkan pandangannya dari gadis yang berdiri di samping adiknya itu.


"adikmu dan temannya cantik juga Al", ucap teman-teman nya langsung berkenalan dengan Gea dan Hani saling bersalaman.


Alden tersadar dan bersalaman dengan Gea memperkenalkan dirinya,"namaku Alden"ucapnya dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Hani yang melihat kakaknya tersenyum langsung kegirangan,ia tahu saudara kembar nya itu sangat bersifat dingin dan tidak mudah senyum apalagi dengan wanita.


"udah gak usah liatin gitu entar naksir!",pungkas Hani dengan sengaja dan langsung menarik tangan Gea pergi dari sana membuat Alden kesal dan malu di buatnya.


"Adik kamu punya teman secantik itu Al,lain kali ajak gue bareng mereka ya mau kenalan sama si cantik"


"Iya Al gue juga,kalo gak bisa teman nya adik lhu juga gak apa-apa"


"Jangan bahas hal yang tidak penting!",Alden langsung melangkah kan kakinya untuk segera pergi ke ruang yang akan ia masuki hari ini dengan cepat kedua temannya langsung mengikuti dari belakang.


Alden mempunyai kepribadian dingin dan cuek namun jika ia berada di rumah ia dan Hani akan seperti kucing dan anjing yang akan terus bertengkar,ya karna semenjak Alden kuliah ia memilih tinggal di asrama dan sangat jarang pulang.


***


Gea begitu kagum saat pertama kali masuk kelas begitu luas dengan kursi dan meja yang tertata rapi bertingkat.


"Ge kamu di liatin orang-orang tuh!"ucap Hani memeluk lengan Gea yang sedang memperhatikan sekeliling dan tidak memperhatikan mahasiswa/siswi sedang memperhatikan nya.


"mereka melihat mu,bukan aku lagi pula kenapa mereka harus melihat ku",ucap Gea dengan tertawa kemudian duduk di kursi paling depan tepat di depan meja dosen dengan tenang.


"Gea kita duduk di kursi ketiga aja yuk,entar dosennya nunjuk-nunjuk kita lagi!",ucap Hani khawatir.


"tidak apa-apa ada aku,duduk di depan lebih menyenangkan!",ucap Gea dengan percaya diri membuat Hani yang melihat tatapan dan senyum Gea begitu percaya dan pada akhirnya ia duduk di samping Gea tepat di depan meja dosen.


Hani melihat Gea yang tampaknya tidak sabar lagi untuk belajar,"dia pasti sangat pintar"gumam nya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu di mana seorang pria tampan berkacamata muncul dengan gaya cool memasukkan tangannya kedalam sakunya.


"wah tampan sekali"


itulah yang di ucapkan mahasiswi yang melihat pria itu tak terkecuali Hani.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2