GEA

GEA
Supir taxi aneh


__ADS_3

"Ibu dan anak Sama-sama dingin dan datar"ucap Deon bergumam kecil membayangkan wajah datar dan dingin Qanaya saat berbicara.


"Deon kenapa kau datang begitu lama,Gerald sudah menunggu kita sedari tadi"ucap Nick begitu lega saat melihat Deon datang, sedari tadi ia begitu tegang karna mood Gerald yang tampak tidak baik.


"akh maaf,aku tadi ada urusan sebentar"ucap Deon Kemudian jalan beriringan dengan Nick menuju ruangan Gerald yang sudah menunggu mereka untuk melakukan rapat antara mereka bertiga.


namun baru saja mereka masuk hawa dingin langsung masuk ke tulang-tulang membuat kedua nya merinding dan menjadi sangat takut karna tahu jika suasana seperti itu pastinya Gerald sedang marah.


"kenapa datang begitu lama?"tanya Gerald berputar di kursi kebesaran nya melihat kedua bawahan nya itu.


"maaf tuan Gerald tadi saya sedikit ada urusan jadi sedikit terlambat"jawab Deon.


"Benarkah?urusan apa?"tanya Gerald tampak kesal dengan Deon.


Deon mengerutkan keningnya,tidak biasanya Gerald bertanya sampai bertanya seperti itu terlambat dengan waktu yang lebih lama sekalipun,"hanya urusan kecil bukan apa-apa tuan"ucapnya lagi.


"Aku tidak suka karyawan yang tidak disiplin waktu,jika sekali lagi kau terlambat aku akan memotong gaji mu 15 persen"Gerald berbicara begitu Serius dan tegas.


Deon dan Nick saling bertatapan saling bertanya apa yang membuat mood Gerald tidak baik sekarang, padahal mood nya Selama datang ke negara itu selalu baik.


"Baik tuan"ucap Deon tidak ingin berlama-lama lagi kalau tidak gajinya akan di Potong lebih banyak lagi,kemudian duduk di depan Gerald yang bersebrangan meja.


Nick juga ikut duduk di samping Deon dan merasa begitu tertekan.


***


ke esokan harinya seperti biasanya Gea pergi ke kampus meninggalkan Ibunya bersama Windi.


Ia berjalan ke depan gang untuk menunggu taxi yang sudah di pesan nya.


tapi saat sampai di depan gang ia tak mendapati taxi melainkan mobil mewah yang terparkir di sana,"mungkin sebentar lagi"pikir nya berdiri di sana untuk menunggu sembari kembali mengirim pesan pada supir taxi yang biasanya menjadi pesanannya.


"Bukan kah kau menunggu taxi?"tanya pria yang turun dari mobil mewah itu dengan suara Bariton nya.


Gea terkejut dan langsung melihat pria yang berbicara padanya itu,"be... benar"jawabnya memperhatikan wajah pria yang memakai topi dan memakai masker itu.


"Kalau begitu kenapa kau masih diam disini?"tanyanya begitu dingin.


Gea tertegun mendengar nya,ia melihat pakaian pria itu dari atas sampai bawah sama sekali bukan terlihat seperti supir taxi apalagi dengan tubuh tingginya yang atletis dan berkulit cerah tidak seperti supir taxi biasanya di tambah mobil nya yang semakin terlihat tidak mungkin.


"Akh mungkin bukan pesanan saya"ucapnya berjalan sedikit menjauh khawatir kalau pria itu punya niat jahat.


"mulai sekarang saya adalah supir taxi pribadi mu,saya anak dari taxi yang selalu kau pesan"ucapnya masih begitu datar dan dingin tanpa menunjukkan wajah nya.

__ADS_1


Gea masih tidak percaya sampai sebuah pesan dari taxi langganan nya yang mengatakan hal yang sama dengan pria di depannya.


Pria itu tampak begitu santai masuk ke dalam mobilnya begitu percaya diri Gea masuk ke dalam mobilnya.


Meskipun sedikit ragu Gea akhirnya memutuskan untuk masuk,karna jika memesan Taxi lain tidak akan sempat lagi jadi dengan terpaksa ia masuk ke dalam mobil itu.


namun baru saja ia membuka pintu di belakang pria itu menghentikan nya,"Duduk di depan"suruh nya dengan nada yang tak bisa di bantah.


Gea bingung kenapa ada supir taxi seperti itu, namun karna tidak ingin lebih lama lagi ia langsung membuka pintu di depan duduk di samping pria itu.


pria berwajah tampan di balik masker itu tersenyum tipis saat Gea duduk di samping nya dan terlihat tampak begitu khawatir dan ragu namun tetap saja masuk.


"nama kamu siapa?"tanyanya agar tidak membuat Gea yang terlihat begitu tegang.


"Gea"jawabnya sedikit menoleh ke pria itu dengan tersenyum kecil.


"Berapa usiamu"


"delapan belas tahun"


Mendengar usia Gea pria itu tampak terdiam,"Masih 18 tahun?masih begitu muda"gumam nya sedikit menghela nafas.


karna jarak kampus yang memang tidak begitu jauh,sehingga perjalanan begitu singkat sehingga Gea sudah sampai dan cepat-cepat ingin turun,ia meletakkan uang taxi nya,"sudah sampai,Terimakasih banyak"ucap Gea.


pria itu kebingungan kenapa sampai begitu cepat sehingga ia langsung rem mendadak,namun ia lebih terkejut saat Gea meletakkan uang recehan di depan nya.


Gea menoleh ke arahnya,"ada apa?"tanyanya dengan sedikit terkejut.


"Apa ini?"tanya pria bermasker itu menunjukkan uang recehan itu.


Gea memiringkan kepalanya sedikit bingung,"itu adalah bayaran karna aku sudah menaiki taxi ini"ucap nya dengan ragu-ragu karna melihat tatapan Pria itu yang melihat uang itu begitu aneh.


Pria bermasker itu tertawa mendegus,apakah ada orang yang membayar tumpangan mobil mahalnya dengan begitu murah?yang benar saja.


Gea melepaskan lengan nya dari cekalan pria itu dan langsung menutup pintu dan pergi.


Pria itu membuka masker dan topinya memperlihatkan wajah tampan nyaris sempurna nya,Ia tertawa melihat uang itu tapi kemudian memasukkan kedalam sakunya dan melihat ke luar melihat Gea yang berjalan dengan begitu cepat.


"benar-benar gadis yang menarik",gumam nya dengan tersenyum miring kemudian melaju pergi.


"benar-benar pria yang aneh"ucap Gea bergumam kecil dengan terus berjalan cepat.


...

__ADS_1


Windi yang akan menyapu halaman sedikit terkejut saat melihat Jonathan ada di depan rumah mereka."Paman?"ucapnya membuat pria itu tersenyum dengan mengangguk.


"Apakah ibu mu ada di rumah?"tanyanya.


"iya,ibu ada di dalam aku akan memanggil kan nya"jawabnya.


"terimakasih"ucap Jonathan sebelum Windi masuk.


tidak lama kemudian Windi keluar membawa keluar sang ibu.


Qanaya terkejut melihat Jonathan berada di rumah nya.


"apa dia yang ingin bertemu dengan ku?"tanya Qanaya pada Windi membuat Windi mengangguk.


"benar bu,aku akan masuk"ucap Windi tidak ingin menganggu pembicaraan.


"Qanaya aku..."


"pergi,aku tidak menerima tamu"ucap Qanaya dengan tegas sebelum Jonathan menyelesaikan ucapannya.


"Qanaya aku mohon berikan aku kesempatan untuk berbicara"ucap Jonathan dengan nada memelas dan memohon.


"tidak ada yang perlu di bicarakan di antara kita tuan Jonathan Wilson yang terhormat"ucapnya lagi dengan menekan setiap ucapan nya dan matanya yang tak berkedip.


"Qanaya aku mohon,ini tentang Gea!"ucap Jonathan lagi tak mau mengalah begitu saja.


tatapan Qanaya seketika menajam,"pergi!!tidak ada apapun di antara kita dan tak ada ikatan apapun baik itu Gea sekalipun"ucap Qanaya begitu marah.


"Qanaya jangan egois!apa kau akan membiarkan Gea tinggal di tempat seperti ini!!sedang kan ia mempunyai seorang papa yang bisa memberikan nya tempat yang lebih baik"ucap Jonathan dengan begitu mudahnya.


hal itu tentu saja membuat darah Qanaya mendidih.


plak!!!


tamparan keras langsung mendarat di wajah Jonathan.


"Tutup mulut mu Jonathan!!kau sendiri yang memperk*sa ku dan tidak ingin bertanggung jawab saat aku meminta pertanggung jawabanmu saat aku mengatakan aku hamil!!"Ucap Qanaya dengan tubuh bergetar karna begitu marah jika mengungkit hal itu.


"tapi aku..."


"kau memang ingin bertanggung jawab namun kau merendahkan ku!!!kau pria brengsek!kau merusak kehidupan ku dan mengacaukan seluruh hidup ku!!kau memperlakukan ku dengan meminta ku menjadi simpanan?hah"Qanaya tertawa tidak percaya.


"sekarang kau datang dan membahas anak ku?kau gila!!jangan biarkan aku melihat mu lagi atau aku akan membunuh mu!!"Qanaya yang sekarang di selimuti rasa amarah dan dendam sedih dan penuh kebencian tidak akan segan membunuh siapapun karna ia sudah kehilangan akalnya lebih tepatnya gila.

__ADS_1


"Aku minta maaf Qanaya,aku bersumpah aku benar-benar mencintai mu dan ingin bertanggung jawab pada saat itu tapi keadaan ku tidak baik dan aku di paksa menikah dengan pilihan orang tua ku",ucap Jonathan berusaha menjelaskan dan memberikan pengertian pada Qanaya berharap ia bisa mengerti.


"Aku tahu dan aku berharap kau tahu!!!kalau pada saat itu aku memutuskan


__ADS_2