
"Mama memilih wanita yang lebih baik dari Tania dan wanita tidak jelas itu, wanita yang akan menikah dengan mu Seorang dokter dan masih muda,dia bekerja di rumah sakit kita dia sangat cantik dan berpendidikan ting..."
"sudah cukup ma!!!!"Jonathan tak bisa lagi menahan emosi nya,ia langsung berdiri membuat kedua orang tua itu terkejut dan ikut berdiri.
"Jonathan beraninya kau berteriak pada Mama mu!!!"bentak sang papa.
"sudah cukup selama ini kalian mengatur ku!aku tidak akan menuruti semua ucapan kalian lagi,aku bukan anak usia belasan ataupun dua puluhan lagi yang bisa kalian atur semau kalian aku sudah lelah dengan aturan keluarga!!nama baik keluarga!!sudah cukup semuanya!"ucap Jonathan dengan tegas.
"omong kosong apa yang kau katakan Jonathan jangan bicara sembarangan!!"Tuan besar Wilson tak senang dengan ucapan Jonathan.
"aku tidak berbicara omong kosong,bukankah selama ini kalian yang mengatur semua kehidupan ku!!Jika kalian berisi keras untuk menikah kan ku dengan Wanita itu maka aku akan keluar dari rumah ini dan keluarga Wilson!!"ucap Jonathan dengan bersungguh-sungguh.
"Jonathan apa yang kau katakan nak!!kau adalah satu-satunya putra kami!jika bukan kau siapa lagi yang akan menjadi penerus keluarga ini!"ucap Teresa seketika panik dan takut sehingga langsung memeluk putranya dengan menangis.
Jonathan menatap sang papa yang sekarang juga menatapnya dengan tatapan tajam.
"tidak ada siapapun yang bisa keluar dari keluarga ini"ucapnya.
"aku tidak peduli!"jawab Jonathan langsung membuat kedua nya beradu dengan tatapan.
"mama mohon jangan lakukan itu!!mama tidak akan bisa kehilangan mu,jika kau memang tidak ingin menikah baiklah terserah pada mu!!pa sudah kita tidak perlu memaksa Jonathan untuk menikah dulu"ucap Teresa pada suaminya.
tuan besar Wilson terdiam, memang benar ia hanya memiliki Jonathan sebagai penerus jika ia pergi siapa yang akan mengelola keluarga Wilson.
"bukan hanya itu,aku akan menetap di keluarga ini jika aku bisa menikah dengan wanita itu"ucap Jonathan membuat kedua orang tua itu terkejut.
"jangan harap!!itu sama saja kau menjatuhkan keluarga Wilson!!"
"Jonathan itu juga mama tidak setuju!kau bisa meminta apapun Asalkan Jangan menikah dengan wanita itu!!"ucap teresa menolak dengan tegas.
"aku tidak peduli sejak awal wanita itulah yang seharusnya menjadi istri ku tapi kalian memaksa ku untuk menikah dengan Tania pilihan kalian!!jika aku keluar dari rumah ini aku selamanya tidak akan pernah kembali ke rumah ini selama nya!!dan aku akan membawa pergi putri ku jauh!!"ucap Jonathan dengan tak main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
kedua orang tua itu seketika naik pitam.
Jonathan yakin kedua orang tuanya itu tidak akan membiarkan nya keluar dari rumah itu.
Teresa mendekati suaminya itu,"pa bagaimana ini?"tanya nya.
"Apa kau fikir kau begitu berarti di keluarga ini sehingga kau seenaknya meminta apa pun!!"teriak tuan besar Wilson begitu marah.
"Pa"Teresa menggelengkan kepalanya jangan sampai suaminya itu mengusir anak mereka satu-satunya itu karna itu hanya akan memperkeruh keadaan.
"baiklah aku setuju namun aku juga mempunyai syarat!"ucap tuan besar Wilson setelah diam beberapa saat untuk mengambil keputusan.
Teresa dan Jonathan langsung melihat ke arahnya dengan tatapan serius dan menantikan.
"Wanita itu tidak boleh membawa putrinya!dan orang-orang juga tidak boleh tahu kalau dia sudah pernah menikah jika sebelumnya dia sudah pernah menikah dan mempunyai anak!"
mendengar itu seketika membuat Jonathan terkejut,ia tidak mungkin bisa menikahi Qanaya jika dengan syarat sang papa.
sedangkan Teresa meskipun tak menyukai Qanaya ia juga tidak bisa mengatakan apapun.
***
di kampus tepat pukul sembilan Gea yang sudah selesai dengan mata kuliah nya memutuskan untuk langsung pulang.
di ujung tangga Alden sudah menunggu nya dengan tersenyum ke arahnya.
"Kau sedang menunggu ku?"
"tentu saja siapa lagi!"jawab Alden kemudian mengambil beberapa buku-buku Gea untuk membawanya seperti biasa.
"terimakasih"ucap Gea seperti biasanya kemudian mereka pergi begitu saja menuju parkiran.
__ADS_1
Namun semua itu di lihat oleh Syella yang sebenarnya diam-diam menyukai Alden pria terpopuler di kampus itu karna ketampanan dan kepintaran nya.
Ia mengepal tangannya dengan geram,"kenapa kak Alden begitu akrab dengan nya!!"ucapnya dengan kesal masuk ke dalam mobil yang sudah menjemput nya.
saat ia melewati Alden dan Gea ia merasa cemburu melihat Alden yang tampak bahagia berdua dengan Gea wanita yang entah sejak kapan begitu ia benci.
"Daddy mengatakan kalau perjodohan dengan paman tua itu sudah di batalkan,aku tidak mempunyai ikatan perjodohan sekarang jadi aku bisa dengan pria yang ku suka,tapi kenapa pria yang ku suka malah dekat dengan wanita jelek itu!"ucapnya dalam hati sembari melihat Alden dan Gea dari spion.
"Apa Daddy sudah pulang ke rumah?"tanyanya pada sang supir saat tak lagi melihat Gea dan Alden.
"Tuan belum kembali nyonya, mungkin besok"jawab supir itu dengan tidak enak dan merasa kasihan pada nyonya mudanya itu.
"kalau begitu aku juga tidak ingin kembali ke rumah! hentikan mobilnya"ucap Syella dengan nada memerintah.
"maaf Nyonya muda saya tidak bisa melakukan nya!tuan dan nyonya besar di rumah akan marah besar pada saya"ucap supir itu dengan nada memelas berharap Syella mengerti.
Syella tak peduli ia mengancam akan melompat saat itu juga,"jika kau tidak berhenti aku akan melompat Sekarang juga!!"
"jangan nyonya saya mohon!saya benar-benar tidak bisa saya mohon pengertian nyonya pada saya"ucap supir itu Takut.
"aku tidak peduli! berhenti sekarang juga!!!!!"teriaknya membuat Supir itu langsung rem mendadak pasalnya Syella sudah membuka pintu.
"baik-baiklah Nyonya"ucap supir itu dengan ketakutan.
Syella keluar dari dalam mobil itu kemudian mengitarinya sampai ia berada di depan pintu supir dan menyuruh nya untuk keluar.
setelah supir itu keluar ia masuk dan menutup pintu keras,"katakan pada Oma dan opa kalau aku akan tidur di apartemen malam ini hingga selanjutnya sampai Daddy kembali ke rumah"setelah mengatakan itu ia langsung melakukan mobil itu pergi entah kemana.
supir itu bernafas frustasi,sudah sering sekali Nyonya nya melakukan itu saat ia sangat kesal dan marah pada keluarga nya dan terkahir ia akan di hukum dengan memotong gajinya.
sedangkan di dalam mobil raut wajah polos Syella berubah dan senyum berbeda terlihat di wajah nya,"keluarga yang menyebalkan membuat ku lelah"ucapnya melaju ke bar.
__ADS_1
bersambung...