
Pagi hari Jihan seperti biasa menjemput Gea,tapi jika biasanya Gea sudah ada di depan gerbang dan sudah siap berangkat namun tidak dengan kali ini gerbang nya juga belum terbuka bahkan rumah itu begitu sunyi.
"Gea!!Gea sayang!!"panggil nya menekan bel yang memang di sudut gerbang,tapi Tak ada sahutan atau suara langkah Gea, membuat nya menjadi khawatir ia terus memanggil-manggil nama Gea tapi sama sekali tak ada sahutan sama sekali.
Ia teringat kalau ia punya kunci cadangan rumah itu,tapi ia tidak membawanya bahkan jika memanjat gerbang itu siapapun tidak akan bisa karna ujung tembok sengaja ia letakkan kaca-kaca dan tajam.
Ia berusaha tenang dan berfikir positif kemudian menelfon nomor Gea tapi berkali-kali ia menelfon Gea sama sekali tidak mengangkat nya padahal telfon nya aktif.
ia kemudian menelfon Deon putranya.
"halo ma"sapa pria di balik telfon.
"Deon!! masuk lah ke kamar mama ada beberapa kunci di laci di samping tempat tidur bawa ke tempat Gea!!"
"untuk apa ma?"tanya Deon.
"jangan banyak bicara lagi Deon, cepat bawa kemari!!"ucap Jihan dengan berteriak kemudian langsung memutuskan telfon.
Deon yang memang masih berada di rumah dengan cepat mencari kunci yang di katakan mamanya.
Sedangkan Jihan terus menggedor-gedor gerbang dengan perasaan yang campur aduk karna takut terjadi apa-apa pada Gea.
bahkan para tetangga-tetangga di sekitar berdatangan,Hani dan Alden yang juga baru datang dari rumah sakit bingung kenapa ada begitu banyak orang di depan Gerbangnya Gea,Hani yang khawatir terjadi apa-apa pada Gea langsung berlari ke kerumunan itu begitu pun dengan Alden.
"Tante apa yang terjadi?"tanya Hani pada Jihan yang tampak begitu cemas.
"Gea!!Gea dia tidak membuka gerbang dan saat aku menelfon nya dia juga tidak mengangkat telfon nya"jawab Jihan dengan suara lirih.
Hani dengan cepat mencoba menelfon Gea tapi sama sekali tidak di angkat.
hingga Deon datang dan sangat tertegun ada begitu banyak orang, dengan cepat ia turun dan memberikan kunci pada Jihan.
Jihan cepat-cepat mengambil nya dan membuka gembok dari dalam melalui jarak-jarak pagar besi itu.
saat gerbang sudah terbuka ia langsung mendorong nya dan berlari kemudian membuka pintu rumah juga Deon Hani juga Alden dan beberapa tetangga lainnya ikut masuk.
__ADS_1
"Gea!!!Gea!!!"panggil Jihan sembari berlari menaiki tangga menuju kamar Gea yang juga ternyata kunci tapi ia tidak mempunyai kunci cadangan untuk pintu kamar.
"Gea kau didalam!!!ini Tante nak!buka pintu nya!"ucapnya dengan menggedor-gedor pintu tapi tidak ada sahutan sama sekali.
"Deon mama yakin Gea di dalam,dobrak saja pintu nya!!"ucap Jihan dengan begitu was-was nya.
Deon langsung mendobrak pintu dengan sekali tendangan hingga pintu itu terbuka,ia sangat terkejut melihat Gea yang terbaring di lantai dengan meringkuk dan tidak sadar kan diri.
Jihan tak kalah terkejutnya Ia Langsung berlari menghampiri Gea begitu pun dengan Deon sedangkan yang lainnya berada di depan pintu,tapi Hani langsung berlari menghampiri nya dengan menangis.
Jihan menyentuh tubuh Gea yang begitu dingin dan saat i menyibak rambut Gea yang menutupi wajahnya ia begitu terkejut saat melihat wajah Gea yang berperban-perban dan sangat pucat sepucat kertas.
Hani menutup mulut nya karna begitu terkejut melihat Gea yang tampak sangat kacau.
Jihan dengan tubuh bergetar dan keringat dingin mengangkat jarinya ke hidung Gea tapi Deon dengan cepat mengangkat tubuh Gea.
"Jangan berfikir negatif dulu ma!"ucapnya langsung berlari keluar dengan menggendong tubuh Gea yang terasa begitu ringan.
Hani membantu Jihan yang kesusahan berdiri karna kakinya yang begitu lemas dan tidak punya tenaga.
beberapa orang yang berada di depan pintu langsung membuka kan jalan untuk Deon dan begitu terkejut melihat wajah gadis yang di gendong nya begitu pucat dan banyak perban.
sesampainya di rumah sakit Deon dengan cepat turun dan berlari memasuki rumah sakit itu dengan Gea di gendongan nya,berlari cepat di koridor rumah sakit yang panjang menuju ruangan dokter pribadinya.
"Hei gadis kecil bertahan lah!"ucapnya merasa tak ada suhu tubuh dari gadis di gendong nya itu.
hingga ia sampai di ruang dokter pribadi nya dan mendobraknya begitu saja membuat beberapa orang yang berada di dalam terkejut.
"Jangan banyak bertanya cepat dia sangat butuh pertolongan"ucapnya membaringkan tubuh kurus dan dingin Gea di atas brankar.
Dokter itu juga tak banyak berbicara,ia Langsung memeriksa Gea bahkan begitu terkejut melihat tubuh sepucat dan sedingin itu.
"ada apa dengan nya?Kenapa bisa sampai seperti ini?"tanya nya menatap Deon tajam tapi ia langsung memberikan alat oksigen pada Gea yang sangat sulit bernafas.
"mana ku tahu!!"geram Deon kesal karna dokter itu seperti menyalahkannya nya.
__ADS_1
"dia sudah sangat parah!!bahkan dia sudah pingsan semalam ini!!jika kau telat membawa nya mungkin nyawanya tidak akan tertolong lagi!!",sungut dokter itu tapi dengan begitu telaten dan serius menyuntikkan infus di tangan Gea yang sudah kehilangan banyak cairan tubuh.
Deon tak mampu berkata-kata lagi, apakah gadis itu akan kehilangan hidup nya jika sedikit lagi terlambat,ia langsung memegang tangan Gea dan mengusap-usap nya agar sedikit hangat entah kenapa ia begitu kasihan,khawatir dan juga takut.
beberapa menit kemudian dokter itu selesai mengobati Gea,ia juga mengobati luka di wajah Gea.
"sayang sekali wajah secantik ini terluka-luka"ucapnya.
"tapi meskipun begitu wajah nya tetap rupawan bahkan wajah nya pucat saja tadi aku langsung terkejut melihat kecantikan nya yang begitu alami,pilihan mu sangat bagus tapi kau terlalu licik mengambil gadis yang bahkan jauh di usia mu"cibir dokter itu membuat Deon menatapnya kesal.
"Siapa yang mengatakan dia kekasihku,lagipula selera ku wanita yang lebih tua dari ku bertubuh seksi dan berdada besar juga bokong besar bukan gadis kurus seperti ini yang begitu rata"ucap Deon membuat Dokter itu tertawa mendengar nya.
"cih aku tidak percaya wanita seperti itu tidak lagi menjadi selera mu!aku bisa melihat kau menyukai nya tidak perlu mengelak dari ku!"Sindir dokter itu.
"kau tahu gadis yang jauh di usia kita jauh lebih menarik,gadis secantik ini jangan sia-siakan dia juga sedang masa pertumbuhan kau tidak perlu khawatir"ucap dokter itu berjalan keluar dari sana dengan tertawa.
"memang sangat cantik meskipun banyak luka di wajah nya!!dan juga memang sangat menarik saat melihat nya meskipun tidak seperti wanita selera ku!"ucapnya tersenyum sinis.
Jihan Hani dan juga Deon masuk dengan begitu cemas dan ngos-ngosan nya.
"Deon bagaimana keadaan Gea dia sudah baik?"tanya Jihan mendekati brankar Gea.
"Mama tidak usah khawatir dia sudah baik-baik saja"ucapnya membuat Jihan bernafas lega dan langsung mencium tangan Gea yang tidak di Infus,ia begitu takut saat melihat keadaan Gea tadi yang seperti mayat.
Hani juga begitu lega mendengar nya,ia berdiri di sisi Gea dengan Deon yang berdiri di samping nya.
"Kalian teman Gea?"tanya Deon melihat Alden dan Hani.
"Iya kak saya teman Gea dia kakak saya"jawab Hani.
Deon memperhatikan Alden sekilas kemudian mengangguk.
"Alden dokter bilang apa dengan keadaan Gea!"tanya Jihan pada putranya itu.
"Dokter bilang kalau Gea sudah tidak sadarkan diri semalaman ini,tapi sekarang sudah tidak apa-apa"ucap Deon.
__ADS_1
"bagaimana bisa ia pingsan semalaman,apa yang terjadi padanya bahkan wajah dan tubuh nya juga terluka-luka"ucap Jihan masih dengan tubuh bergetar karena masih begitu takut.
bersambung....