GEA

GEA
perasaan keluarga


__ADS_3

Jonathan terus berdiri dengan tatapan yang tak lepas dari Gea yang berjalan semakin jauh.apakah suatu hari nanti ia bisa memeluk Gea sebagai seorang ayah.


rasanya hal itu semakin jauh dari harapan nya seperti melihat kepergian Gea yang berpunggung kokoh.


"Daddy"


dari belakang nya Syella putrinya memperhatikan nya sedari tadi yang sekarang duduk di kursi roda,ia bingung kenapa Daddy nya menatap sampai sebegitu nya bahkan dengan waktu yang lama.


Jonathan mengusap matanya yang berkaca-kaca dengan ibu jarinya jarinya sebelum berbalik melihat putrinya dan memasang tersenyum.


"Daddy kenapa?"tanya Syella bisa melihat mata Jonathan yang masih merah.


Jonathan langsung mendorong kursi roda nya,"tidak apa-apa,Daddy akan mengantar kan mu kembali ke ruangan mu"ucapnya mendorong kursi roda Syella.


...


sekarang Gea sudah berada di lantai bawah,dan berjalan cepat untuk menuju ruangan ibunya rasanya ia tidak sabar untuk bertemu dengan nya.


hingga langkah nya berhenti saat sudah berada di pintu ruang rawat ibunya,ia menarik nafas panjang dan memegang gagang pintu itu hingga mendorong nya sampai terbuka.


"Kak Gea!"ucap Windi yang melihat Gea masuk.


Qanaya juga menoleh dan saling bersitatap dengan Gea yang juga langsung menatapnya,beberapa detik waktu seperti berhenti ibu dan anak itu bertatapan namun Qanaya langsung memalingkan tatapan nya dengan dingin.


Gea juga tersadar dan langsung salah tingkah,ia berjalan mendekati brankar ibunya dan Windi yang sedang duduk menyuapi sang ibu.


"Ibu..,apakah kau sudah baikan?"tanyanya untuk basa-basi berharap ibunya menjawabnya,namun bukan hanya jawaban bahkan Qanaya tak menoleh ke arahnya sama sekali dan meminta Windi untuk terus menyuapi nya seolah tak memperdulikan keberadaan Gea di sana.


Gea tersenyum tipis ia sudah terbiasa dengan itu jadi ia tidak masalah,ia berdiri di samping Windi yang sedang menyuapinya hingga Qanaya langsung berhenti menerima suapan bubur itu.


"aku sudah tidak selera"ucapnya kemudian memalingkan tatapan nya ke arah lain lagi.


"Ibu makanlah sedikit lagi,ibu baru makan beberapa suap"ucap Windi berusaha membujuk tapi Qanaya tetap menolak.


Gea Sadar kalau ibunya tak suka dengan kehadiran nya,Tidak apa-apa hanya dengan melihat ibunya sadar dan sehat itu sudah cukup.


"Ibu aku akan pergi dulu,aku akan menjenguk ibu setelah aku selesai kuliah"ucap nya meraih tangan sang ibu dan mencium nya.


"aku pergi Bu"ucapnya meletakkan kembali tangan ibunya dengan perlahan.

__ADS_1


"Windi aku pergi dulu jaga ibu baik-baik aku akan kembali lagi nanti"ucapnya.


"iya pergilah kak"ucap Windi.


Dengan langkah berat Gea keluar sebelum keluar ia sempat menoleh ke arah ibunya yang sama sekali tidak melihat nya,tapi ia hanya menghela nafas panjang dan akhirnya keluar.


Setelah menutup pintu Gea duduk beberapa saat di depan m kemudian ia pergi setelah nya.


...


"Windi panggil dokter"ucap Qanaya.


"untuk apa Bu? apakah ada yang sakit?"tanya Windi khawatir.


"Aku ingin secepatnya pulang ke kampung"jawab Qanaya dengan datar tanpa ekspresi apapun.


"tapi Bu,rumah kita di kampung sudah tidak ada lagi kebun-kebun dan sawah kita juga sudah tidak ada"ucap Windi.


Qanaya terdiam mendengar nya sebelum kembali bertanya lagi.


"siapa yang membiayai semua operasi ku?"


"Namanya Tante Jihan Bu,dia sangat baik dia bilang kalau dia adalah sahabat ibu"ucap Windi dengan senang mengatakan nya.


Windi menjadi bingung,"tapi dia mengatakan kalau ibu dan dia bersahabat sejak lama..."


Qanaya langsung menatap tajam Windi membuat Windi tak lagi melanjutkan ucapannya,"aku sudah mengatakan aku tidak punya sahabat!!sejak kecil sampai saat ini!"ucapnya dengan nada penuh penekanan membuat Windi takut hanya mendengar nya.


"panggil dokter!aku ingin secepatnya pulang ke kampung"ucap nya dengan Serius.


"tapi Bu kita tidak..."


"kita bisa mengontak dan bekerja buruh"potong Qanaya langsung membuat Windi tak lagi melawan, kemudian keluar untuk memanggil dokter.


Qanaya mengatupkan giginya dan mengepal tangannya,sorot matanya di penuhi dengan kebencian dan tak ada hal lain yang bisa di lihat dari sorot matanya.


...


Gea keluar dari rumah sakit dengan wajah seperti biasa seperti tak terjadi apa-apa padanya.

__ADS_1


namun karna tatapan nya yang lurus ke depan ia tidak melihat ke arah manapun Dimana wanita tua yang begitu senang melihat nya, bahkan wanita tua itu memanggil beberapa kali tapi Gea tak mendengar nya.


hingga setelah beberapa saat Gea merasa ada yang memanggil nya jadi ia menoleh ke arah suara itu dan tertegun melihat wanita tua yang ia temui saat masuk ke rumah sakit itu.


Wanita tua yang duduk kursi roda itu begitu bahagia dan meminta putranya yang bengong saja untuk mendorong nya.


"Robert tolong dorong mama ke arah gadis itu"pintanya.


"mama mengenali nya?"tanya Robert dengan bingung sembari mendorong kursi roda menuju Gea.


"Iya,mama mengenal nya saat di kafe mama merasa dia sangat mirip dengan kakak mu jadi mama begitu senang melihat nya dan kami sudah beberapa kali bertemu"jawab wanita itu.


Robert tertegun,mirip dengan kakaknya? benarkah? ia memikirkan dan membayangkan kembali wajah gadis ataupun mahasiswi nya itu dan baru tersadar wajah nya mereka memang sedikit mirip.


Tidak,mereka memang sangat mirip Robert begitu terkejut setelah melihat wajah Gea dengan begitu jelas memang sangat mirip.


"Nak Gea"ucap wanita itu dengan begitu senang nya dan membuka sedikit tangan nya berharap Gea memeluk nya.


Gea begitu tak percaya apakah itu hanya sebuah kebetulan,wanita tua itu juga ada saat ia masuk ke rumah sakit itu dengan memeluk nya sekarang juga bertemu lagi dan memeluknya.


terasa seperti mengantar kan nya kemudian kembali menjemput nya dengan pelukan hangat,ia yang tadinya berwajah datar langsung berjongkok dan memeluk wanita tua itu.


"bagaimana kabar mu nak?


"baik bi"jawab Gea menutup matanya memeluk wanita tua itu.


"bibi bagaimana kenapa bisa duduk di kursi roda ini?",tanya Gea melepaskan pelukan nya.


"bibi hanya sedikit tidak sehat Kalau jalan kaki sakit, biasa sudah tua"ucap nya.


Semua itu tak lepas dari pandangan Robert,ia benar-benar tak percaya kalau Gea memang sangat mirip degan kakaknya.


Wanita tua itu kemudian memperkenalkan Robert.


"nak Gea perkenalkan dia adalah putra ku namanya Robert"ucapnya.


Gea mendongak dan langsung berdiri kemudian membungkuk dengan perlahan,"pagi pak Robert"ucapnya untuk menyapa.


Robert membalas dengan anggukan kepala tapi tatapan nya tak lepas dari wajah Gea,"dia adalah mahasiswi ku ma"ucapnya membuat Sang mama terkejut.

__ADS_1


bersambung....


like komen vote rate ya terimakasih banyak 🤗


__ADS_2