
"Dokter kapan kita akan melakukan operasi pengangkatan ginjalnya?"tanya Tania dengan begitu bersemangat.
"karna putri anda tidak punya banyak waktu lagi,kita akan melakukan pengangkatan ginjal hari ini juga"jawab dokter itu membuat Tania begitu senang sedang kan Jonathan terkejut ia memang bahagia namun juga sedih untuk putri nya itu.
Ia berjalan mendekati Gea yang duduk di brankar,"Ter...terimakasih nak"ucap nya begitu kesusahan berbicara.
Gea tersenyum tipis sekarang ia tahu kenapa pria itu selalu mengikuti nya dan berusaha dekat dengan nya,itu semua karna ia sudah di target kan untuk membeli ginjalnya.
"seharusnya saya yang berterimakasih kasih karna kalian sudah memberikan saya uang dengan jumlah yang begitu banyak"ucapnya tanpa menunjukkan ekspresi sedih.
Hati Jonathan begitu runtuh mendengar nya ia tak bisa menahan diri lagi ia langsung keluar dari ruangan itu dan menangis tersedu-sedu di luar.
Gea bingung kenapa pria itu langsung keluar setelah mendengar ucapan nya tanpa mengatakan apapun lagi,sedangkan Tania begitu geram pada suaminya itu yang ia pikir tidak bahagia untuk kesembuhan putrinya sebentar lagi.
dokter itu berjalan mendekati Gea dengan memegang selembar kertas dan tersenyum hangat pada nya,"nak,apakah kau ikhlas mendonor ginjal mu dan tak ada unsur pemaksaan?"tanya nya menatap Gea teduh.
Tania menatap tajam ke arah Gea namun Gea sama sekali tidak memperdulikan nya atau melihat nya,"menurut bapak apakah ada orang yang dengan ikhlas memberikan organ tubuh nya?"
pernyataan Gea itu membuat dokter itu bungkam dan tak mampu menjawab pertanyaan balik yang di berikan Gea.
"saya mendonorkan nya karna saya sangat membutuhkan uang,jika saya bisa mendapatkan uang dengan cuma-cuma saya tidak berniat sama sekali menjual ginjal saya"ucapnya dengan datar kemudian meminta kertas yang di tangan dokter itu.
di balik pintu Jonathan yang mendengar nya begitu terpukul atas pertanyaan yang diberikan Gea,ia semakin menangis mendengar Setiap ucapan setiap ucapan yang di keluarkan Gea.
dokter itu tersadar dan memberikan kertas itu pada Gea kemudian memberikan pulpen.
Gea tanpa ragu menandatangani kertas yang berisikan perjanjian pendonor ginjal yang di tulis kan ikhlas dan tanpa ada unsur keterpaksaan,ia mencarikkan tinta pulpen di atas namanya setelah itu ia memberikan kembali pad dokter itu.
"terimakasih"ucap dokter itu kemudian menoleh ke arah Tania yang hanya terdiam di sana.
"sebelum kita melakukan operasi saya akan memberikan waktu untuk mu memenangkan diri di luar"ucap dokter itu tapi Gea langsung menjawab dengan gelengan kepala.
"tidak perlu dok!!jika bisa lakukan Operasinya sekarang juga"ucapnya membuat dokter itu lagi-lagi terdiam.
__ADS_1
***
di sisi lain pukul dua Deon mendatangi kampus Gea untuk menjemput nya bekerja tapi tidak seperti biasanya dimana Gea pasti sudah akan duduk di kursi depan gerbang itu,ia menunggu sembari memainkan ponselnya.
tapi setengah jam ia menunggu tapi Gea sama sekali tidak muncul,ia menelfon nomor Gea tapi nomornya tidak aktif.
ia turun dari mobil dan bertanya-tanya pada beberapa orang tapi mereka tidak tahu bahkan beberapa tidak mengenali nya.
ia bertanya pada dua orang mahasiswi,"apakah maksud nya gadis di jurusan IT yang pernah jatuh dari tangga itu?"tanya nya pada Deon.
Deon yang tidak tahu mengerutkan dahinya,"aku tidak tahu dia pernah jatuh dari tangga"ucapnya.
"Saya tidak tahu maksud kakak siapa tapi karna ada banyak Nama Gea di sini,dan nama gadis yang jatuh dari tangga itu juga Gea beberapa hari ini wajahnya juga di perban"jelas dua mahasiswi itu.
di saat itu juga Hani yang melihat Deon langsung menghampirinya,"ada apa ini Kak Deon?"tanyanya.
"kebetulan Hani!aku ingin tanya dimana Gea?"tanya nya.
"Gea?bukan kah tadi pagi Tante jihan menjemput nya dan pergi meninggalkan kampus! bahkan seharian penuh ia tidak mengikuti kelas"ucap Hani.
"kalau begitu siapa yang membawa Gea?"tanya balik Hani menjadi sangat khawatir karna yang ia tahu Gea tidak mempunyai saudara atau kerabat dekat lainnya selain Tante Jihan.
"dia memakai mobil apa?"tanya Deon.
"Bentley!!"jawab Hani langsung bersemangat mengatakan nya.
"Bentley?apa kau tahu BK nya?"
"tidak!aku melihat nya dari lantai tiga"jawab Hani.
"Mama bilang Gea tidak punya kerabat dekat siapapun selain dirinya!jadi siapa yang membawa nya?"gumam nya menjadi khawatir,ia kembali melihat ponselnya untuk menelfon Gea berfikir kalau Gea mungkin sudah aktif tapi tetap saja.
tapi ia terkejut saat melihat ternyata tadi pagi Gea mengirimkan nya pesan,ia membuka nya dan cukup terkejut saat melihat isi pesan yang di kirim kan Gea padanya.
__ADS_1
#Maaf sebelumnya kak Deon,aku sangat minta tolong bisakah kakak meminjamkan uang 500juta padaku!aku sangat membutuhkan nya!aku tidak janji bisa memberikan nya dalam waktu cepat tapi aku mohon#
itu adalah pesan yang di tulis kan oleh Gea tadi pagi untuk Deon.
pikiran Deon seketika was-was,ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan mencari ke rumah nya.
***
di rumah sakit
Gea terbaring dengan di kelilingi oleh beberapa dokter dan perawat,ia merasakan di bagian perut nya di sayat-sayat tapi ia tak merasakan sakit sama sekali karna sudah mendapatkan suntikan bius dengan dosis yang tinggi.
di luar Tania dan Jonathan berdoa agar semua di lancarkan,namun Tania dengan hati kejam nya hanya mendoakan putrinya agar segera sembuh setelah mendapat kan donor ginjal.
namun Jonathan mendoakan kedua putrinya itu agar semua lancar dan keduanya sehat.
di dalam dokter begitu berusaha melakukan nya semaksimal mungkin,hingga ginjal Gea di angkat dan diberikan pada dokter yang menangani Syella untuk di masukkan kedalam tempat Ginjal Syella.
sedangkan Gea langsung pingsan saat Ginjal nya di angkat bahkan ia seketika kesusahan bernafas sehingga dokter itu langsung memasang kan alat oksigen padanya.
setelah itu para dokter itu kembali menjahit Perut Gea setelah melakukan semua prosedur pengangkatan Ginjal.
mulai sekarang Gea akan bertahan hidup dengan satu ginjal sama seperti Syella.
15 jam proses operasi yang di lakukan untuk Gea dan Syella.
Jonathan dan Tania menangis bahagia mengetahui kalau setelah ini putrinya akan segera sembuh seperti semula,keduanya memegang tangan putri mereka itu.
"oh iya dok,kira-kira putri putri saya berapa lama lagi akan Sadar dok?"tanya Tania.
"sebentar lagi!dia akan Sadar sebentar lagi"ucap dokter itu.
"terimakasih banyak"ucap Jonathan pada dokter itu yang tak lain adalah sahabat nya.
__ADS_1
bersambung....