GEA

GEA
ingin bertemu ibu


__ADS_3

"tidak bisa nak,kau harus di rawat di sini selama seminggu penuh"ucap Dokter yang memang berada di sebelah Gea.


"tapi aku ingin pulang"ucapnya berisi keras.jika tidak semua orang akan curiga padanya,itulah yang di pikirkan Gea ia tidak ingin ada orang yang tahu apa yang sudah terjadi padanya.


"tidak bisa nak,kau harus di rawat selama 4 hari lagi agar jahitan nya akan mengering dan tidak akan membahayakan"jelas Jonathan mencoba memberi pengertian pada Gea.


Gea terdiam sebentar kemudian pasrah,"baiklah"ucapnya dengan suara lemah.


Jonathan menatap Syella yang diam saja, mendapati tatapan sang Daddy Syella mengerti apa yang harus ia lakukan seperti yang sudah di ajarkan Jonathan sebelum mereka masuk.


"Gea,nama ku Syella aku sangat berterima kasih kau mau mendonorkan ginjal mu untuk ku,jika tidak mungkin aku tidak akan bisa hidup lagi"ucapnya dengan suara lembut dan tatapan yang terfokus pada Gea, setelah berhenti ia menatap Jonathan lagi saat Jonathan mengangguk ia kembali melihat Gea.


"Aku ingin kita menjadi saudara,aku akan sangat senang jika kau mau menjadi saudara perempuan ku satu-satunya"ucap Syella dengan tersenyum.


"benar nak,apakah kau bersedia menjadi saudara perempuan Syella dan menjadi putriku?"tanya


Jonathan menatap Gea dengan tatapan penuh harap meskipun terdengar sedih mendengar nya mengatakan pada anak kandung sendiri.


ia sangat takut jika Gea tahu kalau dia adalah ayah kandung nya maka Gea akan sangat membencinya seperti yang di katakan Jihan tiga hari yang lalu.


"Terimakasih banyak,tapi saya punya keluarga"jawab Gea dengan nada suaranya yang memang lemah.


Syella Melihat Jonathan untuk mengatakan apa lagi agar Gea setuju,tapi ia melihat Daddy nya itu terdiam dan tampak menahan sesuatu di wajah nya.


"dokter bolehkah saya mendapatkan ponsel saya?"tanya nya pada dokter yang masih berdiri di samping nya.


"tentu nak"jawab dokter itu kemudian mengambil ponsel Gea dari tangan suster di sebelah nya kemudian memberikan nya pada Gea.


"terimakasih"ucapnya menerima ponsel itu.


ia membuka ponselnya yang mati dan sangat terkejut saat melihat pesan Windi yang sudah sangat banyak.


#kak Gea,pihak bank terus menelfon ku dan terus meminta uang mereka bahkan mereka akan melapor polisi#


itu adalah pesan yang di kirimkan Windi terakhir kali semalam selain itu ia tidak membacanya karna kepalanya serasa begitu pusing hanya dengan melihat layar ponsel itu.


ia kemudian mengalihkan pandangannya ke pada Jonathan,"paman,boleh kah saya mendapat kan uang itu sekarang juga?"tanya nya membuat Jonathan tertegun kemudian langsung mengangguk.


"tentu"jawabnya dengan rasa sesak di dadanya.

__ADS_1


kemudian Gea mengirim pesan pada Windi untuk mengirimkan nomor rekening nya,tak berapa lama Windi langsung membalasnya namun tidak mengirimkan nomor rekening nya tapi bertanya kemana saja dia.


#kirim Nomor rekening nya sekarang juga!!#


ia sangat kesusahan mengetikkan pesan dan tidak ingin mengatakan apapun pada Windi.


kemudian Windi mengirimkan nomor rekening nya,#*******243,ini adalah nomor rekening bank nya#isi pesan windi.


setelah mendapat kan pesan itu Gea meminta Jonathan untuk mengirimkan sebanyak 500juta ke nomor rekening itu.


dengan cepat Jonathan mengirim nya,dan memperlihatkan buktinya pada Gea.


"lihat,sudah nak"ucapnya.


Gea mengangguk, kemudian mengirim pesan pada Windi kalau ia sudah transfer uang nya ke akun bank itu.


begitu saja membuat Gea lelah hingga bahkan tangan nya begitu lemah untuk memegang ponsel itu.


Dokter itu mengambil ponsel Gea langsung saat melihat tangannya yang bergetar dan khawatir jika sampai terjatuh ke perutnya.


"pak Jonathan pasien masih begitu lemah dan butuh banyak istirahat sebaiknya kita tinggal kan dia sendiri dulu"ucap Dokter itu.


"Jihan?"


"Sebaiknya kau tidak masuk,Gea sudah Sadar dia akan sangat sedih jika kau tahu kondisinya"ucap Jonathan.


"aku tahu!aku hanya ingin memastikan kalau dia benar-benar sudah sadar"ucap Jihan kemudian langsung berbalik pergi,sebetulnya ia sudah cukup lama di sana.


Jonathan menghela nafas berat kemudian mendorong kursi roda Syella kembali ke ruangan nya untuk istirahat.


...


malam hari Gea terbangun setelah sejak tadi pagi tidur,ia melihat ke sekeliling nya ada suster dan dokter di sana.


ia memanggil beberapa kali dokter Serta suster itu tapi keduanya tidak mendengar nya karna suaranya yang lemah jadi terdengar kecil ditambah jarak kedua orang itu yang cukup jauh darinya.


"dokter!"panggilnya cukup keras hingga membuat dokter dan suster itu menoleh dan langsung berjalan ke arahnya.


"apa ada yang sakit? atau ada yang tidak nyaman?"tanya dokter itu.

__ADS_1


"aku ingin ponsel ku"ucapnya.


mendengar itu sang suster mengambil dari sakunya kemudian memberikan nya pada Gea.


Gea ingin tahu bagaimana keadaan ibunya sekarang,ia sangat berharap ibunya sudah baik-baik saja,ia menelfon Windi karena rasanya ia tidak sanggup untuk mengetik pesan.


"halo"sapa Windi dari balik telfon.


"Windi... bagaimana kabar ibu? apakah ibu sudah baik-baik saja?"tanya nya.


"Ibu sudah melewati masa kritis nya,dan sekarang sudah membaik kak tinggal menunggu ibu sadar"jawab Windi.


"syukur lah"Gea begitu senang mendengar nya.


"tapi kenapa kak Gea tidak datang menjenguk ibu?"tanya Windi yang memang sudah beberapa kali mengirim kan pesan pada Gea untuk memintanya datang ke rumah sakit.


konyol,


"kau bercanda jarak kota ke kampung sangat jauh"ucap Gea.


"apa tidak membaca pesan ku sama Sekali?ibu ada di kota sekarang tempat kakak bahkan Tante Jihan juga sudah memberitahu mu kan kak?"


Gea begitu terkejut mendengar nya,"ibu ada di sini sekarang?"gumam nya dengan tak percaya.


"lalu ibu ada di rumah sakit mana?"tanyanya.


cukup lama Windi menjawab karna bertanya pada seorang suster di sana,"di rumah sakit Xxx,kami berada di ruang 2 lantai satu"jawab Windi.


Gea lebih terkejut mendengar nya, ternyata ia satu rumah sakit dengan ibunya,air matanya mengalir entah perasaan sedih atau bahagia tapi ia ingin melihat ibunya ia sangat merindukan nya.


ia memutuskan telfon dan ingin bangkit tapi dokter itu langsung menghalangi nya,"Nak,jangan banyak bergerak dulu"ucap dokter itu.


"tolong dok, saya ingin bertemu ibu saya dia ada di rumah sakit ini!dia juga sedang sakit"ucapnya dengan nada memohon dan mata berkaca-kaca membuat dokter itu iba melihat nya.


akhirnya dokter itu mendudukkan Gea di kursi roda kemudian mendorong nya keluar.


"ibu ternyata ada di sini"gumam nya begitu tak sabar menemui sang ibu yang sangat ia rindukan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2