GEA

GEA
"Aku ingin menikahimu"


__ADS_3

"bagaimana bisa papa berbicara seperti itu?",tanya tak percaya dengan berusaha berdiri.


"Tidak ada yang salah!aku mengatakan semuanya dengan benar!!",ucap Tuan besar Wilson sama sekali tak merasa bersalah setelah mengatakan itu.


Jonathan tak habis fikir bagaimana cara berfikir papanya itu.


"Apakah papa dengan mama tahu siapa yang mendonorkan ginjal untuk Syella?!Dia pa anak hasil di luar nikah ku itu!dia mendonorkan Ginjalnya padahal dia sama sekali tidak mempunyai penyakit apapun!!"Ucap Jonathan dengan mata berkaca-kaca.


kedua orang tua itu terkejut mendengar nya dan cukup tak percaya.


"Dia menderita di luar sana ma pa!!dan siapa yang membuat nya hadir di dunia ini?aku!dia adalah gadis yang baik dan tidak tahu apa-apa dan aku yakin dia seharusnya pantas mendapatkan warisan itu!!"ucap Jonathan berusaha memberikan pengertian pada orang tuanya.


"Tapi bukan kah kau sudah memberikan Bayaran untuk Ginjalnya?Hah...maafkan mama Jonathan tapi nama baik keluarga Wilson sangat berharga anak itu tidak bisa mendapatkan apa-apa dan tidak boleh di anggap!"ucap Theresa dengan menghela nafas panjang.


Jonathan tertegun mendengar nya.


"Benar! aturan Keluarga Wilson sudah berturut-turut dari leluhur kita!dan semuanya tidak boleh dilanggar karna itu akan memalukan!! tidak boleh ada yang tahu masalah itu!kau bisa berhubungan dengan mereka tapi tak boleh menganggap nya sebagai anak dan dia tidak berhak mendapatkan warisan!"Ucap pria tua itu dengan tegas,karna begitu pusing Langsung pergi.


Jonathan terdiam di tempatnya, aturan keluarga macam apa itu.


"Jonathan mama mohon mengerti lah!"ucap Theresa menepuk pundak putra satu-satunya itu kemudian berlalu pergi meninggalkan nya.


Jonathan mengepal tangan nya,dan melayangkan kepalan tangannya ke arah patung di sisinya hingga patung itu pecah.


"atas dasar apa aku tidak boleh menganggap putri kandung ku! aturan keluarga macam apa ini yang sama sekali tidak berprikemanusiaan sama sekali!!"ucapan nya begitu marah dan sedih.


"semua nya sudah di tangan ku!dan tidak ada yang bisa menghentikan apa yang ingin ku putuskan!!"


***


ke esokan harinya Qanaya kembali bekerja dengan naik taxi,namun saat tiba di toko kue ia terkejut karna Jonathan tiba-tiba berada di sana sedang duduk tampak melamun.

__ADS_1


Ia berusaha menghindar dan tidak di lihat oleh pria mengesalkan dan yang ia anggap sangat menjijikkan.


"Qanaya ada apa dengan mu?kenapa kau tampak tidak nyaman begitu?"tanya Anna yang melihat Qanaya.


"Tidak apa-apa!saya hanya sedikit kedinginan karna baru datang,oh iya nyonya Anna ini seperti nya sedikit lebih cepat buka?"tanya Qanaya yang tadinya berfikir kalau ia terlambat tapi saat ia melihat jam sama seperti semalam dimana toko belum buka.


"maafkan aku,aku lupa memberitahu mu kalau di akhir pekan begini toko lebih cepat buka"jelas Anna.


"akh begitu"ucap Qanaya kemudian memakai seragam dan celemek nya dan bersiap untuk mengantarkan pesanan-pesanan pada orang-orang yang mulai berdatangan.


"semangat"ucap Anna tersenyum lebar dan cerah dengan kulit wajah nya yang sudah keriput.


Qanaya membalas nya dengan tersenyum dan mengangguk, kemudian ia mengantarkan pesanan-pesanan ke meja-meja dengan berusaha menghindari Jonathan.


tapi karna pesanan yang tepat di sebelah meja Jonathan,sehingga pria itu melihat nya dan seperti nya terlihat terkejut.


Qanaya berusaha tidak melihat nya dan tidak peduli,hingga ia berlalu pergi begitu saja.


Jonathan tak melepaskan pandangannya dari Qanaya yang memakai seragam karyawan toko kue itu,ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah Qanaya.


"Apa-apaan ini? lepaskan!!",Qanaya begitu kesal dan berusaha melepaskan diri tapi Jonathan begitu kuat.


hingga mereka sampai di toilet pria, Jonathan langsung menutup pintu dan menyudutkan Qanaya di dinding.


"Bajingan!!apa yang ingin kau lakukan padaku!!"kesal Qanaya berusaha mendorong Jonathan tapi Jonathan langsung menangkap tangan nya.


"Kenapa kau bekerja?!!"tanyanya.


"hah?kau gila siapa kau yang ikut campur dengan urusan ku?aku bekerja atau tidak itu bukan urusan mu!aku bekerja untuk keluarga ku!! lepaskan aku biarkan aku keluar!!"Qanaya tidak bisa lama-lama dengan pria menjijikkan itu.


"Aku bisa memenuhi kebutuhan kalian!!kau tidak perlu bekerja seperti ini!!"ucap Jonathan tak tega melihat Qanaya bekerja apalagi ia tahu kalau Qanaya belum lama sembuh.

__ADS_1


Qanaya mengatupkan giginya dan menendang ************ Jonathan hingga membuat pria itu terkejut karna kesakitan dan langsung melepas kan nya.


"Aku tidak membutuhkan sepeserpun dari pria bajingan seperti mu!!"kesalnya kemudian mendorong Jonathan dengan kakinya agar Jonathan tidak menghalanginya keluar.


Ia meninggalkan Jonathan didalam toilet itu dengan sangat kesakitan.


Jonathan menahan kesakitan dan keluar kemudian kembali menahan Qanaya yang belum berjalan terlalu jauh.


"Aku ingin menikah dengan mu!"


perkataan itu membuat Qanaya terkejut dan langsung terdiam.


melihat Qanaya yang terdiam Jonathan mengeratkan pegangan tangannya,"Aku bersumpah kalau aku hanya mencintaimu sejak dulu hingga saat ini"Ucap Jonathan dengan bersungguh-sungguh.


Qanaya menarik tangan nya,"...maaf tapi aku tidak ingin menikah"ucapnya berbalik untuk pergi.


Jonathan ingin menahan tangan Nya lagi tapi Qanaya kembali berbalik dan melihat nya dengan serius,"Saya mohon tolong jangan ganggu dan temui saya lagi tuan Wilson yang terhormat!!"Ucapnya dengan tegas kemudian berbalik pergi.


Jonathan terdiam di tempatnya diam dengan seribu bahasa,Ia tahu sangat mustahil tapi ia tidak akan menyerah bahkan jika nanti itu juga akan halangan orang tuanya.


***


Sudah dua Minggu lebih Qanaya bekerja di toko itu dan setiap hari Jonathan juga terus datang di toko itu namun tak lagi menganggu nya.


namun hari ini bukan lah hal yang ia inginkan,saat ia sedang mengantar kan pesanan ke meja seorang wanita ia tiba-tiba di siram dengan kopi membuat nya sangat terkejut hingga nampan yang berisi aneka kue di tangan nya jatuh begitu saja.


Hal itu menarik perhatian.


Anna dengan cepat berlari dan menghampiri Qanaya dengan membawa kan sapu tangan,"kau tidak apa-apa?"tanya Anna khawatir.


Qanaya menggelengkan kepalanya kemudian melihat wanita yang menyiram nya itu masih diam duduk dengan tenang nya tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Kemudian wanita itu berdiri dan melepaskan kaca mata hitam nya kemudian tertawa,"kenapa kau begitu terkejut?aku hanya menumpahkan kopi dingin di tubuh mu! seharusnya aku menumpahkan kopi panas di tubuh mu sehingga tidak bisa lagi menggoda Suami orang dengan tubuh menjijikkan mu itu!!"ucap wanita itu dengan tersenyum merendahkan.


bersambung.....


__ADS_2