
Setelah sepuluh menit ia menunggu belum ada taxi yang kosong,semua taxi yang lewat sudah punya penumpang karna memang sudah begitu larut hingga taxi juga sepi.
hingga sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan nya,ia khawatir kalau itu adalah penjahat tapi saat pemilik mobil itu keluar ia sedikit terkejut.
"Gea kenapa larut malam begini kau ada di sini?"tanya pria itu yang tak lain Adalah Jonathan yang begitu terkejut saat melihat Gea yang duduk sendiri di pinggir jalan,sudah satu Minggu lebih ia tidak melihat Gea.
"saya baru pulang kerja dan menunggu taxi di sini paman"jawabnya.
"kau baru pulang bekerja?larut malam begini?",tanyanya dengan tak percaya.
Gea hanya menanggapinya dengan anggukan sambil memperhatikan ke ujung jalan untuk melihat taxi.
begitu sakit hati Jonathan mendengar nya bahkan ia menahan air matanya agar tidak jatuh,dirinya yang seorang CEO di Perusahan besar yang mampu membayar ribuan karyawan dan puluhan pekerja-pekerja di rumahnya tapi putrinya dengan begitu kasihan bekerja hingga larut malam untuk menghidupi dirinya.
hati ayah mana yang tidak sakit melihat keadaan putrinya yang seperti Gea sekarang yang tampak kurus kedinginan dan sangat pucat di tengah larut malam begini semua itu karna baru pulang kerja.
begitu terpukul nya seorang Jonathan Wilson yang begitu kaya raya memiliki segalanya hidup dengan kemewahan dan kelimpahan tak pernah kekurangan satupun tapi membiarkan putri nya seperti itu.
"Pa..paman akan mengantar mu?"ucapnya dengan dada yang sesak.
Gea langsung menolak dengan tegas,"tidak,taxi sebentar lagi pasti datang"ucapnya karena ia ingat ucapan Jihan untuk menjauhi pria itu dan ia juga curiga karena pria itu selalu memperhatikan nya.
Mendengar ucapan tegas Gea membuat Jonathan tak mampu berbicara lagi,ia duduk di kursi tempat Gea duduk tadi menahan air matanya.
"kau bekerja paruh waktu?"
"iya"jawabnya terus memperhatikan ke ujung jala berharap taxi segera datang.
"bukankah kau dapat beasiswa di kampus itu?"tanyanya Jonathan lagi.
__ADS_1
Gea tak menjawab karna ia merasa pertanyaan itu tak masuk akal, apakah beasiswa menanggung semua kebutuhan nya.
"maksud ku apakah orang tua mu tidak mengirimkan uang untuk mu?",tanya Jonathan lagi.
"tidak"jawabnya Cepat.
"kenapa?"
"aku tidak ingin menyusahkan nya, justru aku bekerja untuknya agar meringankan sedikit beban ekonomi nya", kata-kata itu begitu saja keluar dari mulutnya padahal dirinya adalah orang yang tertutup.
"kau juga mengirim uang ke pada mereka?"
Gea tak menjawab ia merasa pria itu semakin aneh bertanya-tanya sampai seperti itu,untung saja taxi datang ia segera melambaikan tangannya hingga taxi itu berhenti di depannya,cepat-cepat ia naik dan segera menyuruh supir itu berjalan.
tapi meski begitu ia sekilas mengatakan pada Jonathan,"mari paman",itulah ia yang ia katakan sebelum masuk kedalam taxi itu da pergi.
setelah beberapa saat duduk diam di sana dengan langkah berat ia segera pulang lebih tepatnya ke rumah sakit dimana putrinya masih di rawat intens sebelum mendapatkan pendonor ginjal.
selama 1 Minggu ini ia memang pergi bersama seorang dokter untuk mencari pendonor ginjal yang cocok untuk putrinya itu,tapi tetap saja tak ada yang cocok.
sesampainya di rumah sakit ia terkejut melihat kedua orang tuanya berada di sana di depan ruangan putrinya dengan istrinya yang menangis tersedu-sedu.
"ada apa ini ma?"tanyanya pada wanita tua yang menenangkan istrinya.
"Darimana saja kau Jonathan putri mu sedang sekarat sekarang di dalam dan kau malah berkeliaran entah kemana?!"sembur wanita tua itu dengan mata merah.
"apa maksud mu ma?apa yang terjadi dengan putriku?"tanyanya dengan jantung yang langsung berdebar takut dengan cepat ia mendekati pintu yang terkunci dan melihat kedalam melalui celah melihat putrinya yang tampak sangat menderita.
"apa yang terjadi Tania? apa yang terjadi ma pa!!"tanyanya dengan mata yang menjadi sangat merah tapi ketiga orang itu tak menjawab hingga pintu terbuka dokter pribadi yang menangani putrinya keluar.
__ADS_1
"dokter katakan apa yang terjadi degan putriku?!"tanya langsung menghampiri dokter itu begitupun dengan Tania yang tadinya duduk dengan tersedu-sedu.
"keadaan nyonya muda semakin parah tuan Jonathan,dalam tiga hari jika ia tidak mendapatkan donor ginjal maka kami memohon maaf sebesarnya kami tidak bisa lagi menolong"ucap dokter itu dengan sedih mengatakan nya.
ke empat orang itu begitu terpukul mendengar nya, Tania bahkan menangis dengan histeris dan langsung memaksa masuk kedalam menemui putrinya.
dua orang tua itu juga mengikuti menantu kesayangan mereka itu masuk.
"Tuan Jonathan Ginjal yang di butuhkan oleh putri anda sangat spesial sehingga kita sangat sulit menemukan pendonor yang cocok"ucap dokter itu.
Jonathan tak tahu mengatakan apapun lagi,ia masuk dan mengabaikan dokter itu.
"Mommy apakah Syella bisa sembuh?"tanya gadis yang terbaring lemah itu dan wajah yang pucat.
Tania mengusap lembut pucuk kepala putrinya itu dan mencium keningnya dengan waktu lama bahkan air matanya mengalir ke dahi putrinya itu.
"Kamu harus kuat sayang,kamu harus bertahan mommy akan berusaha agar kau sembuh"ucapnya.
Gadis bernama Syella itu mengalihkan pandangannya ke arah Jonathan,"apa itu benar Daddy?aku akan sembuh?",tanyanya.
Jonathan mengalihkan wajahnya dengan air mata yang mengalir di wajahnya,ia tidak tahu apa yang harus di lakukan.
"Daddy kenapa kau tidak menjawab ku?apa aku tidak akan sembuh?"tanyanya lagi membuat Pertahanan Jonathan runtuh lagi ia menangis tersedu-sedu dan memeluk putrinya yang terbaring itu.
"jangan berbicara seperti itu nak,Daddy yakin kau akan sembuh Daddy akan melakukan apapun untuk mu agar kau sembuh", ucapnya kini menggenggam tangan putrinya itu.
"maafkan aku Qanaya aku tidak punya cara lain lagi! maafkan aku yang akan terlalu jahat padamu dan putri kita"ucapnya dalam hati.
bersambung.....
__ADS_1