
Tania langsung berdiri
"diam!!!kau menganggu kenyamanan putri ku!dia baru saja Operasi!jika dia kenapa-napa apa kau bisa bertanggung jawab!!"teriak Tania spontan menyahut teriakan marah Jihan.
"Tania hentikan"ucap Jonathan dengan suara di tekan.
"kenapa?dia menganggu kenyamanan putri ku apa menurutmu aku akan diam saja!!"jawab Tania tak mau kalah.
"kau mencari Gea kan?dia berada di ruangan sebelah dan sedang kritis karna Ginjalnya baru saja di ambil untuk putriku!!!"
bruk...
tubuh Jihan seketika ambruk setelah Kata itu keluar mulut tajam Tania.
"Jihan kita bisa bicarakan dengan baik-baik,aku akan menjelaskan nya padamu! kondisi Syella putri ku sudah sangat kritis pada saat itu.jadi aku tidak punya pilihan lain"Jonathan berdiri dan mendekati Jihan yang terdiam di lantai dan mencoba menjelaskan nya.
"lalu bagaimana dengan Gea?dia juga putrimu!"kemarahan Jihan sudah sampai di ubun-ubun,ia berdiri dan menatap tajam Jonathan yang sekarang ada tepat di depan nya.
Tania tiba-tiba muncul dan berdiri di depan Jonathan sehingga menghalangi Jihan dekat dengan suaminya,"Gea bukan putrinya! putri Jonathan hanya satu yaitu Syella,SYELLA!!"Tania menekankan nama Syella dengan jelas.
plak!!!
tamparan keras dengan penuh tenaga Langsung mendarat di wajah putih Tania bahkan ia hampir ambruk jika Jonathan tidak menahan di belakang nya.
"Jihan!!"pekik Jonathan langsung melihat keadaan wajah Tania yang langsung membekas bukan lagi merah melainkan membiru dan bengkak bahkan tulang wajah nya sedikit bergeser karna Jihan yang menamparnya dengan penuh tenaga dan amarah.
Tanpa mengatakan apapun Jihan langsung keluar dan pergi menuju ruangan sebelah yang dikatakan Tania kalau Gea ada di sana.
__ADS_1
saat ia sudah berada di depan pintu tepat di sebelah ruangan yang baru saja ia masuki,ia memegang gagang pintu dengan seluruh tubuh yang bergetar namun saat ia sudah memutar gagang pintu tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Jonathan yang tiba-tiba datang.
"Jihan kau sudah cukup keterlaluan!!kau membuat keributan dan menampar Tania sampai pingsan!!dan ingat Gea itu adalah putri ku bukan putrimu!?"geram Jonathan dengan gigi terkatup mencekal tangan Jihan kuat.
lelucon,Jihan tertawa merendahkan mendengar ucapan Jonathan.
"putrimu?aku tidak salah dengar?apa kau pantas menjadi seorang ayah untuk Gea hah?kau hanya datang untuk mengambil ginjalnya dan membuat kehidupan sehat dan tenang nya hilang!!kau adalah orang kejam Jonathan! bagaimana bisa kau memperlakukan Gea seperti itu?di mana perasaan mu? apakah kau tidak merasa bersalah sama sekali?"tanya Jihan bertubi-tubi menyudutkan Jonathan.
lontaran setiap lontaran yang keluar dari mulut Jihan mampu menusuk dada Jonathan seperti sebuah belati,kata siapa dirinya tidak merasa bersalah ia bahkan tidak tega dan sangat merasa bersalah saat melihat Gea.
air mata Jihan lolos dari pelupuk matanya,"dia adalah darah daging mu yang tak pernah kau nafkahi sekalipun!!dan begitu teganya kau mengambil ginjalnya?"tangisnya kemudian menghempaskan cekalan Jonathan yang merusut.
"Ingat jika sampai Gea tahu kalau kau adalah Ayahnya!!aku yakin dia akan memilih untuk tidak punya ayah di dunia ini!! ingat dan camkan itu!!", kata-kata tajam itu membuat Jonathan begitu takut dan tak bisa menahan air matanya lagi hingga bulir-bulir bening mengalir dari pelupuk matanya.
Jihan masuk dan menutup pintu dengan perlahan untuk tidak menganggu.
setelah memakai semuanya Jihan mengikuti dokter itu yang masuk melewati gorden hijau itu,ia tak bisa menahan tangisnya saat melihat Gea yang terbaring di brankar dengan kondisi tidak sadar kan diri memakai alat oksigen dan beberapa alat medis yang melekat di tubuh nya.
rasanya ia tak sanggup menahan kakinya yang begitu lemas,dirinya saja tidak sanggup dengan apa yang sudah terjadi pada Gea bagaimana jika Qanaya mengetahui nya itulah yang di pikirkan Jihan,tangannya yang memang sedari tadi bergetar menyentuh tangan Gea yang begitu dingin.
...
di luar rumah sakit Gerald Deon baru saja sampai,karna Nick memberitahu kalau mobil Bentley pada pukul 9 hanya ada 3 dan di antara ketiga mobil Bentley dua di antaranya menuju rumah sakit dan salah satunya Nick sendiri yang memeriksa ke tempat lain.
Deon memperhatikan semua mobil di perkirakan hingga ia menemukan mobil Bentley yang ia lihat semalam saat melewati lalu lintas,"siapa pemilik mobil ini?"tanyanya pada salah seorang satpam di sana dengan aura menekan.
"maaf tuan,seperti nya mobil ini sudah semalaman di sini dan saya baru masuk di sif pagi ini jadi saya tidak tahu tuan"jawab supir itu dengan gugup menjawab pria yang menjulang tinggi dan beraura kuat yang terkesan menyeramkan seperti berdekatan dengan hantu sampai membuat buku kudu berdiri.
__ADS_1
Deon langsung menarik tangan Gerald yang memang tidak tahu cara berbicara yang normal pada manusia selain dirinya dan Nick.
"Lebih baik kita lihat cctv di sini saja"ajaknya pada Gerald.
...
"Jihan,sebelum di operasi Gea berpesan padaku kalau hal ini tidak ada yang boleh ada yang tahu termasuk kamu"
Jihan yang sudah keluar dari ruangan Gea dan sekarang duduk di depan,ia tak merespon ucapan Jonathan pikiran nya kosong saat ini dan ia hanya bisa diam seperti patung.
dalam beberapa saat keadaan di antara keduanya begitu hening tak ada yang memulai pembicaraan,hingga Jihan berdiri dan hendak pergi.
"Aku tahu aku memang bukan ayah yang baik untuk Gea selama ini,tapi Mulai sekarang aku akan menebus semuanya aku akan memberikan semua yang terbaik untuk nya mulai sekarang"Ucap Jonathan sebelum Jihan melangkah.
"bagaimana jika Qanaya tahu apa yang telah kau lakukan untuk putrinya?"
pertanyaan itu membuat Jonathan begitu terkejut dan langsung membeku,"aku..."ia tak sanggup untuk mengatakan apapun.
apakah bisa Qanaya tidak mengetahui semuanya?hah bercanda cepat atau lambat ia pasti akan mengetahui semuanya,apakah Qanaya selamanya tidak akan pernah memaafkan nya,tidak bukan itu yang di inginkan Jonathan dalam lubuk hati yang paling dalam ia ingin Qanaya dan Gea berada di pelukan nya.
lalu apakah setelah semua ini mereka berdua akan menerima nya dengan begitu saja?
"tolong jangan beritahu Qanaya" baru kali ini Jihan mendengar nada putus asa dan sangat menyedihkan dari seorang Jonathan Wilson.
tanpa mendengar memperdulikan nya lagi Jihan pergi dengan langkah berat dan dengan tatapan juga pikiran kosong berjalan di lorong yang sepi.
bagaimana jika Qanaya mengetahui semuanya? apakah dia akan menyalah kan nya bahkan tidak akan lagi mau bertemu dengan nya dan tidak akan ada lagi kesempatan untuk mereka berteman?itu adalah salah satu ketakutan terbesar Jihan hingga air matanya lolos dengan begitu saja.
__ADS_1
bersambung....