GEA

GEA
tak dapat menahan lagi


__ADS_3

"tidak!aku ingin di sini menemani mu"ucap Gea berisi keras dan duduk di samping brankar sang ibu.


Qanaya tak mengatakan apapun,ia hanya diam dengan Melihat ke arah lain.


Gea juga hanya diam dengan menemani sang ibu di sana sudah cukup,ingin sekali rasanya ia memeluk sang ibu tapi ia harus bersabar karna ibunya belum luluh padanya,benar ia akan bersabar.


"ibu mau buah?aku akan memotong nya untuk ibu"ucapnya mengambil apel dari keranjang buah yang tadi ia bawa.


"tidak usah lebih baik kau pergi saja!,kau hanya membuat ku semakin muak dan pusing di sini!"ucap Qanaya dengan begitu mudahnya.


Gea menghentikan tangan nya dan meletakkan kembali buah itu, matanya merah menahan tangis meskipun sudah terbiasa dengan kata-kata itu tapi entah kenapa mendengar itu Sekarang membuat nya begitu sakit,padahal ia Melakukan hal apapun untuk membuat sang ibu sehat termasuk menjual ginjalnya,apakah sampai seperti itu ibunya juga tidak akan memberi muka untuk nya?


miris.


"pergilah!!!jangan memperlihatkan air mata mu itu di depan ku!!",ucap Qanaya lagi meski tak melihat wajah Gea ia tahu kalau Gea sudah menetes kan air matanya.


di tengah keheningan dan Susana mencengkam Windi tiba-tiba masuk


"Ibu kak Gea"ucapnya menghampiri kedua orang itu.


"Windi bawa aku keluar!aku ingin jalan-jalan d sekitar"nada bicara Qanaya begitu berbeda pada Windi dan Gea.


Windi mengangguk dan mengambil kursi roda,kemudian membantu ibunya bangkit dari tempat tidur setelah itu mendudukkan nya.


Gea terdiam bak patung di sana dengan air mata yang mengalir terus dari matanya melihat semua itu.


"kak aku akan membawa ibu keluar"ucap Windi pada Gea kemudian mendorong kursi roda itu.


Gea sesak di hatinya,namun air matanya terus mengalir ia mengepal tangan nya dengan kuat mengontrol emosional nya sehingga membuat jahitan di perutnya hampir lepas.


"Kenapa kau begitu membenciku Bu?"isak Gea dengan tubuh bergetar hebat dan air mata yang tak berhenti.

__ADS_1


Windi berhenti mendorong sang ibu karna berfikir Gea ingin berbicara dengan sang ibu.


"Windi cepat bawa aku keluar"tanpa mempedulikan pertanyaan Gea Qanaya meminta Windi untuk terus mendorong nya keluar.


"apa karna aku adalah anak dari kesalahan mu?...lalu kenapa kau tidak menggugurkan ku pada saat itu?kenapa kau melahirkan ku dan menyiksa ku seperti ini?"tanya Gea dengan terisak-isak bahkan pandangan nya kabur karna air mata.


"Kau menyiksaku seperti ini apakah kau puas karena dapat melampiaskan kekesalan mu di masa lalu?"


"Diam!!!"teriak Qanaya.


"aku tidak tahu apa-apa tapi kau menyiksaku sejak kecil!!aku lelah?ya tentu saja!tapi aku tidak menyerah dan melakukan semuanya untuk menarik perhatian mu tapi apa?kau bahkan tak peduli dengan itu!!"


"aku mencari uang sendiri untuk biaya sekolah ku dan mendapatkan beasiswa di universitas terbaik, apakah kau pernah bangga?tidak!!"


"aku juga seperti anak biasa yang menginginkan kasih sayang orang tua!yang bangga melihat anaknya berprestasi!!namun kau tidak."


"kau menjadi ku pembantu di rumah aku lakukan semuanya,apakah aku pernah mengeluh?tidak pernah!!"


"aku akan dilecehkan oleh orang-orang apakah kau percaya dengan ucapan ku?tidak!!kau hanya percaya setelah melihat nya sendiri!!"tangis Gea pecah.


"kau memperlakukan ku seperti anak tiri!! bahkan lebih dari anak tiri!!kau lebih tepatnya memperlakukan sebagai budak hewan"tangis Gea tak bisa lagi menahan semua yang di hatinya.


"selama 18 tahun Bu!aku melakukan semuanya,aku bertahan karena aku percaya kalau suatu hari nanti kau akan luluh dan mencintai ku seperti aku mencintai dan menyayangi mu!"


Gea ambruk di lantai dengan menangis tersedu-sedu,ia tak bisa menahan beban hidup nya selama ini sungguh ia benar-benar lelah.


Windi tak bisa menahan tangisnya Sedari tadi Gea berbicara,ia begitu merasa bersalah karena selama ini tak memperlakukan Gea dengan baik,ia menghampiri Gea untuk membantu nya berdiri tapi Gea langsung menepis nya.


"Aku sendiri Bu!!!!!aku merasa Sendiri di dunia ini!!!aku lelah!aku tidak sanggup aku hanya membutuhkan topangan tangan mu sekaliiii saja namun kau tidak pernah peduli padaku!!"sekujur tubuh Gea bergetar tangisnya terus pecah.


tes....

__ADS_1


air mata Qanaya yang sejak lama ditahan nya mengalir tak henti sekarang.


Windi begitu terkejut saat melihat pakaian Gea basah darah,"Kak Gea kau berdarah?"ucapnya dengan begitu takut melihat nya.


Gea memegang perutnya dan melihat tangan nya yang berdarah memang pakaian nya sudah basah darah,namun ia tersenyum sinis dan mengejek bahkan setelah menjual ginjalnya pun ia tidak di anggap.


ia berusaha bangkit sendiri,dan berjalan perlahan melewati kursi roda Qanaya yang masih setia membelakangi nya sedari tadi,namun ia sangat terkejut saat Gea lewat di depannya dengan semu bajunya berdarah.


"kenapa kau berdarah?"tanyanya dengan suara yang tampak menahan sesuatu.


"apa pedulimu bu!!!!!!"teriak Gea berbalik melihat ibunya itu yang berwajah basah karena sedari tadi ia menangis mendengar semua ucapan Gea yang begitu memilukan hati.


"kau ingin mengakhiri hubungan anak dengan ku!!aku sudah setuju!bukan kah dari dulu itu yang kau inginkan!!aku setuju sekarang!! bahkan jika kau tidak ingin melihat ku!aku akan pergi sejauh mungkin sampai kau tak pernah melihat ku lagi!!"ucapnya dengan bibir bergetar dan langsung berlari keluar.


namun ia sedikit terkejut saat melihat Jihan yang ternyata ada di depan pintu dan menangis terisak-isak,tapi ia tak peduli apapun lagi ia berlari sekuat tenaganya dengan darah yang tak henti nya keluar.


Ia masuk ke dalam lift untuk menuju lantai atas dimana ia harus bertemu dengan dokter yang menangani nya.


rasa sakit di perut nya karna jahitan nya yang sudah terbuka sama sekali tak terasa dengan rasa sakit di hatinya,setelah lift berhenti dan terbuka ia langsung keluar dan berlari dengan cepat.


"maafkan aku Bu!aku tidak kuat lagi!aku mencoba bertahan selama ini tapi hari ini kau membuat ku benar-benar menyerah!"ucapnya dalam hati dengan terus berlari tak lupa memegangi perutnya yang terus mengeluarkan banyak darah.


namun karna mengeluarkan banyak darah ia hampir kehilangan kesadaran nya dan tak bisa melihat dengan jelas tapi ia masih berlari sehingga ia menabrak seseorang.


dengan sedikit kesadaran ia melihat siapa yang di tabraknya dan sangat terkejut saat melihat yang ia tabrak adalah seorang pria yang ia takuti.


bukan hanya Gea,Pria itu sama terkejut nya bahkan terlihat jelas di wajahnya ia sangat tidak percaya dengan sesuatu saat ini.


Gea dengan sedikit kesadaran melepaskan diri dari pria itu tapi ia kembali jatuh ke dada bidang seseorang itu hingga tak sadar kan diri.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2