GEA

GEA
Wanita Rentan


__ADS_3

pagi Hari saat Gea sudah siap-siap berangkat bareng Hani dengan satu sepeda tiba-tiba Mobil Jihan datang.


"Gea sayang biarkan Tante yang mengantarkan kalian ke kampus tidak perlu naik sepeda"ucapnya turun dari mobil menghampiri Gea yang sudah naik di belakang Hani.


Hani sedikit canggung dengan Jihan,"Gea kamu naik mobil aja biarkan aku naik sepeda sendiri"ucapnya.


"kita naik mobil Tante Jihan aja"ucap Gea tidak ingin meninggalkan Hani naik sepeda sendiri.


pada saat Hani ingin menolak lagi Jihan lebih dulu berbicara,"Iya nak Hani ikut saja"ucapnya dengan tersenyum lembut membuat Hani tak kuasa untuk menolak lagi,Akhirnya keduanya naik mobil Jihan.


sesampainya di kampus Gea hendak pergi bersama Hani setelah mengucapkan terimakasih pada Jihan,tapi tiba-tiba Jihan menahan tangannya.


"Gea Tante ingin berbicara dengan mu sebentar saja"ucap Jihan membuat Gea bingung karna Wajah wanita paruh baya itu tampak serius dan ia bisa melihat tanda kekhawatiran di wajahnya.


Hani yang mengerti akhirnya pergi lebih dulu,"kalau gitu aku tinggal ya Ge kita jumpa di kelas"ucapnya melambaikan tangan pada Gea.


"mm...Tante ingin mengatakan apa?",tanyanya.


"Apakah sebelum kamu kemari ibumu ada berpesan untuk mencari ay...."belum sempat Jihan menyelesaikan ucapannya Jonathan tiba-tiba muncul entah dari mana dan menghampiri mereka.


"Jihan"panggil nya membuat Gea dan Jihan menoleh bersamaan.


"hai nak Gea bagaimana kabar mu Hari ini"sapanya pada Gea setelah berdiri di depan kedua wanita itu.


"kabar saya baik paman"jawab Gea dengan sopan dan tersenyum kecil.


Jonathan melihat Gea dengan penuh kasih sayang,entah kenapa ia mempunyai perasaan yang tidak bisa ia jelaskan pada Gadis yang baru ia temui kemarin itu,ia fikir karena wajah Gea sangat mirip dengan wanita yang sangat ia cintai sekitar 18 tahun yang lalu.


"paman senang mendengar nya"ucapnya dengan tangan nya yang begitu saja mengusap pucuk kepala Gea.


Gea tidak menghindar,awalnya ia merasa itu sedikit Lancang tapi jantung nya tiba-tiba berdetak begitu lambat dan merasakan kehangatan tangan pria paruh baya itu.

__ADS_1


"apakah ini rasanya kehangatan seorang ayah?"pikirnya dengan perasaan yang begitu tenang, bagaimana pun ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari siapapun termasuk kasih sayang seorang ayah.


sedangkan Jihan yang melihat pemandangan di depannya itu merasakan sesak di jantung nya,ia tidak tahu ia merasa senang atau apa tapi yang pasti ia bisa melihat keduanya mempunyai garis wajah yang sama dan keduanya merasakan kenyamanan dan kehangatan.


"ya tuhan apakah ini sebuah takdir?"gumam nya dan langsung mengusap air matanya yang menetes.


"Gea pergilah,bukan kah kelas mu akan di mulai sebentar lagi"ucap Jihan.


Gea tersadar kemudian mengangguk,"baik Tante,aku harus pergi dulu paman"ucapnya pada pria paruh baya yang melihat nya dengan mata berkaca-kaca.


setelah kepergian Gea,Jonathan langsung menahan tangan Jihan yang akan pergi begitu saja.


"Jihan jangan coba menghindari ku! semakin kau menghindari ku semakin aku yakin kalau kau menyembunyikan sesuatu dariku"ucapnya menekan dan begitu dingin seolah bisa membekukan seseorang.


"Tuan Jonathan Wilson yang terhormat!!saya minta tolong pada anda untuk tidak menggangu saya dan keponakan saya lagi!anda adalah orang yang begitu terhormat tidak kah anda takut seseorang diam-diam mengambil foto anda dengan saya dan Gea dan membuat rumor yang tidak-tidak!!"Jihan menekankan ucapannya dengan menyatukan tangannya memohon,setelah mengatakan itu ia langsung berbalik dan pergi dengan mobilnya.


"Bagaimana bisa aku akan diam saja jika wanita yang dulu ku cintai ternyata hamil anak ku,entah bagaimana keadaannya dan anak ku sekarang bagaimana pun caranya aku akan menemukan mereka"ucapnya menatap mobil Jihan yang sudah berlalu pergi dengan tatapan khas nya yang memang tajam, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke dalam kampus melihat Gea yang sudah berjalan begitu jauh.


...


hari ini kelas Gea hanya sampai siang, sehingga ia langsung bekerja agar bisa pulang cepat nanti.


Dia begitu bersemangat bekerja karna bos kafe itu mengatakan ia bisa kembali sore jika mulai bekerja pukul 2 siang.


Ia mengantarkan pesanan-pesanan dengan telaten agar tidak membuat jatuh dan berantakan,semua orang di kafe itu juga sangat suka dengan pelayanan nya.


ia mengantarkan pesanan ke meja 208,"selamat menikmati makanan dan minuman anda nyonya"ucapnya membuat wanita yang cukup berumur itu tersenyum dan mengangkat wajah nya dari ponsel nya.


"terimakas..."pria cukup berumur itu sangat terkejut saat melihat wajah Gea,bahkan ponsel di tangan nya terjatuh saking terkejutnya.


Gea membantu mengambil ponsel yang terjatuh itu dan meletakkan nya di meja,"apa nyonya baik-baik saja?",tanyanya cukup khawatir karna wanita cukup berumur menangis.

__ADS_1


"ka...ka...kamu Naya..?"tanyanya menangis dengan menutup mulut tak percaya kemudian langsung memeluk Gea yang tidak tahu apa-apa dan hanya diam saja karna ia memang tidak tahu apa-apa.


tapi karna wanita yang hampir rentan tua itu semakin menangis membuat nya tidak tega dan membalas peluknya dengan menepuk-nepuk punggung nya.


"tenanglah nyonya"ucapnya berfikir kalau wanita paruh baya itu mempunyai masalah.


orang-orang di sekitar heran melihat itu dan bingung apa yang terjadi hingga membuat wanita yang cukup tua itu menangis sampai seperti itu,bahkan manager kafe yang melihat itu langsung menghampiri khawatir jika karyawan baru seperti Gea sudah membuat masalah yang begitu serius.


"apa yang kau lakukan sampai membuat nyonya ini menangis?"tanya manager itu pada Gea.


"saya juga tidak tahu bu,nyonya ini begitu saja tiba-tiba menangis"ucapnya yang memang benar adanya.


"maaf Nyonya,dia adalah Gea karyawan baru kami apakah karyawan kami sudah membuat anda tidak nyaman?"tanya manager itu khawatir.


wanita rentan itu tersadar dan melepaskan pelukan nya dan menghapus air matanya dengan sapu tangan nya,dan melihat Gea dengan tatapan penuh harapan,"Siapa nama kamu nak?"tanyanya.


"nama saya Gea nyonya"jawabnya dengan sopan dan lembut.


"maafkan saya tiba-tiba yang tiba-tiba menangis dan memeluk mu,saya hanya langsung teringat pada putri saya saat melihat mu yang sangat mirip dengan mu"ucapnya dengan air mata yang terus mengalir dan menatap wajah Gea yang begitu cantik tenang dan begitu lembut.


manager itu bernafas lega ternyata tidak ada kesalahan apapun.


Gea tersenyum mendengar nya,"tidak apa-apa nyonya,anda pasti sangat menyayangi putri anda karna itu sampai menangis seperti ini"ucapnya tersenyum terharu wanita itu sangat merindukan putrinya,ia juga sangat berharap ibunya merindukan dirinya.


"bo.. boleh kah saya memegang wajah mu?", tanyanya dengan tangan gemetar ingin menyentuh wajah Gea.


"silahkan nyonya"ucapnya memegang tangan wanita itu dan meletakkan di wajah nya.


wanita paruh baya itu kembali menangis sejadinya,"awalnya saat melihat wajah mu saya pikir kamu adalah putri saya yang sudah lama menghilang"ucapnya dengan terus memegang wajah Gea dan satu tangan lagi menutup mulutnya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2