
"kau mencoba menghindari ku?heh kau sangat menyepelekan ku!"ucap Tania dengan menghela nafas.
Gea merasa wanita itu mempunyai niat yang tidak baik untuk nya,"Saya tidak mau mendonorkan ataupun menjual organ tubuh saya",ucapnya dengan serius dan tegas.
Tania tersenyum sinis,"sudah ku katakan sebelumnya,kau setuju ataupun tidak!!kau akan tetap mendonorkan nya!!"ucapnya dengan menekan.
"Tidak saya tidak mau!!"bantahannya dengan tegas.
"oh iya ibu mu yang sedang berada di rumah sakit Z desa Indah bukan?"tanyanya dengan mendelik dan tersenyum jahat.
Gea terkejut kenapa wanita itu bisa mengetahui keberadaan ibunya,"apa maksud mu mencari tahu keberadaan ibu ku dan juga tentang keluarga ku?",tanyanya.
"aku sudah pernah mengingatkan mu kalau keluarga mu akan menjadi imbasnya jika kau tidak setuju!!"ucapnya dengan mata melotot sehingga sangat menyeramkan.
"jadi ikut baik-baik atau keluarga mu yang jadi korban!!"ucapnya lagi menarik tangan Gea paksa.
"jangan pernah menyentuh ibu ku!!"tegasnya dengan sorot mata yang marah.
"oh aku tidak peduli selagi kau mau mendonorkan ginjal mu maka ibu tersayang mu itu akan selamat dan aku tidak akan menyentuh nya"Tania tersenyum dengan melipat tangan di depan dada.
"apakah aku memang harus mendonorkan ginjal ku?!aku tidak ingin terjadi apa-apa pada ibu!! lagi pula hanya satu ginjal aku bisa hidup dengan satu ginjal"gumam nya dengan menghapus air matanya yang jatuh.
"belum tentu juga kak Deon akan memberikan nya! meskipun dia akan memberinya aku tidak akan bisa membayar nya!"
"dan lagi pula dia membayar nya dengan mahal,selain menyelamatkan ibu aku bisa membayar hutang pada Tante Jihan dan pada bank!aku juga bisa membawa ibu tinggal di kota bahkan aku bisa membayar lunas hutang kak Wandy dari retenir agar tidak menganggu ibu lagi"gumam nya memikirkan dengan baik lagipula hanya itu jalan satu-satunya.
"apalagi Ayah tidak lama lagi akan keluar dia pasti berniat balas dendam pada ibu karna tidak terima dengan yang di lakukan ibu padanya"
__ADS_1
"baiklah"ucapnya dengan mata tajam seperti sudah sangat yakin dengan keputusan nya dan tak takut lagi lebih tepatnya tidak memikirkan hidupnya kedepannya.
Tania tersenyum puas,"gadis yang baik,kau tenang saja aku akan membayar nya sesuai yang ku janjikan"ucap nya.
Gea menoleh ke belakang, ia melihat beberapa dosen memperhatikan nya seolah tahu apa yang akan terjadi padanya namun tidak ada yang bergerak membantunya,bahkan ia melihat rektor kampus itu berdiri tak jauh darinya dan menatapnya dengan datar,tampaknya mereka memang sudah tahu.
sedangkan Hani yang melihat semua itu dari atas tempat nya di lantai 3 bingung dengan siapa Gea berbicara begitu serius dan bahkan pergi dengan mobil mewah.
"apakah itu Tante Jihan?mungkinkah Gea ada urusan mendadak dengan Tante Jihan?"pikir nya.
Gea duduk di belakang sedangkan Tania duduk di samping supir nya,ia tidak sabar untuk segera mengambil ginjal Gea untuk menyelematkan putrinya,lagi pula ia sangat membenci Gea karna hasil dari hubungan suaminya dengan wanita yang paling ia benci,bisa-bisa Gea akan menghalangi putrinya Syelle untuk mendapatkan seluruh hartawa warisan keluarga Wilson.
"apakah kau tidak takut jika seseorang melaporkan mu atas tuduhan mengambil ginjal dengan pemaksaan?"tanya Gea untuk memastikan.
"Kau pikir itu berlaku bagi ku!!kau tahu suami ku adalah orang tinggi di negara ini semua polisi dan berbau pemerintah menyeganinya!hanya manusia secuil kamu mereka ingin memberikan hukuman padaku!?yang benar saja"sombongnya tertawa mengejek.
"tidak apa-apa Gea!hanya satu ginjal kau bisa hidup dan mempunyai uang"gumam nya meyakinkan dirinya yang kembali ragu.
"Jangan coba menelfon siapapun untuk memberitahu hal ini!kau harus menyimpan rahasia ini dari siapapun kalau tidak kau akan dalam bahaya mengerti!!",Tania berbicara dengan tegas Melih Gea melalui spion.
Gea tersenyum tipis memberitahu siapa?dia bahkan berniat tidak akan pernah memberitahu siapapun seumur hidupnya bahwa ia akan hidup hanya dengan satu ginjal entah itu akan membuat usianya tidak panjang,lagipula ia yakin bahwa itu memang takdir hidupnya.
Gea memang sangat percaya dengan takdir,mulai dari takdir hidupnya yang lahir dari hubungan yang salah,tidak mendapatkan kasih sayang ibu dan serasa tidak punya keluarga,dan hal-hal yang ia alami selama ini termasuk dengan mendonorkan ginjalnya,ia percaya bahwa itu adalah takdir yang harus ia lalui dan harus ia hadapi.
meskipun ia sering mengeluh menangis dan marah-marah pada yang maha memberikan takdir hidup,namun ia tidak pernah menghindari takdir ia percaya bahwa ada hikmah di balik semua itu.
Tania memperhatikan Gea dari spion,"gadis ini begitu tenang dan tanpa ekspresi,apa yang sedang di pikiran nya?"gumam Tania begitu heran dengan sedikit kepribadian Gea yang ia lihat saat ini.
__ADS_1
"apakah kau bermaksud untuk memberitahu ibumu?"tanyanya terus memperhatikan wajah Gea,namun saat Gea berbicara pun ekspresi nya tetap sama.
"tentu saja tidak"jawab Gea datar tanpa ekspresi.
"baguslah! setidaknya gadis ini tidak akan merepotkan ku",ucapnya kemudian mengalihkan perhatian nya pada ponselnya untuk menghubungi dokter.
"aku akan segera sampai siapkan ruang operasi,aku yakin aku sudah membawa pendonor yang cocok untuk putri ku"ucapnya pada dokter yang berada di balik telfon.
"oke aku tutup telfon nya"ucapnya sembari memperhatikan Gea yang tetap tak menunjukkan ekspresi apapun.
setelah memutuskan telfon,Tania mendapatkan telfon dari suaminya Jonathan ia melirik Gea dari kaca spion."Berhenti sebentar"ucapnya pada supir itu.
setelah mobil berhenti Tania turun untuk berbicara dengan Jonathan karna ia tidak ingin Gea mendengar percakapan mereka.
mobil itu terparkir di pinggir jalan,Gea sama sekali tidak ada niat untuk bergerak ia hanya diam dan menatap lurus ke depan keputusan nya sudah bulat.
di saat bersamaan sebuah mobil berhenti di sebelah mobil itu tepatnya di sisi Gea bahkan jarak nya juga begitu dekat,mobil itu berhenti karna jalan yang macet.
seseorang di dalam mobil itu menatap sekilas ke sisi mobil dimana Gea sekarang duduk, awalnya ia tidak peduli tapi saat merasa siluet di balik kaca mobil itu tidak asing ia menurunkan kaca mobil nya,ia memicingkan matanya melihat sosok wanita yang berambut sebahu yang hanya diam saja bak sebuah patung.
Gea yang merasa di perhatikan sedikit menoleh dan cukup terkejut saat melihat wajah yang tak asing, wajah yang baru sekali ia lihat namun sangat menyeramkan bahkan sampai sekarang ia takut hanya dengan melihat wajah nya,ia langsung memalingkan tatapan nya kembali ke depan.
sedangkan pria yang tak lain adalah Gerald itu semakin menipiskan tatapan nya saat merasa wajah yang baru saja menoleh itu seperti ia pernah lihat hanya dengan melihat siluet nya saja.
karna Gerald menurunkan kaca mobilnya sehingga Gea bisa melihat jelas wajah nya dari dalam mobil,sedang Gerald tidak bisa melihat wajah Gea karna terhalang kaca mobil Gea yang begitu tebal.
bersambung....
__ADS_1