GEA

GEA
kondisi Gea


__ADS_3

"Kenapa orang itu langsung pergi saat melihat nya?"gumam nya memperhatikan taxi itu yang melaju pergi.


namun karna urusan nya yang mendesak ia tak terlalu memikirkan nya dan langsung pergi begitu saja.


***


tatapan Gea tak lepas sepanjang jalan,ia terlihat begitu ketakutan dan panik.


"Kemana kita akan mencari ibumu?"tanya Gerald dengan suara khas datar dan dingin nya.


"...aku tidak tahu"ucap Gea dengan suara yang terdengar jelas menahan tangis.


"kumohon Lindungi ibu ku tuhan!jangan biarkan terjadi apa-apa padanya"doa nya dalam hati tanpa mengalihkan pandangannya Kemanapun.


mereka sudah begitu jauh pergi tapi tak menemukan Gea,membuat Gerald menelfon bawahannya.


di saat itu juga ponsel Gea berbunyi saat melihat itu pesan dari Windi ia langsung melihat isi pesannya nya.


#Ibu sudah kembali#


pesan singkat dari Windi membuat nya menitikkan air mata,ia begitu tenang dan lega.


"Ibu ku sudah pulang ke rumah,tolong antarkan aku kembali"ucapnya pada supir taxi itu tanpa menoleh sama sekali.


Gerald kembali mengirim pesan pada bawahan nya untuk membatalkan pencairan, setelah itu ia baru berbalik kembali menuju rumah gadis kecil sisi nya itu.


Namun Gea merasakan perutnya sedikit berdarah dan sakit,"aku tidak ingin membuat ibu khawatir,aku juga tidak boleh menyepelekan kesehatan ku",gumam nya menutup mata sembari memegang perutnya yang semakin sakit dan darah yang tampak nya terus keluar.


karna ia memakai gardigan ia langsung menutupi pakaian nya yang berdarah,"Mm itu,saya minta maaf tapi boleh kah putar balik dan antarkan saya ke rumah sakit XXX"ucap Gea dengan wajah yang menjadi sangat pucat dan suara yang melemah.


menyadari hal itu Gerald langsung rem mendadak,dan menarik tangan Gea yang memegang perutnya tapi Gea yang masih mempunyai sedikit tenaga lagi menepis tangan Gerald.


"apa-apaan kau mesum!!"ucap Gea setengah berteriak.


Gerald tidak peduli dengan itu memegang wajah Gea dan mengangkat nya,hingga ia bisa melihat jelas wajah Gea yang begitu pucat dan lesu.


Gea lagi-lagi menepisnya,"antar kan aku ke rumah sakit,aku memang mempunyai sedikit Alergi terhadap angin dan akan merasakan kesakitan dan kedinginan yang menusuk!!"Ucap Gea entah kenapa ia harus memberitahu orang itu dan berbohong padanya.


Gerald yang melihat kondisi Gea seperti itu sedikit percaya jadi ia melepaskan jas nya dan memasangkan pada Gea,kemudian menutup kaca dan menghidupkan penghangat mobil.

__ADS_1


Gea sangat tertegun saat Gerald memasang kan jas padanya tapi ia tak terlalu memikirkan nya karna ia hanya ingin cepat sampai ke rumah sakit,Ia bergetar karna Rasanya semakin sakit.


Melihat Gea yang semakin pucat dan terlihat menggigil Gerald mempercepat laju mobilnya.


hingga tak sampai tiga menit mereka sampai di rumah sakit XXX,Gerald langsung keluar dan membuka pintu untuk Gea dan begitu saja langsung menggendong nya ala bridal style.


ia berlari masuk ke rumah sakit itu karna tubuh Gea yang ternyata begitu dingin.


Saat melewati Resepsionis Gerald tak memperhatikan di sana ada seseorang yang begitu terkejut melihat nya,ya orang itu tak lain adalah Deon.


Mata Deon hampir keluar dan otaknya serasa tak menerima kalau yang ia lihat barusan adalah Gerald Karna tidak mungkin Gerald bisa menyentuh wanita apalagi menggendong nya.


bahkan ponselnya yang ia letakkan di telinga nya karena ia memang dalam posisi menelfon seseorang terjatuh karena begitu terkejut nya melihat Gerald menggendong seorang wanita.


Gerald masuk ke dalam lift,ia berencana membawa Gea ke dokter pribadi nya yang ada di rumah sakit itu.


tak berapa lama ia keluar dari lift sampai di lantai yang ia tuju.


Di saat yang sama Seorang dokter Lewat,Ia tak sengaja melihat wanita yang di gendong pria bertubuh tinggi dan tegap itu betapa terkejut nya ia saat menyadari itu adalah Gea pasien yang menjadi tanggung jawabnya hingga sembuh total.


Karna ia sudah melewati nya,ia kembali berbalik dan berlari menghampiri Gerald dan berdiri di depan nya untuk menghalangi.


"Tuan,apa terjadi apa-apa pada Gea? saya adalah dokternya dia adalah pasien saya"ucapnya.


"saya benar-benar dokter nya tuan, namanya adalah Gea,saya ingat waktu itu anda juga mengantar kan gadis ini ke ruangan di sebelah sana"ucap dokter itu meyakinkan menunjukkan ruang rawat pribadi Gea yang diberikan Jonathan.


"Benar,dia adalah dokter saya pak turun kan saya saya akan ikut dengan nya"ucap Gea saat membuka matanya dan Melihat dokter itu di depannya.


"Baiklah,aku akan mengantar kan nya"ucap Gerald tapi langsung di tahan Gea.


"tidak perlu terimakasih banyak,saya masih sanggup"ucap Gea memaksa untuk turun hingga membuat Gerald tak bisa menolak dan menurunkan nya.


"Terimakasih banyak pak!"ucapnya menyempatkan membungkuk untuk berterima kasih kemudian ikut dengan dokter itu.


Gerald tak mengalihkan pandangannya dan terus berdiri di tempat nya hingga Gea masuk ke ruangan yang di tunjukkan dokter barusan.


Ia sedikit khawatir dengan keadaan Gea yang tampaknya memprihatinkan,tapi ia tidak ingin membuat Gea merasa dirinya sangat aneh di depan Gea bagaimana pun ia harus memulai dengan hal yang positif untuk mendapatkan satu-satunya wanita yang bisa ia sentuh.


***

__ADS_1


"Kenapa dia datang lama sekali?"tanya Qanaya khawatir karna Gea yang tak kunjung pulang juga padahal hari sudah semakin gelap.


Windi menghampiri sang ibu,"mungkin kak Gea berfikir ibu sudah baik-baik saja jadi dia pergi dengan pria itu karena aku yakin Pria itu adalah kekasihnya"Ucap Windi.


Hingga pintu terbuka membuat keduanya langsung melihat ke arah pintu dan terkejut melihat Gea.


Gea memaksakan senyum nya dan menghampiri sang ibu dan memeluknya,"Aku sangat mengkhawatirkan mu Bu,kemana saja kau pergi?"tanyanya dengan air mata yang mengalir.


"Ibu hanya pergi ke tempat yang dulu ibu tahu,ibu tidak apa-apa"Ucap Qanaya.


Gea teringat dengan ucapan dokter yang mengatakan usianya tidak akan panjang lagi jika ia tak beristirahat total selama lebih satu bulan penuh,ia sangat takut jika akan tutup usia sebelum membahagiakan sang ibu.


selama dua Minggu lebih ini ia memang tak mempedulikan kesehatan nya dan terus melakukan pekerjaan dan begitu aktif tapi tidak begitu jarang melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit,dan semua itu semakin parah karna tadi ia berlari begitu cepat dan cukup jauh.


***


"Jonathan apa benar kau sudah membuat surat warisan?"tanya pria tua yang tak lain adalah ayah Jonathan.


Pria tua itu menghampiri Jonathan yang berada di ruangan nya.


Jonathan menarik nafas dalam,ia tahu pasti Tania yang memberitahu ayahnya itu padahal ia berencana memberikan surat warisan itu lebih lama lagi lebih tepatnya saat Ia memberitahu Gea kalau dirinya adalah Ayah kandung nya terlebih kedua orang tuanya belum tahu kalau ia mempunyai anak di luar nikah.


tapi Tania sudah membocorkan nya hal itu membuat nya sedikit emosi.


"Katakan Jonathan?kau sudah membuat warisan?"tanya Pria tua itu hanya ingin tahu karna Jonathan membuatnya begitu cepat.


Jonathan mengangguk,"iya sudah"jawabnya.


"cepat sekali?tapi itu bagus juga,jadi kau sudah mengatasnamakan semuanya pada Syella?",tanya pria tua itu dengan tertawa karna putra nya itu yang begitu berpura-pura.


"Papa tidak perlu tahu dulu,...aku ingin bekerja boleh kah papa keluar dulu"ucapnya tak ingin melanjutkan hal itu panjang lebar.


"kau ini kenapa berbicara begitu kasar pada papa mu sendiri?apa karna aku sudah tua?"tanya Pria tau itu tak senang dengan nada bicara Jonathan mengusir nya.


"Aku benar-benar sibuk pa, tolong keluar dulu"ucap Jonathan lagi.


"haish baiklah"ucap pria tua itu akhirnya mengalah.


Setelah Sang ayah keluar, Jonathan langsung memukul meja nya dan berdiri ia begitu emosi sekarang karna Tania yang tak henti-hentinya memberikan masalah.

__ADS_1


"Seperti nya aku harus memberikan wanita itu pelajaran!!"geramnya mengepal tangannya.


bersambung....


__ADS_2