GEA

GEA
CEO perusahaan Luther


__ADS_3

pertama hari bekerja Gea berjalan dengan lancar,meskipun beberapa karyawan memperlakukan nya dengan tidak baik ia sama sekali tidak mengeluh,ia Melakukan semuanya yang mereka suruh lebih tepatnya ia hanya menjadi pelayan pengantar makanan minuman untuk karyawan-karyawan dan tidak membiarkan nya menyentuh ataupun melihat komputer.


Begitu lelah ia tidak melihat ada mobil ataupun motor yang datang menjemput nya dan saat ia menelfon Jihan nomornya tidak di luar jangkauan jadi ia memilih berjalan karna jika naik taxi ia takut.


Larut malam ia berjalan sendiri dengan beberapa pejalan kaki yang lewat,ia hanya berharap tidak ada yang mengganggunya.


Ia berusaha mengingat jalan yang mereka lewati tadi,hingga setelah beberapa menit berjalan akhirnya ia melihat kampusnya membuatnya merasa lega.


karna kakinya begitu pegal karna sudah berjalan beberapa kilometer dari perusahaan hingga ke kampus,ia juga harus melanjutkan ke rumah tapi karna sudah lelah ia akhirnya duduk di kursi tepat di depan kampus tempat nya duduk tadi siang.


ia memejamkan matanya dan bersandar untuk mengumpulkan tenaga,"Gea ayo semangat!kau sudah berjanji akan mengubah kehidupan mu menjadi lebih baik!tak peduli rintangan apa Yang akan kau hadapi aku yakin aku bisa melalui semuanya"ucapnya memberi semangat untuk dirinya sendiri kemudian menarik nafas panjang dan tersenyum kemudian bangkit dan melanjutkan perjalanannya.


Tanpa disadarinya seorang pria memperhatikan nya sedari tadi


ia duduk di kursi itu,dia tak lain adalah Dosen Robert yang baru akan pulang tapi saat melihat seorang gadis duduk di depan kampus ia menghentikan mobilnya untuk keluar gerbang.


Ada perasaan kasihan melihat sosok gadis itu,ia melajukan mobilnya keluar dari gerbang dan berhenti di samping Gea yang berjalan dengan begitu cepat.


ia menurunkan kacanya,"masuklah aku akan mengantar kan mu pulang"ucapnya.


"terimakasih pak,tapi rumah saya tidak jauh lagi saya lebih baik jalan kaki saja"ucapnya dengan sopan menolak.


"masuklah tidak peduli rumah mu jauh atau tidak!jika terjadi apa-apa dengan mu saya adalah orang pertama yang akan di salahkan"ucapnya berbicara dengan datar dan menekan.


Dengan menarik nafas panjang dan sedikit canggung ia akhirnya menyerah,tapi pada saat ia membuka pintu ia langsung di hentikan.


"kau pikir aku supir mu,duduk di depan!"ucap Robert dengan suara tegas.


Gea akhirnya duduk di depan di samping Robert yang duduk di kursi kemudi.


tak ada yang bersuara di antara keduanya,keadaan begitu hening bahkan keduanya tidak ada niat untuk memecah keheningan itu.


Sampai Gea memecahkan keheningan itupun dengan mengatakan arah rumahnya masuk kedalam gang perumahan.

__ADS_1


setelah sampai ia segera keluar tak lupa ia berterima kasih,tapi Robert bahkan tak menoleh ke arahnya begitu saja langsung melajukan mobilnya.


suasana begitu hening saat ia melihat ke rumah Hani lampu rumahnya bahkan mati,"mereka tidak kembali"pikir nya kemudian langsung masuk tak lupa mengunci gerbang rumahnya.


sebelum membaringkan tubuhnya yang lelah ia lebih dulu membersihkan diri setelah itu makan dan menyelesaikan tugasnya baru bisa tenang membaringkan tubuhnya untuk segera beristirahat.


tapi ia kembali membuka matanya dan meraih ponselnya,"sudah beberapa hari aku tidak menelfon ibu,bagaimana kabarnya ya aku sangat rindu mendengar suaranya"gumam nya tapi saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 ia mengurungkan niatnya karna ia tahu ibunya pasti sudah lelap di jam segitu.


"


"


"


satu Minggu sudah Gea bekerja di perusahaan Luther tapi ia tidak pernah sekalipun menyentuh komputer atau membiarkan nya melihat pekerjaan itu,ia hanya menjadi pengantar makanan dan pembersih ruangan itu.


padahal ia sangat ingin memperdalam ilmu komputer nya tapi seolah ia tak diberi kesempatan oleh karyawan" senior.


"maafkan saya bu!apa yang bisa saya lakukan?"tanyanya Langsung berdiri dengan menundukkan kepalanya.


"saya haus,tolong belikan saya jus jeruk di kantin"suruh nya dengan menyodorkan selembar uang.


Gea yang sudah terbiasa menerima nya dan ingin pergi tapi beberapa karyawan lain menghentikan nya.


"tolong belikan saya juga"


"saya juga"


"saya juga"


pada akhirnya ada banyak yang menitip padanya,tapi itu sudah hal biasa dirinya yang polos berfikir kalau itu adalah hal biasa untuk karyawan baru.


"dia benar-benar gadis yang polos, bukankah terlalu kasihan kita memperlakukan nya seperti itu"

__ADS_1


"untuk apa kasihan,dia bekerja di sini bukan karna kemampuan tapi mengandalkan kecantikan nya dan mendekati tuan Deon kaki tangan CEO"


"benar,dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu agar tidak berfikir hanya dengan kecantikan dan tubuh bisa bekerja enak"


"hahaha padahal dia masih begitu muda,aku menebak usianya pasti masih di bawah 20 tahun"


"ckck tidak tahu,remaja-remaja jaman sekarang begitu ingin hidup enak Sampai rela menjual diri,aku yakin dia tak mempunyai kemampuan apapun"


begitulah mereka berbicara tentang Gea setelah dia keluar,mereka begitu puas memperlakukan nya seperti itu karna menurut mereka itu adalah hal yang pantas di dapatkan nya.


sedangkan Gea kembali setelah membeli jus pesanan mereka,ada 10 jus yang bawa sehingga ia kesulitan membawanya dan Karna terburu-buru ia hampir menabrak CEO yang baru menginjak kan kaki di cabang perusahaan nya itu untung saja sekretaris nya dengan cekatan menghalangi sehingga Gea tak menyentuh sedikit pun CEO itu.


bahkan karyawan-karyawan yang berjajar di sana yang menyambut kedatangan pertama sang CEO langsung menutup mata tidak ingin melihat kecelakaan yang akan sangat menakutkan itu jika sampai CEO itu tersentuh sedikit saja.


bukan nya memperhatikan siapa yang di tabraknya Gea malah fokus pada jus yang ia bawa beberapa jatuh dan pecah.


"sebaiknya aku ganti saja"ucapnya langsung berjongkok dan memungut gelas-gelas plastik jus itu,tanpa melihat kalau ia berada di tengah barisan karyawan yang menyambut kedatangan CEO.


semua pandangan mengarah padanya dengan tatapan jengah dan takut.


"Nyonya bisakah anda lain kali berhati-hati"ucap sekretaris itu berusaha untuk membuat gadis itu meminta maaf agar CEO nya itu tidak begitu emosi.


Gea bangkit setelah memungut gelas-gelas plastik jus itu,dan langsung membungkuk 60 derajat,"maafkan saya tuan saya benar-benar tidak sengaja!tadi saya begitu terburu-buru"ucapnya meminta maaf dengan tulus namun terburu-buru karna khawatir jika ia kelamaan membawakan pesanan jus itu.


"aku tidak suka karyawan modelan seperti itu!segera pecat dia"ucap CEO itu dengan nada datar dan dingin.


mendengar kata pecat Gea sangat terkejut dan langsung mengangkat tubuhnya yang sedari tadi masih membungkuk,ia mendongak melihat siapa yang ia tabrak.


"eh?bukan kah dia gadis yang kita bawa malam itu tuan?"tanyanya pada atasannya itu.


Pria bernama Gerald itu sedikit mengalihkan pandangannya,dan melihat ke arah Gea tatapan nya langsung pada mata Gea yang membulat karena terkejut.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2