
"Ibu pasti sangat lelah"Windi duduk di samping Qanaya setelah membawakan teh.
Qanaya tersenyum,"tidak apa-apa,ibu juga merasa lebih senang bekerja di luar rasanya tidak begitu suntuk di rumah"ucapnya kemudian meminum tehnya.
"Oh iya Bu,tadi Tante Jihan datang dan membawa banyak makanan dan buah-buahan,aku tidak memakan nya sama sekali karna ku pikir ibu tidak suka dengan pemberian Tante Jihan"ucapnya.
Qanaya terdiam mendengar nya tapi kemudian tersenyum melihat Windi,"tidak apa-apa,kau bisa memakan nya jika kau suka"ucapnya.
"terimakasih Bu, sebenarnya aku begitu menginginkan nya karena rasanya kelihatan enak"ucap Windi kemudian mengambil kue nya untuk di makan.
saat Windi pergi ke dapur tiba-tiba pintu diketuk,membuat Qanaya yang merasa kakinya begitu sakit terpaksa membukakan nya sendiri.
"tunggu sebentar!"ucapnya Karna seseorang di balik pintu itu terus mengetuk.
hingga saat pintu terbuka ia cukup terkejut melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah nya dan seorang wanita tua yang mungkin seumuran Ibu nya sekarang dan dua pria yang tampak nya pengawal wanita tua itu.
"maaf ada apa?"tanyanya dengan suara datar nya.
wanita tua yang tak lain adalah Teresa itu menatap tajam ke arahnya, membuat Qanaya merasa tidak enak jadi ia ingin kembali menutup pintu tapi langsung di tahan oleh salah satu pengawal itu.
"tidak tahu sopan santun sekali,ada tamu tapi tidak di persilahkan masuk bahkan ingin menutup pintu?"Teresa tersenyum sinis.
"maaf sebelumnya saya tidak mengenal anda,dan saya juga tidak menerima tamu yang tidak saya kenal!"Ucap Qanaya dengan tatapan dingin dan nada arogannya membuat Teresa marah mendengar nya.
"wanita miskin tidak tahu diri ini!berani sekali!"geramnya dengan tatapan tajam pada Qanaya tapi Qanaya terlihat tidak takut dengan tatapan nya.
__ADS_1
"kenapa dia tidak takut dengan tatapan ku!"gumam nya merasa aneh karna beberapa orang miskin yang ia temui selama ini akan selalu takut dengan tatapan nya dan semuanya akan menundukkan wajahnya.
"apa karna dia berfikir mempunyai putra ku di belakang nya sehingga akan selalu mendukung nya dan melindungi nya?!"ucapnya berbicara dalam hati dengan tersenyum tipis.
Ia mendesah kasar kemudian Begitu saja masuk menabrak bahu Qanaya.
"Apa yang anda lakukan!! kenapa tidak tahu sopan santun sekali?!"Qanaya tidak tahan dengan sikap orang-orang kota yang arogan,dan sejak pertama melihat wanita tua itu ia bisa tahu kalau wanita tua itu adalah orang yang arogan dan mempunyai pikiran yang jahat.
Wanita tua itu duduk di sofa dengan wajah terlihat tidak nyaman mungkin karna Sofa nya yang tidak seempuk di kediaman nya.
"duduk,saya ingin berbicara dengan mu"ucap nya menyuruh Qanaya yang masih berdiri untuk duduk.
kedua pengawal itu memaksa Qanaya yang tadinya tidak mau duduk sehingga Qanaya duduk di depan Teresa dengan meja menjadi penghalang.
"hal penting apa yang ingin anda katakan!?"
"ternyata dia adalah putra anda?bagus sekali kebetulan saya berbicara langsung pada ibunya! saya minta tolong pada anda untuk mengatakan padanya untuk menjauhi saya dan anak saya!!saya tidak suka dengan sikap anak anda yang selalu berusaha mendekati kami!"
Teresa mendelik ingin berbicara tapi Qanaya kembali melanjutkan ucapannya sebelum wanita arogan di depannya itu berbicara.
"Saya tidak pernah meminta apapun darinya ataupun dari keluarga Wilson saya hanya minta tolong pada kalian semuanya termasuk menantu anda untuk tidak mencari saya dan mengatakan hal yang tidak-tidak tentang saya!!"Jelas Qanaya dengan suara meninggi dan tegas.
"kau pik..."belum sempat melanjutkan ucapannya Qanaya ternyata belum selesai berbicara jadi Qanaya kembali memotong ucapan nya.
"dan satu lagi yang anda harus tahu!saya tidak pernah mempunyai hubungan apapun dengan putra anda tapi dialah yang terobsesi pada saya sampai mempe**osa saya secara paksa hingga saya hamil!!dan pada saat mengetahui saya hamil dia mengatakan tidak bisa bertanggung jawab karna sudah akan menikah!!"Qanaya mengatakan nya dengan menggebu-gebu penuh emosional kebetulan ia langsung berbicara pada ibu dari pria yang sangat menjijikkan baginya.
__ADS_1
"dan yang lebih parah nya anda tahu apa?!dia meminta saya untuk menjadi simpanan nya? apakah itu memang ajaran Keluarga Wilson?!atau apakah Keluarga Wilson memang seperti itu?"
"heiiiii jaga mulut mu!!"
"Heiii jangan berteriak dirumah ku!! seharusnya anda mengajari anak anda agar tidak seenak nya merusak wanita hingga wanita itu menderita selama ini karna ulahnya!!"Qanaya juga langsung menjawab teriakan Teresa hingga Teresa yang tadinya sangat marah sekarang naik pitam wajah nya menghitam karena begitu emosi.
"Jaga bicaramu kepada nyonya kami!!"salah seorang pengawal itu membentak Qanaya.
Qanaya tertawa sinis,"hah kenapa?ini adalah rumah ku dan kalian lah yang seharusnya menjaga bicara dan sikap saat berada di rumah orang lain!"Bentak Qanaya.
Windi yang berada berada di balik pintu menjadi takut karna semua orang yang berada di ruang tamu saling berteriak dan tampak nya memarahi ibunya.
Teresa menarik nafas panjang berusaha menenangkan emosinya,"baiklah kita bicarakan ini dengan baik-baik"ucapnya memberi kode pada pengawal nya untuk tidak perlu ikut campur.
Qanaya mengalihkan pandangannya dari pengawal yang baru saja membentaknya kembali pada Teresa.
Teresa menatap Qanaya dengan cukup lama dan kembali menarik nafas panjang,"saya bisa berikan seberapa banyak uang yang kau mau!! asalkan jauhi putra saya dan jangan sampai orang-orang tahu kalau kalian punya anak"ucap Teresa mengeluarkan amplop besar yang berisi uang.
Qanaya tertegun,"apakah masih kurang jelas yang saya katakan barusan? seharusnya anda meminta putra anda menjauhi saya bukan malah menyuruh saya!dan mengenai anak ku saya tidak pernah mengatakan pada siapapun kalau dia adalah anak Jonathan Wilson bahkan saya tidak Sudi mengatakan nya karna itu adalah Aib bagi saya!!", ucapnya kembali mempertegas membungkam Teresa.
"dan uang anda?saya tidak butuh sama sekali!"ucapnya berbicara dengan tegas dan berwibawa.
sejatinya Qanaya memang seorang wanita yang berwibawa dan berpendidikan tinggi,pintar dan juga tegas sehingga ia sangat di segani dan tidak mempunyai banyak teman,ia menyelesaikan S2 nya saat ia berusia 19 tahun dan bekerja di perusahaan besar menjadi manager padahal dulu Ayahnya juga mempunyai Perusahaan yang sangat besar namun ia memilih untuk mencari pengalaman kerja sebelum masuk dan mengambil alih perusahaan seperti yang di janjikan sang ayah.
tapi semua itu pupus setelah ia di hancur kan oleh Sahabat nya dan juga Jonathan dari keluarga Wilson.
__ADS_1
bersambung....