
tapi Gerald sadar kenapa ia harus peduli,ia kembali menaikkan kaca mobilnya kemudian mobil itu melaju setelah mobil di depan mereka melaju.
"apa yang kau lihat Ger?kenapa begitu serius?"tanya Deon yang juga berada dalam mobil itu.
"tidak ada"jawabnya datar.
...
tak lama kemudian Tania masuk ke dalam mobil,"ayo jalan"ucapnya pada supir membuat supir itu langsung melajukan mobil cepat.
sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit,Gea turun dari dalam mobil di buka kan oleh Tania,ia memperhatikan Rumah sakit itu adalah rumah sakit dimana ia di rawat oleh Jihan.
ia melangkah masuk kedalam rumah sakit mengikuti Tania yang berjalan begitu cepat.
di saat itu juga seorang wanita yang cukup berumur memanggil Gea.
"Nak Gea!!tunggu!"panggil nya dengan suara yang tak sanggup.
mendengar namanya di panggil Gea menoleh,ia tersenyum saat melihat wanita paruh baya berusia hampir 60 tahun itu tersenyum lebar padanya bahkan tampak begitu bahagia berjalan ke arahnya.
Hati Gea terenyuh melihat wanita tua itu,wanita tua itu adalah wanita yang ia temui di kafe dan mengatakan dirinya sangat mirip dengan putrinya,entah kenapa melihat wanita tua itu berjalan ke arahnya ia seperti merasakan ibunya berlari ke arahnya dengan begitu bahagia.
"mungkin kah karna aku sangat merindukanmu ibu?"pikir nya.
"nak Gea"ucap wanita tua itu setelah berdiri di depan Gea,ia tetap menangis melihat wajah cantik Gea meski di tompeli perban.
"boleh kah saya memeluk mu?"tanya wanita itu dengan tatapan memohon.
Gea memang sangat butuh pelukan hangat saat ini meski ia tidak sadar hal itu,ia langsung mengangguk kan kepalanya dan langsung memeluk wanita tua itu bahkan tanpa ia sadari ia menitikan air matanya.
__ADS_1
perasaan tenang dan hangat di rasakan Gea,beban di hatinya tercurah membuat nya menitikkan air mata lagi membuat nya semakin yakin dengan keputusan nya karna ia ingin merasakan pelukan hangat dan kasih sayang ibunya,ia ingin ibunya berumur panjang dan tidak mempunyai banyak pikiran dan beban hidup lagi seperti hutang retenir Wandy yang jumlahnya sangat besar.
"ibu apa pun yang ku lakukan itu semua untuk mu"ucapnya dalam hati.
Tania yang sudah berjalan cukup jauh berbalik saat menyadari tidak ada yang mengikuti nya,ia mengepalkan tangannya saat melihat Gea yang memeluk seorang wanita tua ia dengan kesal menghampirinya.
Tania begitu saja menarik tangan Gea yang masih memeluk wanita tua itu,ia menarik kasar tangan Gea hingga terlepas dari wanita tua itu.
"kau mencoba mencari bantuan?"geram Tania dengan suara kecil membuat Gea menggeleng.
wanita tua itu bingung,tapi saat melihat Gea yang berjalan menjauhinya sembari melambai-lambaikkan tangan nya dengan tersenyum sambil menitikkan air mata ia merasa kan hatinya sakit tidak biasa,namun ia hanya bisa melambaikan tangan nya untuk membalas lambaian Gea.
"semoga harimu selalu bahagia nak"gumam nya menangis saat melihat bagaimana Gea pergi seperti melihat putrinya meninggalkan rumah untuk selamanya.
Tania menarik kasar tangan Gea hingga mereka sampai di lobi rumah sakit dan masuk ke dalam lift.
mereka kemudian sampai di lantai 5 rumah sakit itu,Tania terus menariknya sepanjang koridor rumah sakit itu hingga mereka sampai di satu ruangan yang bertuliskan VIP.
"bagaimanapun juga aku harus menemukan wanita yang bisa menyentuh ku"
"darimana kita bisa menemukan wanita yang bisa menyentuh mu? lagipula memang nya kau mau menyentuh satu persatu wanita?dokter juga mengatakan sebaiknya berhenti mencoba menyentuh wanita dulu itu akan membuat mu terluka lebih parah"
Gerald menatap tajam ke arah Deon,"tapi aku tetap harus menemukan wanita yang bisa ku sentuh tanpa menimbulkan alergi!karna bagaimana pun juga aku butuh pewaris masa depan!tidak masalah jika harus menyentuh satu persatu wanita"ucap Gerald dengan suara menusuk karena terdengar begitu dingin.
Deon menghela nafas"baiklah kalau begitu malam ini!aku akan membawa beberapa perempuan untuk di uji coba tapi kau harus tetap dalam pengawasan dokter nantinya aku takut terjadi apa-apa padamu"ucap Deon.
"mm"jawab Gerald.
ketiga pria tampan itu terus berjalan hingga sampai ujung koridor rumah sakit dan menemukan lift.
__ADS_1
***
Gea memperhatikan wajah Syella yang begitu pucat seperti kertas terbaring di atas kasur dengan alat bantu oksigen dan alat-alat medis lainnya,namun entah kenapa ia tidak merasa kasihan sama sekali,ia merasa dirinya lebih kasihan karna orang kaya seperti nya dengan uang bisa menyelesaikan semuanya termasuk menyembuhkan nya sedang kan dirinya demi uang bahkan menjual organ tubuhnya.
"dokter cepat periksa ginjal nya! apakah cocok dengan ginjal putri ku,tapi aku yakin pasti cocok"ucap Tania pada dokter yang baru masuk.
dokter itu sekilas memperhatikan Gea,kemudian membawa Gea masuk ke lab bersama dengan Tania.
Gea begitu gugup namun ia sama sekali tak memperlihatkan kegugupan nya,bahkan saat mereka sampai di lab dan menyuruh nya berbaring di brankar dan melakukan pemeriksaan pada ginjalnya.
setelah beberapa menit pemeriksaan yang di lakukan,dokter itu akhirnya bernafas lega.
"bagaimana dok?hasil nya cocok kan?"tanya Tania dengan tidak sabaran.
"hasilnya 97% cocok!!"ucap dokter itu membuat Tania begitu bahagia dan berkaca-kaca.
di saat itu pintu terbuka,Jonathan masuk dengan terburu-buru dan melihat Tania yang begitu bahagia sampai menangis begitu tapi saat ia melihat ke brankar hatinya langsung terenyuh sakit melihat Gea yang sekarang duduk tanpa menunjukkan ekspresi apapun di wajah nya.
"pa!! ginjalnya cocok dengan Syella pa!Syella akan segera sembuh!"ucap Tania dengan begitu bahagia langsung memeluk suaminya itu.
Jonathan senang mendengarnya namun di sisi lain ia sangat sedih dan tidak tega apalagi melihat wajah Gea hatinya begitu merasa bersalah.
Gea melihat Jonathan dan istrinya itu berpelukan dengan bahagia nya, membuat nya menitikkan air mata.
"bisakah suatu hari nanti aku merasakan kasih sayang seperti yang di berikan kedua orang tua ini pada putrinya!di berikan kasih sayang oleh ayah dan ibu meskipun dengan hal sederhana!"gumam nya.
"maafkan papa nak!!papa pasti akan menebus pengorbanan mu ini!! bahkan dengan hidup papa"gumam Jonathan dengan menitikkan air mata saat melihat Gea yang terus diam.
jujur saja dalam hidup Gea ia hanya menginginkan kasih sayang ibu dan ayahnya,hidup dalam keluarga yang lengkap dan menyayanginya namun meski tidak bisa bersama ayah setidaknya bersama ibu, sesederhana itu keinginan dan kebahagiaan yang di inginkan nya.
__ADS_1
bersambung....