
"wajahnya tidak asing?"
Pria bermasker itu membuka masker nya,"apakah sebelum nya aku pernah bertemu dengan nya?"tanya nya lagi pada diri sendiri dengan terus fokus menyetir dan berusaha mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu dengan ibu Gea.
***
"apakah jaman sekarang taxi di kota memang sudah seperti itu?"tanya Qanaya setelah mereka masuk ke dalam rumah.
"tidak tahu bu,tapi aku baru kali ini melihat taxi dengan mobil seperti itu di dalamnya sangat mewah"ucap Gea dengan polosnya.
Sedangkan Qanaya tahu kalau itu adalah mobil mewah dengan harga yang sangat fantastis edisi terbatas.
"Oh iya Bu malam ini aku boleh keluar?seorang bibi mengundang ku makan malam di rumah nya,dia sangat kasihan karna kehilangan putrinya dan berharap aku mau meluangkan waktu untuk makan malam bersama nya"ucap Gea sembari meletakkan buku-bukunya di atas meja setelah itu duduk di samping sang ibu.
"Jika kau merasa mereka tidak mempunyai niat yang tidak baik kau boleh pergi"ucap Qanaya tidak ingin begitu mengekang Gea karna hubungan mereka baru saja baik, padahal ia begitu takut jika Gea kenapa-napa dengan orang-orang baru di kota itu apalagi Gea belum lama di kota besar itu.
Gea tahu ibunya itu khawatir terlihat jelas dari matanya,"Ibu jangan khawatir,Dia sangat baik bahkan saat bertemu pertama kali dia mengatakan kalau aku terlihat seperti putrinya dan aku juga merasa dekat dan hangat dengan nya"Gea memegang tangan sang ibu dengan tatapan meyakinkan.
Qanaya merasa kalau Gea benar-benar mirip dengan dirinya saat muda,begitu mudah percaya pada orang lain dan langsung merasa dekat dengan orang yang dirasa nya baik, ketakutan nya semakin berlebihan dan langsung memeluk Gea ia benar-benar tidak ingin yang terjadi padanya terjadi pada putrinya tanpa disadari air matanya mengalir.
"ku mohon jangan biarkan yang terjadi pada ku terjadi pada putri ku"ucapnya dalam hati menangis.
Windi datang dari dapur dan diam sebentar saat melihat Qanaya sedang memeluk Gea,kemudian ia berbalik kembali ke dapur.
***
Malam hari Gea sudah bersiap pergi, pakaian nya juga sudah rapi tapi ia baru ingat tidak memberitahu Dosen Robert tempat tinggal barunya,dan ia juga tidak punya nomor telfon sang dosen jika ia naik taxi tentu saja ia tidak akan tahu dimana alamat rumah nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berfikir ia baru ingat kalau ia punya nomor telfon wanita tua itu,jadi ia memilih untuk mengirimkan pesan berisi lokasi tempat tinggal nya sekarang.
setelah mengirim nya dan sudah di balas ia baru lega dan pamit pada sang ibu untuk menunggu di depan gang.
"hati-hati ya jaga diri baik-baik"ucap Qanaya setelah Gea pamit padanya.
"iya Bu,tenang saja aku bisa menjaga diri ku"ucapnya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah.
"Kak Gea mau kemana Bu?"tanya Windi penasaran.
"Dia ada janji makan malam",jawab Qanaya langsung masuk ke rumah karna tubuh nya terasa begitu lemas.
Windi melihat Gea sampai menghilang kemudian masuk ke rumah bersama sang ibu.
...
sementara di depan Gang Gea baru sampai dan berdiri sendiri di sana menunggu dosen Robert.
Tidak berapa lama kemudian dosen Robert datang, pria di dalam mobil itu memperhatikan sekitar tempat yang begitu gelap hampir tidak cahaya bahkan tidak ada bulan.
hingga saat Gea masuk ia memperhatikan gadis itu tampak seperti biasa,"kau menunggu di sini sendiri?"tanyanya.
"iya benar pak"jawab Gea.
"berapa lama sudah kau menunggu sendiri di sini?"tanyanya dosen itu lagi.
"hanya beberapa menit"
__ADS_1
"kau tidak takut?"tanya nya sembari menarik pedal gas meninggalkan tempat itu.
Gea tersenyum kecil,"tidak,apa yang perlu ditakutkan?"tanyanya begitu polos karna ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia takut kan,ia hanya sangat takut kehilangan Ibunya dan kehilangan cinta sang ibu.
oh satu lagi ia takut pada seorang pria yang menurut nya begitu menyeramkan hanya dengan melihat nya saja,ia sudah bertemu dua kali dengan nya ketika ikut mobil Deon dan saat di perusahaan saat ia di bentak oleh pria itu dan ia tidak ingin melihat nya lagi karna entah kenapa ia yang tidak pernah takut pada siapapun tapi takut melihat pria itu.
Robert tersenyum mendengar nya,"kau tidak takut ada orang jahat?dan mengincar mu"tanya nya.
Gea menggelengkan kepalanya,"tidak,jika mereka datang dan mengincar ku aku akan berlari sekencang mungkin Sampai mereka tidak menemukan ku"jawab Gea.
hal itu membuat Robert yang begitu jarang tersenyum lebar menjadi tersenyum lebar mendengar ucapan Gea, mendengar Gea berbicara seperti terdengar sedang bercanda namun saat melihat wajah nya dan cara bicara nya begitu serius dan bersungguh-sungguh.
Ia melihat Gea dari spion,wajah bare face gadis itu begitu mulus dan cantik tanpa polesan make sedikitpun dan ia terlihat lucu meskipun garis-garis wajah nya sangat tegas dan sedang serius.
ia mendegus tersenyum entah kenapa setiap kali melihat Gea baik di kampus selalu memberikannya aura positif dan sangat jarang ia temui di gadis manapun yang ia temui.
Gea yang merasa di perhatikan menoleh ke arahnya dan tersenyum saat Tatapan nya dan sang dosen bertemu membuat nya sedikit canggung.
***
"Ger lhu GK datang?"
"mm,ada banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan"jawab Gerald pada Deon yang berada di balik telfon,pasalnya ia menunda banyak pekerjaan sejak tadi pagi hingga siang tadi dan hanya bisa bekerja malam hari,ia juga harus mengerjakan nya sendiri.
"Kenapa sih?ada banyak wanita-wanita baru yang ku bawa malam ini di klub untuk mu mengetes mereka"lanjut Deon.
mendengar itu Gerald langsung menghentikan jarinya yang sedari tadi terus berkutat dengan laptop nya,senyum nya langsung terukir di wajah Tampan nya,"aku tidak membutuhkan nya lagi,jangan ganggu aku,aku sedang bekerja"ucapnya langsung menutup telfon.
__ADS_1
sedangkan Deon yang setelah mendengar nya menjadi sangat heboh, ia berfikir kalau Gerald sudah menemukan wanita yang bisa ia sentuh sehingga ia mengatakan tidak membutuhkan nya lagi.
bersambung.....