GEA

GEA
Dimana Gea?


__ADS_3

Deon yang mencari Gea sampai tengah malam tiba-tiba mendapat kan telfon dari Jihan membuat nya menjadi lebih was-was tapi ia tetap mengangkat nya.


"ha..halo ma?"sapanya berusaha untuk tenang.


"Deon,mama sudah ada di perjalanan menuju kota bisakah kau memberitahu Gea kalau ibunya akan di bawa ke kota,mama sudah telfon dia tapi tidak aktif"ucap Jihan.


Deon semakin di buat frustasi mendengar nya,"iya...baiklah ma aku akan memberitahukan nya"ucap nya kemudian memutuskan telfon.


"bagaimana Sekarang!!apa yang harus ku lakukan sekarang"ia melampiaskan frustasi nya ke setir.


...


keesokan harinya pukul 8 pagi, Ambulance yang membawa Qanaya beserta Jihan yang ikut di dalam nya sampai di ibu kota tepatnya di rumah sakit terbesar di kota itu.


Qanaya segera di bawa ke ruang operasi untuk segera melakukan operasi.


Jihan dan Windi menunggu di luar, kedua nya begitu gugup saat melihat tulisan merah Operasi Berlangsung'


Jihan yang menyadari Gea belum juga datang mencoba menelfon nya tapi sama sekali tidak bisa di hubungi,ia kemudian menelfon Deon lagi.


"Deon,apa kau sudah memberitahu Gea? kenapa dia belum juga datang ke rumah sakit Xxx?"tanya Jihan.


"ma,sebenarnya Gea...Gea sedang ada pelajaran penting di kampus dia akan datang setelah selesai kampus"jawan Deon asal,awalnya ia ingin memberitahu tapi ia takut kalau ibunya akan marah besar,ia kemudian memutuskan telfon sepihak.


...


"Seseorang sengaja menculiknya dan menghilangkan jejaknya"simpul Gerald setelah pencarian mereka sejak tadi malam yang tak ada terdapat jejak yang mereka dapatkan.


"benar,aku juga berfikir seperti itu"sambung Deon.


"Bagaimana kalau telfon polisi saja?"usul Nick.


"kau benar,aku akan telfon polisi sekarang"ucap Deon dengan suara yang sudah berubah karna tidak tidur semalaman.

__ADS_1


sedangkan Gerald diam-diam memikirkan apakah yang ia lihat semalam adalah gadis yang mereka cari,tapi ia tidak yakin jadi ia tidak memberitahu mereka.


"kau mengatakan mobil yang membawa gadis itu adalah mobil Bentley?"tanya Gerald dengan nada datar.


"benar"jawab Deon sembari mengangguk memasukkan ponselnya kedalam saku setelah selesai berbicara pada Polisi.


"Nick,cari tahu semua mobil Bentley yang melalui jalan lalu lintas Fx semalam tepat pukul 9 pagi"perintah Gerald pada Nick.


"apakah menurut mu mereka membawa Gea dan melewati jalan lalu lintas?"tanya Deon.


Gerald tidak menjawabnya, meskipun ia baru sekali melihat Gea entah mengapa ia sedikit yakin wanita yang ia lihat di balik kaca mobil Bentley itu adalah gadis yang mereka cari.


terlebih siluet gadis itu langsung berbalik saat menoleh ke arahnya tampak takut.


"baiklah"jawab Nick dan segera pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan polisi yang menjaga lalulintas sekitar jam 9 pagi semalam,karna polisi lalulintas di kota mempunyai data lengkap setiap mobil yang melewati lalulintas.


Deon menatap wajah Gerald atasan sekaligus sahabat nya itu yang memang selalu dingin dan datar tanpa ekspresi,"kenapa kau tiba-tiba kepikiran di lalulintas itu?"tanyanya.


kau baru pertama kali melihat nya bagaimana bisa kau tahu itu dia? hal itulah yang ingin ditanyakan Deon pada Gerald tapi ia tahu kalau sahabat nya itu mempunyai daya ingat yang tajam meskipun baru sekali bertemu bisa mengingat nya dengan jelas sampai beberapa lama.


...


sedangkan di rumah sakit Jihan begitu kesal di buat putranya itu main Matikan saja,ia akhirnya mengubungi Hani yang sempat ia minta nomor ponsel nya saat di rumah sakit mengantar Gea kemarin.


"Windi,tunggu sebentar ya"ucap nya meninggal Windi di depan ruang operasi itu sendiri


"halo Hani,apakah Gea ada bersama mu Tante minta tolong bisakah kau memberitahunya untuk ke rumah sakit setelah selesai kampus nanti"ucapnya.


Hani yang berada di balik telfon bingung apakah ia harus memberitahu Jihan,ia yang tidak bisa berbohong akhirnya mengatakan nya."Tante sebenarnya Gea hilang dari semalam,kak Deon sedang mencarinya sekarang"


bagai petir di siang bolong,Jihan begitu terkejut mendengar nya.


Jonathan telah mengambil ginjalnya? itulah yang langsung di pikiran nya,dan itu adalah ketakutan terbesar nya karna itu ia meminta Deon untuk menjaganya dengan baik sebelum ia pergi.

__ADS_1


"bagaimana jika itu benar?"tangan nya bergetar hebat hingga membuat ponselnya terjatuh dan membuat sambungan telfon itu terputus.


segera menemui Jonathan,


hanya itu yang berputar di otaknya sekarang sehingga tak memperdulikan apapun lagi bahkan tidak memungut ponselnya,ia berlari di koridor rumah sakit sekencang nya karna ia tahu putri Jonathan selama ini di rawat di rumah sakit itu.


ia masuk ke lift untuk menuju lantai dimana yang ia tahu tempat putri Jonathan di rawat, setelah sampai dan lift terbuka ia Langsung keluar dan melangkah cepat di lorong panjang itu mencari ruangan VIP karena ia sangat jelas tau tempat dan ruangan nya.


karna begitu takut dengan memikirkan apa yang terjadi pada Gea ia berlari dan tak memperdulikan tatapan orang-orang di sana.


hingga langkah nya berhenti di depan ruangan VIP2,degup jantung nya menjadi dua kali lipat lebih cepat ia bersumpah jika Jonathan melakukan nya pada Gea ia tidak akan pernah memaafkan Jonathan seumur hidupnya,ia memegang gagang pintu dan memutar nya dengan perlahan kemudian mendorong nya hingga terbuka.


jantung nya seketika berhenti berdetak,saluran darahnya seolah berhenti dan naik ke ubun-ubun nya hingga kepalanya nya hampir meledak ,karena menerka-nerka apa yang sudah terjadi pada Gea karna melihat pemandangan di hadapan nya sekarang dimana Jonathan dan istrinya tampak tersenyum bahagia di sisi putrinya yang juga tampak bahagia bahkan ketiga orang itu tak menyadari kedatangan nya.


"Dimana Gea?"


kata itu keluar dari mulut nya.


ketiga orang itu yang terdiri dari keluarga inti itu menoleh bersamaan saat mendengar nya,senyum Jonathan seketika pudar.


"Jihan?"ia begitu terkejut melihat Jihan berada di sana sekarang.


"Daddy siapa wanita itu?"tanya Syella.


"Jihan kau,kenapa kau berada di sini?"bukan nya menjawab pertanyaan putri nya ia malah bertanya balik pada Jihan.


"Dimana Gea?"ulang Jihan dengan dada yang sudah naik turun.


Tania begitu tak suka melihat Jihan apalagi masuk dengan sembarang dan tanpa mengetuk pintu lebih dulu,"Siapa kau?kenapa tidak punya tata krama sama sekali"ucapnya dengan tatapan tak suka.


"dimana Gea!!!!!"teriak Jihan dengan darah yang sudah berdesir dan panas,dengan melihat wajah Jonathan itu sudah bisa menjelaskan semuanya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2