
pada saat yang sama dan di waktu yang tepat Deon datang,dan sedikit terkejut melihat Gea yang berdiri bersama Gerald dan Nick di tengah barisan karyawan yang menyambut sang CEO.
"ada apa ini?"tanya Deon.
"Kau yang memasukkan nya bekerja di sini?"tanya CEO itu dengan nada dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari Gea yang sekarang sudah menunduk.
"benar,aku yang memasukkan nya karna dia butuh pekerjaan"ucap Deon memperhatikan Gea yang tampak berantakan dan kotor karna terkena siram jus.
"pecat dia,aku tidak suka karyawan yang tidak mempunyai pendidikan dan tata Krama di perusahaan ku?"ucapnya kini menatap Deon dengan tatapan tajam dan menusuk.
Deon melirik ke arah Gea memastikan gadis itu tidak menangis dengan ucapan tajam atasannya itu.
semua yang berada di sana terutama yang bekerja bersama Gea di bidang keamanan data perusahaan tertawa mendengar nya dan sangat setuju.
"dia ingin mencari pengalaman kerja sambil kuliah tuan"ucapnya memanggil Gerald dengan tuan jika di jam kerja.
"aku tidak peduli,kau yang ku pecat atau dia?"baru saja kalimat itu keluar dari mulut tajam Gerald Gea langsung menyambar.
"sebaiknya pecat saya tuan"ucapnya cepat membuat pandangan Gerald dan Deon mengarah padanya.
"saya yang salah bukan pak Deon,saya tidak hati-hati jika memang saya harus di pecat saya akan terima tuan karna saya tahu itu memang kesalahan saya yang bekerja dengan tidak baik"ucapnya dengan menunduk kan kepalanya sebagai tanda kesopanan ia menghargai atasan.
"bagus"begitu saja Gerald langsung pergi dengan sekretaris nya itu membuat semua barisan karyawan membungkuk menyambutnya.
kemudian setelah CEO itu masuk kedalam lift mereka langsung bubar dan memandangi Gea dengan tatapan aneh dan merendahkan.
__ADS_1
"Gea kau tidak apa-apa kan?"tanya Deon mendekati Gea yang masih menunduk.
Gea mengangkat wajahnya dan menggeleng,"tidak apa-apa pak,ini memang salah saya tidak berhati-hati"ucapnya dengan menunjukkan senyum nya matanya begitu bersih dan tak merah sama sekali atau berkaca-kaca.
"Aku akan berbicara dengan nya,kau tidak perlu khawatir tetap lah bekerja"ucapnya menepuk pundak Gea dengan tersenyum.
"tapi pak,saya sudah di pecat apakah masih bisa bekerja di sini?"tanyanya.
"iya tidak apa-apa pergi lah"ucapnya kemudian meninggalkan Gea.
Ia Manarik nafas panjang dan Ia melangkah kan kaki kembali ke kantin untuk mengganti jus yang sudah tumpah.
tatapan orang-orang tak luput darinya menatapnya dengan tatapan aneh,saat ia menoleh ke arah seorang wanita yang menatapnya wanita itu langsung tersenyum sinis dan memutar bola matanya.
sesampainya di dapartemen bidang pengamanan data,ia segera memberikan minuman mereka satu persatu.
"maaf saya lama"ucapnya tapi tidak di tanggapi oleh mereka,semuanya hanya fokus pada pekerjaan mereka dan menyeruput jus mereka yang sudah ada sebelumnya,Bahkan mereka tak menyentuh sedikit pun jus yang sudah diganti Gea dengan uang nya sendiri.
hingga ia seperti orang bodoh di sana,hanya ia sendiri yang berdiri sedang kan orang-orang duduk di tempat masing-masing dan semuanya tampak diam atau mungkin fokus pada pekerjaan mereka,"kak ada yang bisa saya bantu?"tanyanya pada seorang wanita yang sangat sering menyuruh nya ini itu,ia bertanya seperti itu karna bingung harus melakukan apa di sana.
"tidak ada,jangan ganggu saya pergilah!"bentaknya spontan membuat Gea terkejut,setelah membentak ia kembali fokus pada komputer nya.
Ia semakin bingung apa yang harus ia lakukan,untuk duduk pun ia tak ada kursi padahal kakinya begitu pegal ia berharap ada yang menyuruh nya melakukan sesuatu dari pada ia berdiri di sana seperti orang bodoh.
...
__ADS_1
larut malam ia baru pulang,ia berjalan ke depan untuk mencari taxi beberapa hari yang lalu ia memang memilih untuk naik taxi karna tak ada yang benar-benar mengantar jemput nya seperti yang di katakan Jihan dan Deon,tapi ia tidak ingin menagihnya karna ia memang berfikir mana mungkin seenak itu di antar jemput.
semua karyawan pulang dengan kendaraan mereka masing-masing, tampaknya karyawan-karyawan di sana begitu jaya dan terpenuhi.
ia duduk di kursi pinggir jalan yang biasa di gunakan untuk menunggu taxi,rasanya ia ingin segera sampai di rumah hari ini terasa begitu berat baginya sejak kejadian ia menabrak CEO itu tak ada yang berbicara padanya bahkan tidak ada yang menyuruh nya apapun sehingga ia hanya diam tanpa Melakukan apapun bahkan saat ia menawarkan diri tak ada yang peduli.
Ia menarik nafas panjang,"Gea ayo semangat tidak apa-apa"ucapnya pada diri sendiri untuk menguatkan dirinya,dan itu yang memang selalu ia lakukan setiap kali keluar dari perusahaan itu.
di saat itu sebuah mobil keluar dari perusahaan itu.
"bukan kah itu gadis yang tadi siang"
"apa kau mengenalnya sehingga begitu peduli?"ucap CEO berwajah datar dan dingin itu.
"tidak tuan,hanya saja saya merasa kasihan melihat nya dia masih remaja tapi sudah bekerja",ucap Nick sang sekretaris CEO yang menyetir sembari memperhatikan sosok Gea yang duduk di pinggir jalan.
"ada banyak orang seperti itu,apakah kau akan mengasihani semuanya?"lontar CEO itu dengan sedikit pun tak ada perasaan.
Nick menghembuskan nafas pelan,percuma ia membahas rasa kasihan pada atasannya yang berhati es itu terlebih mempunyai kelainan alergi wanita.
Gerald melihat ke luar dengan tatapan tipis nan tajamnya melihat sosok gadis yang tampak kedinginan itu namun terlihat begitu kokoh seperti pohon yang tidak berusaha untuk menghangatkan tubuhnya dengan memeluk diri sendiri.
tapi ia hanya melihat sekilas dan begitu saja mobil itu melewati Gea yang memang kedinginan tapi seolah ia tak merasakan nya.
bersambung.....
__ADS_1