GEA

GEA
masalah tak henti-hentinya


__ADS_3

"apa sebaiknya aku memberi tahu ibu tentang hal ini? tidak-tidak aku tidak ingin ibu kepikiran aku tidak ingin membuat nya khawatir"


"apa sebaiknya aku memberitahu Tante Jihan?"pikirnya begitu gelisah hingga Karna tidak memperhatikan langkah nya ia tersandung dan berguling di tangga itu.


beberapa orang disana yang melihat hal itu berteriak hingga menarik perhatian semua orang.


Gea berguling dari lantai 2 hingga berhenti di anak tangga terakhir dengan kondisi kepala nya yang membiru hingga berdarah dan tubuh nya yang remuk kesakitan tapi ia masih Sadarkan diri,orang-orang langsung berlarian mengerumuni nya untuk membantu atau sekedar melihat nya.


tapi ia bisa berdiri sendiri dan langsung keluar dari orang-orang yang mengerumuni nya itu,meski tubuhnya begitu sakit dan kepalanya yang sangat sakit di tambah pusing.


Dosen Robert ternyata melihat itu karna mendengar teriakan mahasiswi,saat ia melihat ke bawah ia ingin berlari membantu tapi saat melihat Gea berdiri sendiri ia mengurungkan niatnya untuk membantu.


beberapa orang menawarinya untuk di antar ke ruang UKS tapi ia menolak bahkan mereka juga menawari nya untuk di antar ke rumah sakit ataupun ke rumah nya mungkin karna begitu khawatir dan kasihan melihat keadaannya,tapi karna ia masih harus bekerja ia menolak dan memperlihatkan dirinya tidak apa-apa dan pergi dari sana.


Ia berjalan pincang karna kakinya keseleo bahkan mungkin terluka karena benturan tembok dan tangga, ingin sekali ia menangis tapi ia terlalu malu karena ia sekarang di perhatikan oleh orang-orang di sekitar yang ingin tahu keadaan nya setelah berguling dari lantai 2,dan ia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri pada saat pertama kali menginjakkan kaki di kota itu ia berjanji tidak akan pernah menangis lagi sesakit dan seberat apapun yang akan ia hadapi.


ia duduk di tempat biasa di kursi depan gerbang kampus itu dan memegang dahinya yang berdarah kemudian mengambil tisu dan membasahinya kemudian mencucinya dengan membersihkan nya.


ia kemudian mengurut kakinya yang begitu sakit dan remuk sembari memikirkan apakah ia harus kembali ke perusahaan itu jika ia pergi ke sana tetap saja ia tidak akan bekerja dan hanya diam seperti orang bodoh.


setelah berfikir cukup lama dan merasa kan kakinya sedikit membaik karna urutan nya sendiri, ia akhirnya memutuskan untuk tidak pergi ke perusahaan itu lagi,lebih baik ia tetap bekerja di kafe sebelumnya karena di kafe itu lebih menyenangkan tidak ada yang menjulitinya,bagaimana pun semalam CEO perusahaan itu sendiri yang memecat nya.


ia menarik nafas panjang setelah mengambil keputusan itu dan menyamping kan pikiran-pikiran yang menganggu nya lebih baik ia bekerja dulu setelah itu baru di pikirkan lagi.


ia berjalan untuk kembali ke kafe itu lagi,meskipun ia ragu-ragu karna tidak enak selama seminggu lebih ia tidak pernah ke kafe itu lagi.


tapi di saat itu mobil Deon lewat,karna Melih Gea yang berjalan ia menghentikan mobilnya dan berhenti di samping gadis itu.


"Gea kau ingin ke perusahaan kan?ayo ikut lah dengan ku aku juga ingin ke sana"ucapnya setelah menurunkan kaca mobil nya.


Gea hanya diam dan menjawab dengan gelengan kepala.


Deon mengerutkan keningnya saat melihat dahi Gea yang berdarah banyak bekas-bekas luka dan biru-biru,ia langsung turun karna begitu khawatir.


"ada apa dengan wajah mu?"tanya nya ingin menyentuh wajah Gea tapi Gea langsung mengelak.


"tidak apa-apa kak,tadi hanya jatuh dan terpentok tembok tapi tidak parah dan juga tidak sakit"ucapnya cepat menutupi dahinya.


"tidak,ini tidak baik-baik saja aku akan mengobati nya masuklah ke mobil sekalian aku akan mengantar mu ke rumah jika kau tidak bisa bekerja"ucapnya begitu khawatir jelas-jelas luka-luka dan bengkak di wajah Gea tidak seperti luka kecil.


Gea menolak,"tapi aku harus bekerja"ucapnya.


"baiklah tapi luka mu harus di obati"ucapnya menarik tangan Gea untuk masuk kedalam mobilnya.


sepuluh menit kemudian luka-luka yang berdarah di wajah Gea sudah di bersihkan dan di perban sedang kan luka memar yang membiru diolesi salep, bahkan begitu banyak luka memar di wajah cantik Gea.

__ADS_1


"kau terlihat sangat parah sebaiknya kau tidak perlu bekerja"Ucap nya.


"tidak kak,ini baik-baik saja sebentar juga akan sembuh,sebaiknya aku bekerja saja,terimakasih sudah mengobati luka ku"ucapnya ingin keluar.


"kita bersama saja,kita juga satu arah"


Gea menggelengkan kepalanya,"tidak,aku ingin berhenti bekerja saja dari Perusahaan itu aku ingin bekerja di kafe dekat kampus ini"ucapnya.


"kenapa?apa kau tidak nyaman bekerja di perusahaan itu?"


"bukan itu tapi aku tidak bisa bekerja dengan orang-orang profesional seperti mereka"ucapnya.


Mendengar itu membuat Deon mengerti kemudian menghela nafas panjang,"aku mengerti!kau tidak perlu khawatir aku akan mengatur kan pekerjaan yang baik untuk mu"ucapnya kemudian langsung menancap gas dengan tatapan tajam ke depan ia sangat tidak suka adanya penindasan atau bullying di perusahaan/tempat kerja.


"Tapi kak aku tidak ingin bekerja di sana lagi"ucap Gea berusaha menghentikan Deon.


"Gaji di sana sangat tinggi itu akan memenuhi kebutuhan mu selama 1 bulan bahkan bisa lebih,aku tahu gaji di kafe-kafe atau restoran sangat kecil sangat jauh berbeda dengan gaji di perusahaan apalagi di perusahaan Luther gajinya sangat tinggi"jelas Deon meyakinkan Gea.


"baiklah tidak apa-apa Gea, memang benar gajinya akan lebih tinggi dan aku bisa mengirim uang pada ibu di kampung,apalagi ayah juga sudah di penjara tidak ada lagi yang membayar hutang kakak pada rentenir selain ibu"gumam nya.


hingga hanya dalam tiga menit mereka sampai di perusahaan,Deon dengan cepat menuju ke dapartemen keamanan Data yang berada di lantai 3 di ikuti oleh Gea dari belakang nya.


saat ia datang semua karyawan langsung menyapa nya,tapi ia menatap mereka dengan tatapan tajam membuat mereka langsung menciut.


"aku paling tidak suka karyawan mengucilkan,membully sesama karyawan!!"ucapnya dengan nada tinggi membuat mereka semua menunduk takut.


membuat mereka semua tersentak tak terkecuali Gea yang berdiri di belakang nya.


"saya masih ingat bagaimana karyawan baru yang di bully dan dijadikan pelayan oleh dapartemen ini hingga karyawan itu bunuh diri!!saya bisa memecat kalian semua jika kalian juga melakukan hal itu sama seperti semua karyawan dapartemen ini sebelum nya!!", ucapnya lagi begitu marah.


kemudian ia memperhatikan seluruh karyawan di dapartemen itu dan melihat seorang karyawan pria,"Kau!mulai sekarang dia akan menjadi asisten pribadi mu!"ucapnya menunjuk pria itu.


karyawan pria itu mengangkat wajahnya dengan terkejut,tapi ia juga tidak berani menolak,"baik pak"ucapnya.


"jika sampai aku mendengar adanya bentuk penindasan bully atau pelayanan aku tidak akan segan memecat siapapun orangnya"Ucapnya menekankan dengan tegas kemudian keluar dari sana.


Setelah itu semua orang kembali bekerja dan tidak ada yang menatap Gea,ada perasaan tidak enak tapi ia tidak mempermasalahkan nya ia menghampiri pria yang akan menjadi rekan nya.


pria itu memperhatikan wajah nya sebentar kemudian menghela nafas kasar,"duduk lah!"Ucapnya pada Gea mempersilahkan Gea duduk di kursi kosong di samping nya,ia memang tidak termasuk orang-orang yang memperlayankan Gea tapi mendengar ucapan-ucapan karyawan di sana setiap hari mengenai nya ia juga mulai tidak suka dengan Gea.


selama bekerja ia hanya memperhatikan dan memahami bagaimana cara kerja rekan nya itu,"apakah pekerjaan keamanan data hanya seperti ini setiap harinya?"tanyanya penasaran.


"tentu saja tidak!! setiap hari akan ada hacker-hacker tidak jelas dan banyak pesaing perusahaan ini yang mencoba membobol jaringan perusahaan atau bahkan mencoba mencuri data-data penting perusahaan,mereka juga Setiap saat dan detik mengirim banyak virus-virus tidak jelas dan masih banyak tugas"jelas pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.


Gea mengangguk paham dan langsung tertarik,sepanjang bekerja ia hanya memperhatikan dan memahami,dan mulai besok ia bisa membantu.

__ADS_1


"kau tampak tidak sehat,beristirahat lah tidak perlu memaksa diri bekerja"ucap pria itu lagi tanpa melihat Gea.


***


setelah hari yang panjang dan melelahkan Gea kembali ke rumah karena ia mendapat kan taxi cepat sehingga pukul 10 ia sudah sampai di rumah.


Ia membuka bajunya dan sangat merasa sakit di seluruh tubuh nya, Melihat lengannya yang juga memar-memar dan kakinya yang sangat banyak memar juga,tadi ia tidak melihat nya karna memakai kemeja berlengan panjang dan celana panjang.


rasanya sangat remuk dan sakit seluruh tubuhnya bahkan kakinya hampir patah tulang,ia memijat sendiri kaki dan tangan dan mengolesi dengan salep.


"ibu pasti belum tidur! sebaiknya aku menelfon nya"gumam nya setelah itu memakai pakaian tidur dan mengambil ponselnya kemudian menelfon ibunya.


tapi beberapa kali ia menelfon panggilan nya sama sekali tidak di angkat,setelah beberapa kali mencoba ia akhirnya berhenti dan meletakkan ponselnya lagi.


tapi beberapa saat kemudian ponselnya berdering,saat melihat siapa yang menelfon nya ia sangat senang dan antusias mengangkat telfon dari ibunya itu.


tapi bukan nya ibunya yang menelfon nya melainkan adik tirinya.


"kak Gea!!"lirihnya.


Gea tertegun dan tiba-tiba merasa tidak tenang."ada apa?dimana ibuku?"tanya begitu cemas.


"Ibu...ibu...ibu dia masuk rumah sakit kak!!semalam kakak datang marah-marah dan langsung memukuli ibu dengan brutal bahkan menendang perut ibu beberapa kali membuat ibu memuntahkan darah"cerita Gadis di balik telfon dengan terisak-isak karna ketakutan.


Seluruh tubuh Gea rasanya lemas bahkan ia langsung ambruk dengan ponsel nya yang langsung jatuh.


"kak!kak Gea kau mendengar ku?"panggil gadis di balik telfon.


"bagaimana keadaan ibu sekarang? dia sudah baik-baik saja kan?"tanya Gea dengan suara lemah.


"Ibu dia harus segera operasi karna beberapa organ dalam tubuh nya rusak kak karna pukulan dan tendangan itu"


bagai di Sambar petir bahkan pertahanan Gea runtuh ia tidak bisa menahan air matanya lagi sehingga menangis dengan tersedu-sedu.


"ibu!"tangis nya pilu.


"Uang operasi ibu di butuhkan sekitar 150 juta kak"


"150 juta?!"ia terkejut mendengar nominal itu dari mana ia bisa mendapatkan jumlah uang sebanyak itu.


"bukan hanya itu kak! sebenarnya penyebab kakak memukuli ibu karna ibu tidak mau membayar denda yang diberikan pihak bank padanya yang mencapai 1M bahkan kakak juga menjual sawah dan semua kebun milik ayah bahkan rumah juga sudah di jual semua"tangisnya terisak-isak.


"meskipun sudah menjual semuanya tak cukup membayar semua denda nya hingga kakak membebankan pada ibu sekitar 500 juta lagi dan sekarang kakak pergi entah kemana dan menjadi buronan, sehingga pihak bank tidak mau tahu bagaimana pun juga mereka harus mendapatkan 500jt nya"lanjut nya lagi dengan terus menangi menceritakan nya.


Gea tak mampu berkata-kata, begitu sesak hatinya mendengar itu semua apa yang harus ia lakukan sekarang?darimana ia mendapat kan uang sebanyak itu bahkan di pikiran nya juga tidak pernah tahu ada uang sebanyak itu dan tidak pernah melihat uang sebanyak itu.

__ADS_1


ia menangis sejadinya dan memutuskan telfon,"ibu!!"ucapnya terus memanggil sang ibu dengan terisak-isak.


bersambung.....


__ADS_2