
dalam seperkian detik keadaan begitu hening,pria itu dengan perlahan mengangkat tangan nya melihat arloji pendeteksi suhu tubuhnya dan begitu tak percayanya ia saat melihat arlojinya itu menunjukkan suhu tubuh yang normal.
Ia melihat lengan nya dan tak ada Alergi sama sekali dan merasakan tubuhnya yang biasanya memanas dengan sangat begitu menyakitkan tidak ada ia rasakan padahal wanita itu menempel di tubuhnya,ia seakan tak percaya wanita itu bisa menyentuh nya tanpa menimbulkan alergi
hingga Jihan tiba-tiba muncul karna ia memang mengikuti Gea yang ia lihat begitu banyak mengeluarkan banyak darah,"Gea!!"teriaknya begitu kaget saat Gea tak sadar kan diri dengan darah yang tak henti menetes begitu derasnya.
"saya minta tolong bawa dia"ucap Jihan dengan memohon pada pria itu.
Pria tinggi dan tampan itu sadar dari ketertegunan nya kemudian tanpa berfikir panjang ia mengangkat tubuh kurus Gea yang bahkan begitu ringan.
Jihan dengan menangis terisak-isak mengarah kan pria itu untuk membawa Gea.
pria itu tak berhenti memandang wajah Gea yang di pelukan nya sekarang,ia masih tidak percaya dengan wanita itu bisa menyentuhnya tanpa menyebabkan alergi sama sekali.
***
Qanaya menangis dengan terisak-isak setelah Gea pergi,ia tak bisa menahan air matanya lagi.
kata setiap kata yang di keluarkan Gea begitu menusuk hatinya,ia memang begitu kejam dan jahat sebagai seorang ibu untuk Gea bahkan lebih dari kata kejam,Ia masih ingat bagaimana ia memperlakukan putrinya itu memang begitu tidak pantas dan terkesan tak berperasaan.
memang benar ia memukul nya namun setelah nya ia akan sangat menyesal,ia melihat Gea di pukuli oleh suami dan anak tirinya ia memang tak membela nya tapi ia sangat sakit melihat nya namun ia begitu enggan untuk membelanya.
Ia tahu semua yang dilakukan Gea bahkan yang di lakukan untuk membiayai sekolah nya,dan ia begitu tidak sanggup saat melihat putrinya yang masih begitu kecil harus mencuci piring di rumah-rumah makan dan di kedai-kedai bahkan mereka memperlakukan seperti bukan anak kecil memberikan cucian yang banyak nya bukan main.
Itu semuanya di lakukan Gea untuk biaya sekolah nya,dan ia melakukan pekerjaan itu sejak ia masuk sekolah dasar hingga sekolah menengah ia tak pernah menerima uang saku ataupun uang untuk kebutuhan apapun itu di sekolah bahkan uang sekolah nya,Gea membiayai semuanya.
namun meskipun dirinya tahu hal itu,tau Gea yang sangat lelah pulang dari sekolah dengan tak berperasaan nya ia tetap menyuruh nya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dan bekerja di kebun,pernah kah Gea melawan?tidak pernah.
__ADS_1
Ia masih ingat setiap Gea kembali selalu terlihat begitu pucat dan lemas karna begitu lelah,dan selalu ingin makan dulu namun dirinya yang begitu kejam tidak membiarkan Gea makan sampai mengerjakan pekerjaan rumah.
Dirinya kembali menangis terisak-isak bahkan dadanya tak sanggup lagi untuk menyimpan lebih banyak rasa bersalah pada putrinya itu,hal yang paling sering ia lakukan dan ia tahu itu sangat buruk adalah memberikan Gea makan dengan begitu sedikit bahkan ia tahu kalau Gea begitu lapar.
begitu banyak hal buruk dan menyakitkan yang ia berikan pada Gea,bahkan ia sadar begitu sering menyakiti fisik hingga batin Gea tapi entah bagaimana ia terus menerus melakukan nya saat melihat Wajahnya
namun hari ini ia tahu kalau semuanya yang ia lakukan pada Gea tak pernah membuat putri yang ia benci itu membenci nya justru sebaliknya.
padahal ia berfikir kalau Gea begitu membencinya karena yang ia lakukan selama ini padanya.
entah kenapa ia melakukan semua itu,"maafkan aku!!"tangisnya terdengar begitu memilukan hati dengan terus berkata minta maaf.
Ia memang sangat membenci Gea tapi jauh di lubuk hatinya ia sangat menyayangi dan mencintai putri kandung nya itu hanya saja ia tidak tahu bagaimana harus menunjukkan rasa kasih sayang nya.
memang benar Gea adalah hasil dari hubungan salah yang menyebabkan kehidupan nya hancur berantakan dan tak bisa di perbaiki lagi,keluarga,karir,kehormatan,dan persahabatan dan kehidupan nya hancur pada saat itu hingga membuat nya membenci Gea dalam waktu yang lama.
ia membiarkan Gea tumbuh tanpa kasih sayang dan hanya memberinya kehidupan yang keras dan menyedihkan,namun meski begitu ia bisa melihat Gea tumbuh menjadi gadis yang tangguh dan kuat meski tanpa kasih sayang nya.
Ia bangga melihat Gea yang begitu pintar hingga masuk universitas terbaik tempat dulu dimana ia menyelesaikan pendidikan nya.
Ia juga mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil panen kebun dan berusaha untuk tidak ketahuan oleh suaminya,ia berfikir jika suatu saat nanti Gea membutuhkan nya dan ia memberikan semuanya saat Gea berangkat kuliah.
Ia tidak ingin melihat Gea karna hanya dengan melihat nya membuat nya mengingat masa lalunya yang kelam."ibu minta maaf nak!! seharusnya ibu tidak melampiaskan semuanya padamu!!"maafkan ibu nak"tangisnya dengan begitu menyesal.
Windi yang melihat sang ibu menangis kejar langsung memeluk nya,"ibu entah apa yang terjadi pada perut kak Gea mengeluarkan begitu banyak darah"ucapnya dengan menangis.
"kita keluar sekarang,ibu ingin bertemu dengan nya"ucap Qanaya dengan masih terisak membuat Windi segera keluar mendorong nya.
__ADS_1
***
"Kenapa jahitan nya bisa terlepas?"tanya dokter itu pada Jihan yang berada di sana,setelah mereka selesai menjahit nya kembali.
Jihan yang menangis menggelengkan kepalanya,ia begitu miris melihat Gea setelah mendengar semuanya,ia ambruk di brankar Gea dan mencium tangan Gea dengan begitu lama dan air matanya yang tak berhenti mengalir.
"kenapa tuhan membiarkan mu berada rahim itu!!dan kenapa kau memilih lahir ke dunia ini"Isak nya dalam hati begitu tak sanggup,karna ia bisa merasakan malang nya nasib Gea.
"keadaan nya bisa sangat parah jika seperti ini,bahkan bisa mengancam nyawanya!"ucap dokter itu memperingati.
"Jihan katakan apa yang terjadi hingga membuat jahitan nya terlepas?"tanya Jonathan dengan mata begitu merah dan marah pada Jihan.
Jihan tak berniat menjawab karna begitu membenci Jonathan yang sangat ia salah kan dengan keadaan Gea,ia hanya terus menangis membuat Jonathan begitu geram dan menarik lengan nya hingga ia berdiri.
"katakan apa yang terjadi pada Gea?!!"tanya nya dengan tatapan tajam bak elang.
Jihan yang begitu geram mendorong nya dan berusaha menarik tangan nya,"jika bukan karna kau dia tidak akan seperti ini!!jangan coba menyalahkan siapapun!!"geramnya.
"...."
Jonathan melepaskan lengan Jihan tak bisa mengelak dengan ucapan Jihan."benar jika ginjal mu tidak di ambil kau tidak akan seperti ini nak, maafkan papa"ucapnya kini berdiri di samping Gea yang kini kembali di pasang alat oksigen.
bersambung.....
jangan lupa like komen vote and rate ya sebagai dukungan dan semangat pada author....
***
__ADS_1